;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Selain Menyenangkan, Kegiatan Gym Khusus Anak Ada Manfaatnya Loh  (Read 44 times)

andresteav

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 35

Banyak pusat kesegaran privat anak yg banyak muncul di berapa kota sekarang berubah menjadi preseden baik untuk banyak orang-tua yg perduli bakal tumbuh kembang buah hatinya. Tetapi, apa sesungguhnya kegunaan mengikutikan anak ke kelas-kelas pusat kesegaran.
Bacalah : unsur kebugaran jasmani

Selanjutnya keterangan dokter spesialis olah raga, Dr Imran Nurali SpKO, yang merupakan Kasubdit Bina Kemampuan Kerja Direktorat Bina Kesehatan Kerja serta Olah-raga Kementerian Kesehatan :

Bagaimana Anda menyaksikan mode pusat kesegaran yg diprioritaskan buat anak ini?

Saya menyaksikannya cuma untuk media seperti group bermain [play group] serta bersosialisasi. Soal penamaan memanfaatkan makna gym atau fitness itu cuma buat gimmick pemasaran saja.

Apakah utamanya anak ikuti latihan di gym atau pusat kesegaran privat anak?

Pada prinsipnya kesibukan fisik diperlukan oleh manusia menurut grup umur. Buat anak, kesibukan fisik seharusnya tambah banyak yang memiliki kandungan unsur bermain, biar ia tak tidur senantiasa atau duduk senantiasa atau berdiam diri saja.

Jadi [kids gym] direkomendasikan buat anak-anak biar mereka tambah banyak bekerja. Media begitu direkomendasikan buat anak balita s/d umur sekolah. Bila balita, aktivitasnya lebih baik yg berwujud permainan. Baru sehabis tingkat SD atau SMP mulai dijuruskan buat berolah raga memanfaatkan alat.

Menurut saya, kehadiran pusat kesegaran privat anak mungkin saja pun adalah pemecahan atas minimnya area di perkotaan. Tetapi, seharusnya anak-anak tambah banyak mengerjakan aktivitas fisik di luar area seperti di taman.

Arahnya tidak cuman baik untuk tumbuh kembang fisik mereka, pun biar mereka bisa bersosialisasi dengan kawan-kawan sepantarannya. Skema kegiatannya pun lebih ke permainan saja, bukan latihan fisik.

Apakah model olah raga yg disarankan buat anak?

Jadi, dalam kesegaran ada piramida dimana susunan terbawah atau yg sangat basic mencakup kesibukan fisik. Di atasnya merupakan latihan fisik, serta yg paling puncak merupakan olah raga. Tingkat basic atau kesibukan fisik berikut ini yg utama buat tumbuh kembang anak.

Dalam rencana tumbuh kembang fisik serta psikologis, anak umur balita s/d batas pubertas butuh banyak kesibukan gerak yg tak berubah menjadi pembeban untuk tulang. Olah raga yg banyak melompat serta menantang gravitasi itu malahan memercepat penutupan perkembangan tulang.

Sendi-sendi tulang bakal cepat mengeras apabila kerap berbenturan gara-gara kesibukan yg menantang gravitasi seperti melompat. Karena itu tulang berubah menjadi cepat mengeras serta perkembangan fisik anak dapat berubah menjadi hanya terbatas.

Oleh sebab itu, kesibukan yg banyak melompat atau menantang gravitasi tak diminta buat anak dibawah umur 10 tahun. Dikarenakan, mereka tetap butuh waktu buat tumbuh kembang organ krusial seperti paru-paru serta jantung.

Sehabis umur 8—9 tahun, baru anak-anak mulai dikenalkan pada latihan kecepatan. Pada prinsipnya ada 4 unsur keahlian basic yg diperlukan oleh anak, salah satunya lari, loncat, lempar, serta lontar buat melatih tangan serta kaki. 

Apakah resiko apabila anak kekurangan olah raga?

Anak yg tak biasa mengerjakan aktivitas fisik atau kebanyakan berdiam diri bakal alami rintangan pada perkembangan tulang serta otot, termasuk juga paru-paru serta jantung. Jadi biar tumbuh kembang mereka maksimum mesti disokong dengan kesibukan fisik yg tidaklah terlalu berat serta tak dipaksakan.
Simak juga : macam macam senam lantai

Berapakah kali seharusnya anak ikuti latihan fisik di gym?

Bila skema kegiatannya berwujud permainan, dibutuhkan tiap-tiap hari sekurang-kurangnya satu jam apabila tak melelahkan. Jangan sampai memaksakan anak buat mengerjakan latihan berat seperti lari.

Apa sejauh ini kelas olah-raga buat anak di sekolah kurang?

Pendidikan jasmani di SD saat ini tambah banyak dilaksanakan dalam kelas. Menurut saya, standard penjas saat ini tetap kurang lantaran tambah banyak teorinya bukan pada pendidikan keterampilannya.

Anak-anak kebanyakan cuma mengerjakan aktivitas di luar kelas cuma satu atau dua jam pelajaran dalam seminggu.  Itupun kebanyakan mereka cuma di lepaskan atau dibebaskan demikian saja oleh gurunya, hingga skema latihannya tak terukur.

Jadi, semuanya itu sesungguhnya terkait pada gurunya. Mata pelajaran penjas di SD selayaknya dikuatkan dengan melatih keahlian pergerakan basic serta kesibukan fisik di luar area.
Logged
Pages: [1]   Go Up