;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: 1 ... 23 24 25 26 [27]   Go Down

Author Topic: [RCTI-2017] DUNIA TERBALIK (Agus Kuncoro)  (Read 13499 times)

sichikaaa

  • Chingu
  • **
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 1.592
Re: [RCTI-2017] DUNIA TERBALIK (Agus Kuncoro)
« Reply #260 on: January 17, 2017, 10:09:28 am »

Ini sinet LI yes? Ada dadang sm aceng? [hmpfh] Cie om aceng sinetnya jawara terus euy. Sblm tyg dzolimin pemainnya dkatain buluk kabeh tnyata malah mucuk smoga blaku jg buat SA di tmpt bru yes. Byk yg nyumpahin tp insya Alloh sukses. Amin
Logged

Tim rojess [lovestruck] Bru tau klo mrk cinlok bnrn *kudet :P

Senja Jingga

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 34
Re: [RCTI-2017] DUNIA TERBALIK (Agus Kuncoro)
« Reply #261 on: January 17, 2017, 10:37:01 am »

Nanas menurutku masih mending lah. Aktingnya jg bagus pas di 7MH.

Justru aku brhrap ni sinetron klo kemasukan felay ratingnya turun seturun turunnya
Logged

Messiah

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: -4
  • Offline Offline
  • Posts: 726
Re: [RCTI-2017] DUNIA TERBALIK (Agus Kuncoro)
« Reply #262 on: January 17, 2017, 11:00:22 am »

Semalem gue liat emang ringan sih ceritanya , easy listening ;D gak perlu repot2 jambak2an menghadirkan sosok nenek lampir jahat ditengah cerita apalagi berantem gak jelas buat nyari om rating dan tante share [hmpfh]
Logged

dara_kediri

  • Forum Machi
  • ***
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 3.468
Re: [RCTI-2017] DUNIA TERBALIK (Agus Kuncoro)
« Reply #263 on: January 17, 2017, 11:52:09 am »

Nanas menurutku masih mending lah. Aktingnya jg bagus pas di 7MH.

Justru aku brhrap ni sinetron klo kemasukan felay ratingnya turun seturun turunnya

feli's hater detected  [worried] [hmpfh] Gue juga gak suka dia cuma gak benci2 banget  [hmpfh]
Logged

joni adin

  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 2
  • Offline Offline
  • Posts: 25.204
Re: [RCTI-2017] DUNIA TERBALIK (Agus Kuncoro)
« Reply #264 on: January 17, 2017, 04:51:17 pm »

Daily Rating UM-ALL, 11 Kota, Senin, 16/01/2017:
1. Dunia Terbalik, ( RCTI, 19:14-20:54), 6.4/25.3-6.5/25.8
« Last Edit: January 17, 2017, 05:16:46 pm by joni adin »
Logged

Messiah

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: -4
  • Offline Offline
  • Posts: 726
Re: [RCTI-2017] DUNIA TERBALIK (Agus Kuncoro)
« Reply #265 on: January 17, 2017, 07:45:37 pm »

Ini kemasukan felly episode berapa sih ? Ndak kebayang ntar ini threat dipenuhi sama jongosnya raya kunti [hmpfh] bully sama yg gak ada hubungannya sama cerita , Padahal ceritanya lg asik
Logged

du-kun

  • Chingu
  • **
  • Keong: -5
  • Offline Offline
  • Posts: 1.378
Re: [RCTI-2017] DUNIA TERBALIK (Agus Kuncoro)
« Reply #266 on: January 17, 2017, 08:24:25 pm »

Eps 20 ce
Logged

joni adin

  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 2
  • Offline Offline
  • Posts: 25.204
Re: [RCTI-2017] DUNIA TERBALIK (Agus Kuncoro)
« Reply #267 on: January 17, 2017, 09:06:44 pm »

Sinetron "Dunia Terbalik" dan Bisnis TKW di Indonesia 
16 Januari 2017 22:36:08

"Dunia Terbalik". Sinetron baru yang disiarkan RCTI termasuk mengangkat ide cerita yang berbeda dari yang lain. Di sebuah desa di daerah Jawa Barat, dikisahkan hampir seluruh penduduknya berisi laki-laki semua. Mengapa? Karena kaum perempuannya bekerja ke luar semua, ada yang di dalam negeri juga banyak yang keluar negeri menjadi TKI. Perginya kaum perempuan untuk bekerja keluar menyebabkan terjadinya perubahan sosial di desa tersebut Inilah yang menjadi tema utama dari sinetron Dunia Terbalik. Tidak semua setuju jalan pikir menjadi TKI. Beberapa yang tidak setuju disebabnya memiliki pengalaman buruk yang menjadi trauma. Sedikit pula yang berprinsip bahwa suamilah yang seharusnya bekerja untuk istri dan anak-anaknya. Akum, Idoy, Acep dan Dadang adalah tokoh utama dalam cerita yang kesemua istrinya bekerja menjadi TKW. Sementara mereka sibuk mengurusi rumah dan anak, belanja, masak, mencuci, dan sebagainya. Para suami hanya mengandalkan “kiriman” dari istri melalui ATM, tanpa bekerja apapun. Sikap dan sifat merekapun mirip ibu-ibu rumah tangga umumnya yang suka ngerumpi, bergunjing (sambil mencuci di sungai), arisan bahkan saling menyombongkan kekayaan masing-masing. Hanya seorang mungkin yang merasa dirinya “waras” yakni Engkos atau Koswara. Ia berniat untuk bekerja meski hanya ngojek dan tidak mengijinkan istrinya menjadi TKW, meski si istri sendiri sangat ingin pergi karena tergiur mendapat gaji besar dan kehidupan merekapun sedang susah. Dari sisi religinya, sinetron ini juga dengan sangat pas “menyindir” tokoh yang sangat ingin dipanggil ustadz padahal tidak memiliki bekal ilmu agama sedikitpun (mungkin hanya menang pengalaman karena sudah uzur), yakni Pak Kemen yang memiliki seorang anak bernama Sabri (berperan sebagai preman kampung). Drama dan konflik ini yang tersajikan ke hadapan pemirsa, lucu, kocak, menggelitik, kadang menjengkelkan dengan logika-logika yang serba terbalik. Tipikal dagelan orang desa (ngebodor). Sebenarnya ada sosok lain dalam sinetron ini yang selalu muncul namun bukan sentral, sehingga sepertinya tidak terlalu diperhatikan, yakni bu Yoyoh. Saya menduga, justru sutradara bermaksud menempatkan bu Yoyoh untuk menyampaikan isi pesan sinetron. Namun agar penonton lebih terhibur dengan kelucuan-kelucuan, maka Yoyoh menjadi tidak sentral. Yoyoh diceritakan sebagai orang yang mencari dan merekrut calon TKW. Dialah yang meyakinkan warga agar mau menjadi TKW dengan iming-iming gaji besar Pekerjaan bu Yoyoh ini sangat menjanjikan dalam artian bisa mendapat bonus besar tanpa harus capek-capek kerja ke luar negeri. Bisa dikatakan ia “berbisnis” tenaga kerja. Pertama ia mendapat uang jaminan dari calon TKW, bila tidak diterima akan dikembalikan separuh dan jika diterima (diberangkatkan) maka tidak kembali. Selanjutnya, dari per TKW bu Yoyoh akan mendapat bonus dari agen sebelum masuk ke PJTKI. Di saat suami mendapat kiriman dari istri, ia juga dapat bagian. Istri pulang mendapat cuti juga dikasih, bahkan saat TKW diberhentikanpun dan dikembalikan pulang, bu Yoyoh meminta bagiannya. Mungkin penonton bisa tertawa dan terhibur menonton tingkah polah para tokoh sinetron sambil istirahat malam di rumah. Entah berapa banyak penonton yang menyimak dialog antara seorang ibu dengan anak perempuannya yang dibujuk Yoyoh menjadi TKW. Ia ingin meyakinkan anak perempuannya bahwa menjadi TKW itu tidak mudah, dan bekerja itu tidak harus menjadi TKW. Ia mengingatkan betapa banyak kasus-kasus menyedihkan yang menimpa TKW, diperkosa dan pulang membawa anak, dihukum penjara, disiksa, dibunuh, belum lagi jika ada agen atau PJTKI yang nakal menipu, dan sebagainya. Ini merupakan kisah nyata. Yang menjadi pertanyaan, mengapa jalan seperti ini yang harus mereka pilih? Tuntutan hidup, sekadar tergiur iming-iming gaji besar, atau karena tren? Istri bekerja hingga keluar negeri menjadi pembantu rumah tangga, sementara suami tanpa bekerja dan hanya mengurus rumah dan anak. Sepertinya faktor ekonomi keluarga yang menjadi konflik utama, lantas tanggungjawab siapa? Sebagai kepala keluarga, suami memikul tanggungjawab mencari nafkah, karena disanalah harkat dan martabat seorang suami. Bukan berarti kaum perempuan ataupun istri dilarang bekerja, silahkan saja. Tapi seperti yang disampaikan Febi, anaknya Akum dalam sinetron, yang mengatakan, “Ibu bekerja untuk Febi, bukan untuk bapak!” Sebuah kalimat dialog yang sangat menohok dan menyindir kaum suami yang tidak bekerja. Atau yang dikatakan Koswara bahwa mencari nafkah untuk istri adalah salah satu yang harus dia pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT, kelak. Sayang memang, pesan-pesan penting ini kadang porsinya sedikit dan terbungkus oleh dialog-dialog dagelan, sehingga luput dari perhatian penonton. Hal penting lainnya berkait soal “bisnis” TKI itu sendiri. Saya sungguh khawatir TKI dijadikan barang komoditas, namu saya belum berani untuk mengatakan sebagai bentuk perdagangan manusia (human trafficking), sepanjang mereka bekerja secara legal. Laporan humantrafficking.org yang mengatakan bahwa 43-50% TKI di luar negeri adalah korban dari praktik human trafficking tentu sangat mengejutkan. Mayoritas TKI adalah perempuan dan menjadi pekerja domestik (PRT). Angka pemerkosaan terhadap TKW meningkat pesat sejak tahun 2010 dan Malaysia termasuk negara dengan angka pemerkosaan TKW tertinggi setelah Timur Tengah Pelayanan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) sangat berperan terhadap praktik human trafficking, terutama menggunakan jalur-jalur ilegal. Kebanyakan TKW biasanya juga tidak diinformasikan perihal legalitas mereka di negara penerima. Inilah sebabnya TKW menjadi rentan terhadap tindak kriminal dan segala perlakuan tidak menyenangkan di sana. Karena itu pula, keberadaan mereka juga kerap tidak diketahui baik oleh KBRI maupun negara penerima, sehingga menyulitkan proses perlindungan. Jika pengiriman TKI melalui jalur ilegal maka seharusnya sudah bisa dikategorikan kejahatan human trafficking yang selayaknya mendapat perhatian seluruh pihak. Di dalam negeri kita teriak-teriak “kebanjiran” tenaga kerja asing (terutama yang berasal dari China), sementara nasib dan perlindungan “para devisa negara” alias TKW yang tersebar di luar negeri seperti dinafikan. Beberapa tahun lalu disiarkan melalui pemberitaan betapa banyaknya TKI/TKW yang tinggal di kolong-kolong jembatan dan jalan fly over di Arab Saudi karena jobless dan tidak bisa kembali. Mereka terlantar di negeri orang. Mereka masih berharap bekerja karena gaji di sana jauh lebih besar, meski mereka hanya berstatus pembantu rumah tangga ataupun buruh kasar. Terakhir, Anies Baswedan dalam debat kemarin mengatakan, jika AHY memberi “ikan”, sementara Ahok memberi “kail”, maka ia akan menciptakan “kolamnya”. Bagi Anies, bagaimana mungkin ada ikan dan bisa memancing jika tidak ada kolamnya? Lapangan kerja di dalam negeri memang sedang sulit, haruskah pilihannya menjadi TKI ke luar negeri? Mengapa kita harus menunggu Anies menyediakan kolam, mengapa kita tidak membuat kolam sendiri. Bagi saya, mencari kolam hingga keluar negeri adalah sah (meski hanya kebagian membersihkan sisik ikan), namun saya lebih memilih menjadi pemilik kolam, meski kecil dan ikannya sedikit.

Selengkapnya : http://m.kompasiana.com/awib/sinetron-dunia-terbalik-dan-bisnis-tkw_587ce85e02b0bde8048b458c
« Last Edit: January 17, 2017, 09:07:42 pm by joni adin »
Logged

joni adin

  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 2
  • Offline Offline
  • Posts: 25.204
Re: [RCTI-2017] DUNIA TERBALIK (Agus Kuncoro)
« Reply #268 on: January 17, 2017, 09:36:17 pm »

Idoy: ceng, internet itu apa?
Aceng: internet itu kakaknya kornet, sodaranya kernet.  ;D ;D
Logged

Seeweee

  • Chingu
  • **
  • Keong: -4
  • Offline Offline
  • Posts: 1.348
  • Forgive Me
Re: [RCTI-2017] DUNIA TERBALIK (Agus Kuncoro)
« Reply #269 on: January 17, 2017, 10:06:55 pm »

betwwong nama nama perannya kok banyak yg mirip ma username di LI ceu lols



PELLY tuh lonthw bgt ya bikin mual saja
Logged
Pages: 1 ... 23 24 25 26 [27]   Go Up