;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Jangan Lewatkan Sejarah dan Makna Jalan Malioboro di Yogyakarta  (Read 65 times)

andresteav

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 35
Jangan Lewatkan Sejarah dan Makna Jalan Malioboro di Yogyakarta
« on: December 06, 2018, 06:19:25 pm »

MALIOBORO adalah satu diantaranya jalan sangat digemari banyak orang di Yogya. Tidak cuman ada di jantung kota, Malioboro berubah menjadi cukuplah diketahui lantaran narasi histori yg menyertainya. Kehadiran Malioboro kerap juga di kaitkan dengan tiga tempat sakral di Yogya ialah Gunung Merapi, Kraton serta Pantai Selatan.

Baca juga : ciri ciri teks editorial
Dalam Bahasa Sansekerta, kata Malioboro berarti karangan bunga. Kata Malioboro pun datang dari nama seseorang kolonial Inggris yg bernama Marlborough yg sempat tinggal dari sana pada tahun 1811 - 1816 M. Pendirian jalan malioboro seiring dengan pendirian Kraton Yogyakarta.

Sebelumnya Jalan Malioboro dirapikan jadi sumbu imaginer pada Pantai Selatan (Pantai Parangkusumo) - Kraton Yogya - Gunung Merapi. Malioboro mulai ramai pada jaman kolonial 1790 kala pemerintah Belanda membuat benteng Vredeburg pada tahun 1790 di ujung selatan jalan ini.

Tidak cuman membuat benteng, Belanda pun membuat Dutch Club tahun 1822, The Dutch Governor’s Residence tahun 1830, Java Bank serta Kantor Pos gak lama kemudian. Kemudian Malioboro berkembang makin sangat cepat lantaran perdaganagan pada orang belanda dengan pedagang Tiong Hoa. Tahun 1887 Jalan Malioboro dibagi berubah menjadi dua dengan didirikannya tempat pemberhentian kereta api yg saat ini bernama Stasiun Tugu Yogya.

Jalan Malioboro pun punyai andil utama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Disamping selatan Jalan Malioboro sempat berlangsung perlawanan hebat pada pejuang tanah air menantang pasukan kolonial Belanda yg mau menduduki Yogya. Perlawanan itu lantas diketahui dengan moment Serangan Umum 1 Maret 1949 ialah kesuksesan pasukan merah putih menduduki Yogya sepanjang enam jam serta tunjukkan terhadap dunia kalau angkatan perang Indonesia terus ada.

Malioboro senantiasa berkembang sampai sekarang. Dengan terus membela rencana aslinya dulu, Malioboro jadi pusat kehidupan warga Yogya. Beberapa tempat strategis seperti Kantor Gubernur DIY, Gedung DPRD DIY, Pasar Induk Beringharjo sampai Istana Presiden Gedung Agung pun ada di daerah ini.
Artikel Terkait : pengertian teks sejarah

Pemerintah ditempat saat ini senantiasa mengerjakan perbaikan buat mengatur Malioboro berubah menjadi daerah yg nyaman buat disinggahi. Awal tahun 2016 ini pemerintah udah sukses mensterilkan parkir kendaraan dari Malioboro serta tengah mengatur daerah ini disamping timur buat pedestrian. Warung-warung lesehan sampai sekarang tetap dipertahankan buat membela ciri-khas Malioboro.
Logged
Pages: [1]   Go Up