;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Israel kepada Amerika: ‘Lupakan Gaza, Bom Assad!’  (Read 65 times)

politik

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 30
Israel kepada Amerika: ‘Lupakan Gaza, Bom Assad!’
« on: April 09, 2018, 02:15:48 pm »

Para pejabat Israel meminta Amerika untuk lupakan Gaza dan menyerang Suriah, menyusul serangan senjata kimia yang terjadi di Douma, Suriah, oleh pemerintah Suriah terhadap penduduk sipil. Menurut mereka, tindakan Israel terhadap demonstran Gaza adalah bentuk “pertahanan diri” dan tidak layak untuk diperhatikan.

Oleh: RT

Para pejabat Israel telah meminta Amerika Serikat (AS) untuk lupakan Gaza dan menyerang Tentara Suriah, setelah apa yang mereka sebut sebagai “serangan mengejutkan” di Douma. Tindakan keras Israel terhadap demonstran Gaza adalah bentuk “pertahanan diri” dan tidak layak untuk diperhatikan, kata mereka.

Washington harus lupakan Gaza dan melancarkan serangan terhadap Damaskus sebagai tanggapan atas dugaan serangan kimia di kota Douma, Menteri Urusan Strategis dan Keamanan Publik Israel Gilad Erdan, mengatakan kepada Radio Angkatan Bersenjata, pada Minggu (8/4), mengomentari laporan yang berasal dari kelompok anti-pemerintah di Suriah. Erdan juga mengatakan bahwa ia secara pribadi berharap bahwa AS akan mengambil tindakan militer terhadap pemerintah Suriah, yang ia tuduhkan atas serangan itu, The Jerusalem Post melaporkan. Menteri tersebut menambahkan bahwa insiden Douma menunjukkan “keharusan” untuk pembentukan pasukan AS di Suriah.

Menteri Pembangunan Israel dan mantan jenderal Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Yoav Galant, bahkan melangkah lebih jauh dan menyerukan untuk lupakan Gaza dan melancarkan serangan militer agar ditujukan langsung terhadap presiden Suriah. “(Bashar) Assad adalah malaikat kematian, dan dunia akan lebih baik tanpa dia,” kata Galant. Pemimpin oposisi Israel Isaac Herzog, meminta AS untuk mengambil “tindakan militer yang menentukan” terhadap Suriah.

Pada saat yang sama, para pejabat Israel tampaknya merasa tidak nyaman dengan masyarakat internasional yang memberikan perhatian yang tidak diinginkan terhadap perkembangan di Gaza. Puluhan demonstran Palestina dibunuh oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) selama protes massal di Jalur Gaza—tetapi Erdan mengatakan bahwa komunitas global telah melihat ke arah yang salah.

“Serangan mengejutkan tersebut menunjukkan kemunafikan internasional yang luar biasa dari komunitas internasional yang berfokus pada Israel, yang menghadapi organisasi teroris Hamas yang mengirim warga sipil ke pagar (perbatasan) kami, ketika puluhan orang terbunuh di Suriah setiap hari,” katanya.

Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman juga mengecam komunitas internasional, karena apa yang disebutnya ketidaktahuan yang disengaja tentang tragedi kemanusiaan di Suriah dan negara-negara lain, dan kritik yang tidak adil terhadap tindakan Israel. Menteri itu mengatakan secara khusus, bahwa dunia “puas” tentang kematian warga sipil di Suriah, sementara mengecam IDF karena membunuh warga Palestina sebagai bentuk “pertahanan diri.”

Pada saat yang sama, Lieberman tidak mengesampingkan campur tangan Israel sendiri dalam konflik Suriah. “Saya selalu beroperasi dengan asumsi bahwa, pada akhirnya, Israel harus berurusan dengan ancaman utara dan ancaman selatan,” katanya kepada radio KANN Israel, ketika ditanya tentang perkembangan di Suriah. Dia juga mengkritik pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang potensi penarikan pasukan AS dari Suriah, dengan mengatakan bahwa “Presiden Trump tidak meminta” pendapatnya tentang masalah ini.

Gagasan intervensi Israel di Suriah didukung oleh Kepala Rabbi Israel Yitzhak Yosef, yang menyebut perkembangan di negara Timur Tengah tersebut sebagai “genosida… dalam bentuknya yang paling kejam.” “Kami memiliki kewajiban moral untuk tidak diam dan mencoba menghentikan pembantaian ini,” katanya, sebagaimana dikutip oleh Times of Israel.
   
Pada Sabtu (7/4), sejumlah kelompok yang terkait dengan pemberontak, termasuk kelompok “pertahanan sipil” White Helmets, menuduh pemerintah Suriah melakukan serangan kimia yang diduga menyerang puluhan warga sipil di kota Douma di Ghouta Timur. Laporan-laporan itu telah memicu gelombang kemarahan di Barat, seiring AS dan Uni Eropa bergegas untuk menyalahkan atas insiden yang belum diverifikasi di Damaskus dan Moskow itu.

Baik Suriah maupun Rusia menepis tuduhan tersebut dan menyebut laporan itu berita palsu, yang bertujuan membantu para pemberontak dan untuk membenarkan potensi serangan terhadap pasukan Suriah.

Pernyataan para pejabat Israel tersebut dikeluarkan pada saat IDF terlibat dalam penumpasan brutal terhadap para pengunjuk rasa Palestina di Gaza. Protes dimulai pada tanggal 30 Maret lalu dan diperkirakan akan berlanjut hingga tanggal 15 Mei, yang bagi warga Palestina, memperingati eksodus massal paksa dari tanah mereka selama pembentukan negara Israel. Masyarakat Israel merayakannya sebagai Hari Kemerdekaan.


Israel kepada Amerika: ‘Lupakan Gaza, Bom Assad!
« Last Edit: April 09, 2018, 02:18:18 pm by politik »
Logged
Pages: [1]   Go Up