;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Musik dan Keindahan Hidup  (Read 264 times)

academic14

  • Kelasi
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 1
Musik dan Keindahan Hidup
« on: August 29, 2016, 01:38:50 pm »

Setelah Maghrib itu, sewaktu hujan penulis mencoba untuk mencari di beranda akun sosial facebook. tak sering saya begitu, paling mendengarkan shalawat Habib Syech. Sebab seringnya hanya update apa yang saya pikirkan kemudian penulis tutup kembali. takutnya aku terlalu banyak waktu melihat kabar facebook. Berikut pengalaman mendengarkan lagu-lagu Habib Syech.

Akan tetapi, waktu itu sangat tidak biasa, suasanya ingin sangat scroll sampai terbawah. Hasilnya tak ada batasnya! Aku pun tiba di sebuah video pendek yang menjadi kesukaan banyak orang. Video singkat itu ialah cuplikan perjalanan ceramah Dr. Zakir Naik di negeri Matahari.

Dari video pendek itulah penulis ingin sekali mengukir pena sebuah catatan kehidupan. Kayaknya, pekan ini saya memang baru dibayang-bayangi yang namanya keindahan. Dari situ saya pun mulai mengidolakan sebuah sebutan, sebutan itu tidak lain merupakan "Keindahan Hidup".

Keindahan hidup itu kian mekar ketika saya melihat seorang individu yang dengan ikhlas melafazkan dua kalimat kesaksian. Begitu bersinarnya wajah itu, hingga sinarnya merasuk di dalam sukma yang kaku. Sinar yang mengarah kehangatan bagi dua bola mata yang melihatnya.

Saya pun mencoba mengingat mundur menemui kehidupan saya yang lalu. Segala puji bagi Illahi Robbi, saya seorang Muslim. Saya rasa, mengenal agama Islam ialah mengenal semuanya. Tanpa Islam, mungkin yang kita tahu tidak akan kita mengerti dengan total. Atau bahkan pengetahuan yang tak membawa kebagusan. One again, seluruhnya puji bagi Allah.

Di saat itu pula, alam menerawang saya terbang melayang mengingat kejadian sebelum Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah. Hari perayaan orang Muslim yang menyenangkan. Tetapi, sekali lagi saya menghadapi berpasang-pasang kasih sedang menghadapi problem. Tak tahu apa masalahnya yang jelas ada muka sedih yang diperlihatkannya.

Di sela jalan itu, terdapat sepasang kekasih yang bertengkar, ada juga sepasang kekasih yang rela meninggalkan kekasihnya. Bukan itu saja, ada pula sepasang madu yang saling berdiam diri di pinggir jembatan. Kelihatannya memang ada serius.

Melalui jalur fenomena sosial tersebut, saya lalu berpikir jauh kedepan bahwa masih ada rasa terima kasih yang belum mampu menutupi semua kesedihan, amarah, kekecewaan dan kegundahan manusia. Mungkin kesyukuran itu belum bisa dikatakan sempurna, atau barangkali belum mengenal arti kesyukuran.

Padahal, jika kita berusaha full menomorsatukan rasa kesyukuran pastilah rasa lemah, merasa jadi korban ataupun perasaan-perasaan kufur lainnya akan nihil dari dalam hati. Kesyukuranlah yang menjadikan happy, bangga lebih-lebih semangat selaku seorang Muslim.
Logged
Pages: [1]   Go Up