;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Seputar Diagnosa Hepatitis D yang Perlu Anda Ketahui  (Read 174 times)

spektruder

  • Kelasi
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 2
    • http://www.triharyadi.web.id
Seputar Diagnosa Hepatitis D yang Perlu Anda Ketahui
« on: August 17, 2018, 03:09:45 pm »

Umumnya, masyarakat di Indonesia mengenal hepatitis B namun terdapat penyakit Hepatitis D. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus hepatitis delta atau D dan menjangkit atau menyerang bagian hati sehingga bagian tersebut mengalami peradangan. Sebelum seseorang terjangkit penyakit hepatitis D, penderita tersebut sudah terjangkit virus hepatitis B di bagian sel hati. Penularan virus ini terjadi bisa karena infeksi bersamaan antara penyakit hepatitis B dan D ataupun disebabkan karena infeksi virus hepatitis D pada orang yang sudah terinfeksi hepatitis B.
 
Jika seseorang terjangkit virus hepatitis D, maka orang tersebut memiliki resiko tinggi menderita hepatitis D akut. Secara perlahan virus akan muncul dan menampilkan gejala dan jika tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan komplikasi yang tinggi. Sayangnya, hingga kini belum diketahui secara pasti obat yang bisa menyembuhkan hepatitis D. Untuk mendapatkan penanganan lebih dini dan tepat, maka jika menemui gejala berikut, sebaiknya segera periksakan ke dokter:
 
● Mata dan kulit menjadi kuning.
● Rasa lelah.
● Mual, muntah dan gejala maag.
● Nyeri perut dan sendi.
● Kehilangan nafsu makan.
● Gatal-gatal.
● Kelihatan bingung.
● Terjadi pendarahan dan memar.
● Warna urin yang berubah menjadi gelap seperti teh.
 
Saat pemeriksaan, dokter akan melakukan diagnosa sebelum memutuskan apakah Anda positif terjangkit virus hepatitis D atau tidak. Pertama adalah melakukan pemeriksaan antibodi. Dalam pemeriksaan antibody tersebut, jika ditemukan jenis antibodi anti-hepatitis D maka pasien positif menderita penyakit hepatitis D. Pada pemeriksaan antibodi ini tidak hanya dilakukan pemeriksaan untuk antibodi namun juga bisa diperiksa mengenai banyaknya virus yang ada di dalam darah yaitu HDV RNA.
 
Kedua adalah pemeriksaan fungsi hati. Pemeriksaan di bagian hati ini dilakukan dengan menggunakan sample darah. Dari contoh yang diambil tersebut, nantinya akan diketahui hasilnya apakah hati mengalami gangguan ataupun kerusakan sesuai dengan parameter atau indikator yang sudah ditentukan sebelumnya. Beberapa parameter yang dipergunakan adalah pengecekan kadar protein yang ada di dalam darah, kadar enzim hati yaitu SGOT dan SGPT, kadar bilirubin serta status pembekuan darah.
 
Ketiga adalah lewat USG, CT Scan untuk pemindaian apakah ada kanker hati yang disebabkan karena komplikasi hepatitis D. Jika dari hasil pemeriksaan tersebut dinyatakan positif, dokter akan memberikan suntikan setiap minggunya selama kurang lebih 12-18 bulan. Sayangnya hingga saat ini belum ada pengobatan untuk penyakit ini sehingga jika virus hepatitis B semakin kuat maka virus hepatitis D juga akan semakin infeksius. Resikonya jika salah penanganan atau tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan komplikasi diantaranya adalah kanker hati dan sirosis.
 
Agar terhindar dari penyakit hepatitis D, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, yaitu:
 
● Hindari untuk menggunakan obat-obatan terutama yang menggunakan alat seperti jarum suntik.
● Harus lebih berhati-hati jika Anda akan menindik telinga ataupun menato badan. Pastikan jika tempat yang akan Anda tuju untuk tato atau tindik memiliki sistem seperti tata cara pencucian atau penyimpanan alat untuk tato atau untuk tindik. Pastikan jika lingkungannya bersih dan jarum yang dipergunakan steril.
● Jika ingin melakukan seks terutama dengan orang yang menderita hepatitis, jangan lupa untuk menggunakan kondom kecuali dengan orang yang ‘bersih’ seperti tidak memiliki penyakit atau infeksi menular lainnya.
● Lakukan hepatitis B terutama yang memiliki resiko tinggi menderita hepatitis B.
Pages: [1]   Go Up