;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Terbaik dalam Sejarah, Ini Dia Cabor Voli Pantai Indonesia  (Read 102 times)

andresteav

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 169
Terbaik dalam Sejarah, Ini Dia Cabor Voli Pantai Indonesia
« on: November 30, 2018, 10:10:56 pm »

Cabang voli pantai putra tidak sukses dapatkan medali emas pada Asian Games 2018.

Pasangan INA 2 Ade Candra R achmawan/Mohammad Ashfiya mesti suka dengan perak sehabis menyerah dari pasangan Qatar Ahmed Tijan Janko/Cherif Younousse Samba 24-26, 17-21 pada partai final di Jakabaring Sport City tempo hari.

Indonesia mesti suka dengan 1 perak serta 2 perunggu dari voli pantai. Dua perunggu masingmasing dipersembahkan pasangan Gilang Ramadhan/ Danangsyah Pribadi yg sukses menundukkan dwi China Gao Peng/Li Yg dan duet putri Dhita Juliana/Putu Awal Utami.
Artikel Terkait : sejarah bola basket di dunia

Dhita/Putu meyakinkan satu perunggu sehabis menundukkan pasangan Kazakstan Tatyana Mashkova/Irina Tsimbalova. ”Bukan factor cuaca. Pertama kami bermain bagus. Jangkauan blok tetap bagus, namun set ke dua dikit lumayan drop. Pukulannya keras-keras, akhirnya hingga keram barusan, ” kata Ashfiya.

Walaupun tidak sukses dapatkan emas, hasil voli pantai tahun ini lebih baik selama histori keikutsertaan Indonesia pada Asian Games. Catatan terpilih, cabang voli pantai dibukukan pada Asian Games 1998 kala memberikan dua medali ; 1 perak serta 1 perunggu.

Kemudian cuma satu medali pada Asian Games 2002 serta 2006. Ade/Ashfiya sesungguhnya tampil sangatlah baik, terutama pada set pertama. Mereka bisa berikan perebutan hebat dari saingannya yg didukung oleh Ahmed Tijan Janko/Chrief Younousse.

Sayangnya, perjuangannya terus kurang baik sehabis kalah 24-26 pada permainan itu. Hasil itu malahan bikin dua atlet merah putih tambah tertekan serta merelakan medali emas buat team Qatar. ”Kita mesti mengaku kapabilitas Qatar sangatlah bagus. Namun, kita sempat menundukkan mereka pada kejuaraan Asia Pasific 2017, ” ujar Ashfiya. Pelatih team voli pantai Koko Prasetyo mengemukakan, dua medali yg diperoleh team putra mesti kembali dievaluasi kembali.

Karenanya banyak pemain tetap alami ada masalah dalam ketahanan fisiknya, terutama pada set ke dua. Ditambah lagi, Ade/Ashfiya pernah bermain sangatlah monoton yg bikin Qatar bisa membaca gerakan pemainnya itu.

Meskipun demikian, Koko terus menyatakan suka lantaran ini berubah menjadi medali perak pertama dari cabor voli pantai sehabis kali terakhir berlangsung pada Asian Games 2002 di Busan. Tetapi, ia masih punyai impian pasukannya dapat mengambil emas di saat seterusnya pada multieventterbesar di Asia itu.
Simak juga : sejarah voli


Apabila bicara 2002 bisa perak, Indonesia baru dapat kembalikan pada 2018 plusperunggu. ”Tentu bila bicara Asian Games seharusnya hingga titik paling tinggi. Ini hari saya menyaksikan perjuangan mereka sudahlah cukup maksimum.

Apabila bicara Indonesia di Asia, itu tetap ada peluang buat naik level ke tingkat dunia, ” papar Koko. Disamping itu, Gilang/Danangsyah memperoleh perunggu selepas menundukkan duet China Gao Peng/Li Yg dengan bermain tiga set 21-15, 19- 21, 15-6.

Walaupun cuma berubah menjadi yg terpilih ke-tiga, Gilang/Danang menyatakan bersukur dapat memberikan medali buat kontingen Indonesia. ”Dengan niat serta kiat yg benar, musuh besar kami tundukkan. Kami udah studi permainan lawan lebih dahulu. Kita pun tak punyai beban serta cuma coba bermain semaksimal mungkin, ” papar Gilang.
Logged
Pages: [1]   Go Up