;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: 1 ... 36 37 38 39 [40]   Go Down

Author Topic: [MFF] HEROES Chapter 7.3 : You, Me and Our Beloved Life di page 40  (Read 33870 times)

pOpcOrN

  • Tomodachi
  • ****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 4.707
  • ^tebak ni klince ap puppy? (ღ◕ܫ◕)
Re: [MFF] HEROES Chapter 7 coming soon by PV (modif chara di page 1)
« Reply #390 on: December 08, 2009, 07:02:23 pm »


@panu: ia ngunjungin PC=pascal cingot [lol]

@PP:pertamax dunx,kan pertamax abz post crita [rock]

komen apa ya [question]

dah bahas d ym [lol]

tokoh saia d IH d mskin sesuai req  [hmpfh] [thankyou]

saia lbi stuju kl kaca na d buka dlu sbelum brie msk d mobil  [hmpfh] [laughing]

btw,

marcus wetrose=c uban ompol [lol]

mario tkg pk pink=flamboyan boy

davin=bocah bengal ingusan [lol]

tambah ni bonus:

pinset blekros char pp d IH =bunga bangkai bau busuk (b4) [lol]

piss ^_^v *kabur [angel]

lanjutgan! [rock]
« Last Edit: December 08, 2009, 08:01:05 pm by pOpcOrN »
Logged

selfy

Pascal Valentino

  • Chingu
  • **
  • Keong: 1
  • Offline Offline
  • Posts: 1.883
Re: [MFF] HEROES Chapter 7 coming soon by PV (modif chara di page 1)
« Reply #391 on: December 08, 2009, 07:35:15 pm »

Chapter 7 dan Chapter 7.1 ada di Page 38.
Chapter 7.2 ada di Page 39.

Selamat membaca. Ditunggu komentarnya yah. Kalau bisa tentang alur ceritanya juga.. [gunsmilie]
Logged

charmed4ever

  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 10.250
  • I'm the person of interest
Re: [MFF] HEROES Chapter 7 coming soon by PV (modif chara di page 1)
« Reply #392 on: December 08, 2009, 08:46:47 pm »

Lg2 mau nanya, apakah crt yg dibuat evan nantinya berkesinambungan dgn crita yg dibikin pascal

dan msh lum bs memahami, yg mana tokoh sentral nya.
Logged
Serial TV keren!!!!

Pascal Valentino

  • Chingu
  • **
  • Keong: 1
  • Offline Offline
  • Posts: 1.883
Re: [MFF] HEROES Chapter 7 coming soon by PV (modif chara di page 1)
« Reply #393 on: December 08, 2009, 10:01:11 pm »

Lg2 mau nanya, apakah crt yg dibuat evan nantinya berkesinambungan dgn crita yg dibikin pascal

dan msh lum bs memahami, yg mana tokoh sentral nya.

Nyohohohoho. Kurasa sih cerita evan sama cerita-ku nantinya bakal digabung. Jadi Evan saat ini lagi fokus ke beberapa tokoh yang ada dari Chapter 1 ~ 6 dulu. Sedangkan aku kasih beberapa tokoh baru di Chapter buatanku. Nanti Evan tinggal sangkut-pautin gimana caranya Mario/Sabrienna/Marcus bakal ketemuan dengan Tokoh lainnya. Well, aku sih sengaja gak kasi tau mana yang bakal jadi Tokoh Permanen atau bakal jadi pemeran sampingan terus mati. Biar seru gitu. HeHeHe. Kan jadinya kurang enak kalau bakal tau ini tokoh periode ini gak.

Soalnya gak mungkin juga kan Evan langsung masukin semua tokoh dalam satu cerita. Bakal ribet banget entar jadinya, tapi kalau dia mau sih gak masalah. Bagus malah [thumbsup] Muahahahahaha !! Soalnya aku juga bingung kalau mau buat cerita tapi masukin tokoh2 lainnya jadi satu.

Tunggu Epan aja deh gimana jadinya.. [hmpfh] Chapter yang aku buat ini bukan jadi pengganti scene. Tapi selama Epan belum bisa ngebuat Chapter selanjutnya, kan lumayan. Dikasi cerita mengenai beberapa tokoh baru sebelum digabung menjadi satu dngn tokoh senior lainnya.

NB. Sabrienna itu karakternya si PopCorn.
Logged

evan_howles

  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 7.641
  • i'm going COMPLICATED!
    • CHOPYCAT PAPER
Re: [MFF] HEROES Chapter 7 coming soon by PV (modif chara di page 1)
« Reply #394 on: December 09, 2009, 05:40:03 pm »

ntar ya komen chapt 7.2 nya

lg sibuk bwt besok nih ;D

pup.py : sering2 maen ke sini yak

om mumet : kayaknya chapt 8 nanti balik ke tokoh2 awal dah  [hmpfh]
« Last Edit: December 09, 2009, 05:46:58 pm by evan_howles »
Logged

GRAMEDIA BOOKSTORES

Pascal Valentino

  • Chingu
  • **
  • Keong: 1
  • Offline Offline
  • Posts: 1.883
Re: [MFF] HEROES Chapter 7.2 : Rosefield di page 39
« Reply #395 on: January 17, 2010, 11:24:59 pm »

.: Visualisasi Tokoh pada Chapter kali ini :.

  • Casthaniel Acoustic


  • Sabrienna


  • Marcus


  • Mario


  • Davin

Heroes
Chapter 7.3 [1/2]: You, Me and Our Beloved Life
by. Pascal Valentino
Sumber lagu intro : http://na.finalfantasyxiv.com/

"Kau memberikan kami sebuah bibit, bibit yang akan tumbuh tanpa kami ketahui. Kau tidak berjanji akan merawat kami sebagaimana mestinya agar kelopak bunga itu dapat mekar, bahkan mungkin..

Kau bisa saja menelantarkan kami begitu saja. Tumbuh dalam kegersangan dan kekosongan. Mengais air untuk hidup. Air, hanya air, cahaya dan tanah subur. Kau tidak berjanji akan memberikan semua itu pada kami.

Karena kami, hanyalah bibit yang dilempar secara acak semata pada permukaan bumi ini. Jadi, kami akan berkelana. Tumbuh, seperti apapun kondisinya. Atau, kami akan kalah sebelum waktunya tiba untuk mekar ?"


Jadi, sekali lagi kami akan bertanya

You
....
Me
...
Our Beloved Life
..
It's real ?
.

- Britania, 10:00AM - Satu hari sebelumnya
Casthaniel Acoustic


Ia hanyalah seorang pemuda berusia lima belas tahun. Kulitnya seputih patung marmer, wajahnya sekaku pahatan kasar yang terbasuh lembut oleh kasih sayang yang tidak terasa. Rambutnya tumbuh kokoh dengan celupan warna hitam pekat. Dia, Casthaniel. Saat itu dirinya terdiam, tubuhnya menjulang keatas dengan tulang punggungnya yang tegap. Sepatu sport dengan jahitan black-jack itu kini sedang menghuni daratan gersang. Kepalanya ia tonggakkan keatas, meratapi wahana langit biru dengan kawanan awan yang mengambang dan meloncat seperti sentuhan sepatu kaca para balerina.

Siluet yang menepis gelora padat dari kembang kapas putih yang bergerombol diatas sana memancarkan cahaya transparan yang berakhir keemasan ketika menyinari daratan. Kedua bola mata oblivionnya terkilat setiap kali indra pengintai itu ia gulirkan ke arah timur, lalu berputar dalam satu bulatan penuh ke barat. Dadanya mengempis dan mengembung mengikuti alur detak jantungnya yang memompa darah kental dalam tubuhnya yang mulai menghangat.

Kaki kirinya bergeser sehingga menimbulkan resikan pasir yang dipenuhi kerikil kecil itu. Saat itu dirinya berada di ujung tebing sebuah pegunungan gersang. Ia memandang jauh ke seberang sana, didepannya terbuka celah besar seperti hantaman pedang raksasa yang dibawahnya teralir deras sungai besar. Sebuah jurang pemisah yang bukan main-main. Karena dibalik semak pepohonan hutan nun jauh di seberang itu, adalah kota kelahirannya. Kota, yang akan segera ia tinggalkan untuk mencari sebuah hal sederhana. Jati diri.

Dentingan jarum jam mungkin bila terpajang sudah berdetak lebih dari ratusan kali, tepatnya ia telah menghabiskan waktu terakhirnya kurang lebih lima menit untuk terdiam murung. Tubuhnya ia putar, sesekali wajahnya ia kesampingkan. Matanya sayup, tapi tidak menangis. Bibir tipisnya kaku terdiam, tapi tidak menggerutu. Tangannya ia kepal erat, tapi mentalnya tidak gemetar. Dan, pandangannya kuat seperti jiwanya. Jiwa seorang musisi.

Pada daun telinga kirinya tersangkut kail mungil yang terhubung dengan sebuah anting berlian dengan warna hitam keunguan yang berbentuk kunci G dari simbol not balok. Benda itu sesuatu yang berharga. Mungkin.

- Australia, 07:45AM
Sabrienna & Mario


Sabrienna. Terkelungkup diatas meja makannya, kedua tangannya menggenggam secangkir susu coklat yang hangat. Kelelahan. Kelopak matanya terbuka, ketika suara bel rumahnya berbunyi. Ia meresah malas, dengan sedikit paksaan ia bangkitkan tubuhnya tinggi-tinggi. Sedikit ia acak-acakkan rambutnya yang tidak jatuh teratur itu membuka pintu rumahnya.

Terlihat sesosok pemuda tinggi dan gagah terdiam dengan senyuman khasnya yang seakan Sabrienna pernah lihat sebelumnya. Tapi ia lupa. Ia kernyitkan dahinya bingung. "Cari siapa ya ?" tanyanya pada sosok Mario didepannya. "Anda" jawab Mario sambil terus memberikan simpul ramah pada sosok gadis yang telah merenggut nyawa adiknya. Tubuhnya dilapisi oleh jas putih hitam dengan corak yang didominasi oleh warna pink itu.

Sabrienna memutar otaknya sesaat, memainkan bibirnya juga menggesekkan kakinya yang telah mengenakan sebuah sendal berwarna pink muda itu. Perawakannya masih kacau, benar-benar terlihat layaknya orang baru bangun dari tidur panjang "Emh, maaf. Tidak salah orang kan ?" tungkasnya memastikan sambil menggasak rambut panjangnya yang mulai bercabang kesana kemari sambil dahinya mengkerut memandangi sosok asing itu.

"Tentu saja tidak nona.. Aku hanya ingin mengembalikan ini.." Mario menyaut lalu merogoh saku kemejanya, tangan kanannya ia sodorkan lalu kepalan itu ia buka. Sabrienna tertegun kaget melihat sebuah jepit rambut miliknya yang telah lama hilang, ia hanya tercengang. Antara ingin mengambil atau tidak, sesekali ia melirik panik ke wajah pemuda didepannya itu. Entah mengapa, sepertinya ia mulai mengingat sesuatu yang seharusnya menjadi angan masa lalu yang telah pecah menjadi abu.

Mario bergerak lebih cepat, ia meraih tangan sabrienna lalu memberikan jepit rambut itu sambil terus menjaga senyumnya "Nah. Saya harus pergi sekarang, mungkin kita bisa bertemu lain waktu" Ia membalikkan tubuhnya dan mulai melangkah mendekati pintu kayu yang menjadi akses keluar kebun rumah tersebut. Sabrienna masih melamun memperhatikan benda tersebut berada didalam genggamannya. Benda yang akan membuka kisah masa lalunya, di Las Vegas. Hentakan pintu mobil menyadarkan dirinya dari alam memori, pemuda itu telah pergi. Dengan sebuah mobil sedan berwarna hitam.

---

"Kita ke bandara ya pak" saut Mario yang duduk pada bagian belakang mobil pada sang pengemudi "Baik" tungkas singkat dari respon si sopir. Seketika deringan bunyi handphone Mario berbunyi, menggetar kecil tempat duduknya "Halo, Marcus ? Ada apa ?" ucapnya dengan nada kasual lalu berhenti sejenak "Kau jadi berangkat hari ini kan ?" balas Marcus cepat. Mario mengambil posisi lebih kedalam lagi, menyandarkan tubuhnya serta menyilangkan kakinya. Yang kanan bertumpu, bibirnya tersenyum hingga memperlihatkan deretan giginya "Yap, kenapa ? Sudah rindu dengan kakak tiri-mu ini ?" candanya sambil tertawa kecil.

- Bandara Australia 08:50AM

"Baiklah, aku matikan dulu ya. Sudah sampai di bandara soalnya" tungkasnya pelan lalu hubungan komunikasi itu akhirnya terputus. Sang pengemudi keluar sambil membukakan garasi untuknya, tas koper diserahkan pada genggaman Mario "Hati-hati ya tuan" ucap pria yang telah bekerja pada keluarganya selama belasan tahun itu. "Tentu saja, terima kasih. Kau juga" Mario tersenyum lalu ia menepuk bagian luar mobil tersebut "Jaga baik-baik si .." kalimat itu seketika saja terpotong. Mario termenung beberapa detik sambil telapak tangan kanannya masih menempel pada mobilnya.

"Pasti tuan" saut sang pengemudi sambil masuk kembali kedalam mobil dan pergi dari sana. Mario tersentak ketika pegangannya terlepas, ia menarik nafasnya dalam-dalam. Lalu melirik ke berbagai arah dengan tetap menjaga ketenangannya ia melangkah maju masuk kedalam untuk mengurus penerbangannya. Sesekali ia menengok ke belakang, memastikan sesuatu.

Selang dua jam telah terlewatkan akhirnya Mario telah berada didalam pesawat yang akan terbang menuju Amerika. Ia mulai memasuki bagian depan pesawat sambil terus memperhatikan tiket yang ia miliki, bergerak dengan cepat mencari tempatnya. Deretan baris dua bangku, sesaat langkahnya terhenti pada sebuah baris bangku. Ada seorang anak laki-laki remaja yang sedang tertidur dengan majalah tertanam diwajahnya. Mario mengangkat kopernya untuk disimpan pada bagasi atas lalu duduk sambil mengenakan sabuk pengaman. Sesekali pandangannya ia tolehkan pada sosok asing disebelahnya lalu sedikit tersenyum. Teringat sesuatu.

Tiba-tiba saja orang disampingnya bangun, tapi dengan gerakan yang sangat lambat. Tangannya naik ke wajah lalu menarik majalah tersebut dan meletakannya kembali pada saku bangku. Tanpa ekspresi ia menyorotkan kedua matanya pada Mario lalu sedikit tersenyum dan menyodorkan tangannya "Hai. Salam kenal, Casthaniel Acoustic. Panggil saja Cast" sautnya sambil dibalas kembali oleh Mario. "Senang berkenalan denganmu, aku Mario. Cast" responnya sambil terkekeh pelan "Dari Britania ?" sambung Mario. "Ah, ya. Bagaimana anda bisa tau?" jawab Cast polos "Beruntung~" balas Mario dengan nada ramah.

- Bandara Amerika Barat 11:34AM

Mario melambai ketika sosok Marcus terlihat sedang menunggu diluar "Aha, dimana mama dan papa ?" tanya Mario "Coba kutebak, sedang pergi jalan-jalan ?" lanjutnya sambil tertawa dan menepuk kepala adiknya itu "Yah, begitulah. Ayo disana mobilnya, aku yang menyetir kok" balas Marcus sambil beranjak dari sana bersama Mario ke tempat parkiran.

- Rumah di Amerika bagian Selatan 08:15PM
Casthaniel


Malam dan lagi-lagi malam.
Ketika itu Cast berada didalam kamar dirumah sepupunya, rumah itu telah lama ia tinggalkan. Memang kosong, tapi segala perabotannya masih lengkap dan terlindungi plastik yang menghalangi para debu tebal. Ia terbaring diatas tempat tidurnya tanpa lampu kamar yang menyala. Gelap gulita, hanya ada cahaya rembulan yang menyapa lembut dari kaca jendela yang terpampang lebar di dalam sana.

Matanya melirik ke sebuah instrument besar dengan senar berjumlah 36. Sebuah harpa. Ia bangkit dan beranjak, menarik sebuah kursi kesana. Duduk dengan tegap sambil menyandarkan alat musik raksasa itu pada bahu kanannya. Jemarinya bergerak, telunjuknya maju mendekati para senar. Menjentik senar dengan nada re rendah. Suaranya bergeming, disertai sebuah kilatan gelombang berwarna kebiruan muncul dalam bentuk rangkaian udara yang menyerbak kesekitar ruangan itu. Lalu memercik pecah ketika menyentuh dinding. Cast tersenyum sayup. Jantungnya berdegup.

Matanya layu menyipit. Lalu petik demi petikkan ia ambil, jari telunjuknya bekerja, jari ibu, tengah dan manis. Semuanya saling berkolaborasi bersama, menghayati seni peran yang ia ambil saat itu. Sampai kamarnya dipenuhi oleh untaian rangkaian warna-warni sebuah suara. Gelombang yang bergulir lembut seperti piringan kasat mata yang berwarna, seperti semilir angin yang terhembus halus pada sela kuping. Lalu memecah dengan satu nada dentingan kembali berbaur dengan udara sekitar. Sebuah warna, yang hanya dirinya dapat melihat. Tanpa seorangpun yang dapat merasakan atau melihat keajaiban tersebut. Ya, hanya dirinya sendiri. Seorang diri.

To Be Continued











Logged

pOpcOrN

  • Tomodachi
  • ****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 4.707
  • ^tebak ni klince ap puppy? (ღ◕ܫ◕)
Re: [MFF] HEROES Chapter 7.2 : Rosefield di page 39
« Reply #396 on: January 29, 2010, 07:22:59 am »



jah d tambain jg akirna c cast [lol]

c cast mw d jadiin bard y [laughing]

hmm ni lanjutanya masi pendek y [question]

yg kejadian dulu2na blum terungkap [read]

oia ini:

You
....
Me
...
Our Beloved Life
..
It's real ?


kyna bknya lbi pas "is it real?"

[question]

baca ni jd inget IH de  :-[

@epan: ia sring2 k sini gr2 d paksa pp [hushhush]

kiddin [giggle]
« Last Edit: January 29, 2010, 07:32:53 am by pOpcOrN »
Logged

selfy

evan_howles

  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 7.641
  • i'm going COMPLICATED!
    • CHOPYCAT PAPER
Re: [MFF] HEROES Chapter 7.2 : Rosefield di page 39
« Reply #397 on: August 14, 2012, 12:35:33 pm »

dan akhirnya ff inipun tidak dilanjutkan lg  [hmpfh]

pepe kemana yak?
Logged

GRAMEDIA BOOKSTORES
Pages: 1 ... 36 37 38 39 [40]   Go Up