;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Ini Dia empat penerbangan terakhir Pesawat Lion Air JT 610 alami kerusakan dalam  (Read 238 times)

andresteav

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 120

Hasil teranyar Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memberikan pesawat Lion Air JT 610 alami rusaknya pada sinyal kecepatan dalam empat penerbangan paling akhir, termasuk juga kala jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober waktu lalu.

Terhadap wartawan, Senin (5/11) , Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, mengemukakan kenyataan perihal rusaknya itu diterima dari perekam data penerbangan atau Flight Data Recorder (FDR) Lion Air JT 610 yg udah diketemukan di basic laut.

Malam sebelum jatuh, pesawat Lion Air JT-610 alami soal instrumen
Keluarga korban Lion Air JT 610 desak pelacakan dilanjut 'sekecil apa pun harapannya'
Lion Air JT610 : Kenapa pesawat yg tetap demikian baru dapat jatuh?
Masalah ini kuatkan kenyataan catatan tekhnis pesawat Lion Air yg diterima BBC yg memperlihakan pesawat itu alami soal instrumen pada penerbangan rute Denpasar-Jakarta, Minggu (28/10) malam.

Tetapi, menurut Nurcahyo, soal yg di alami pesawat itu bukan hanya berlangsung pada penerbangan malam itu.

" Memang kita udah akui penerbangan dari Denpasar ke Jakarta ada soal tekhnis. Nyata-nyatanya demikian kita membuka black boxnya memang yg disebut tekhnis barusan merupakan soal airspeed atau kecepatan dari pesawat, " ujar Nurcahyo.

" Nyata-nyatanya dari data black box itu, dua (penerbangan) sebelum Denpasar juga alami (rusaknya) , " susulnya.

Hak atas fotoGETTY IMAGES
Image caption
Keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 menuntut jawaban dari pihak Lion Air serta pemerintah.
Nurcahyo mengedepankan KNKT tetap mengerjakan pengumpulan bukti-bukti buat paham yang menimbulkan rusaknya itu serta bagaimana pilot menerbangkan pesawat sepanjang sinyal kecepatan alami rusaknya.

" Kita bakal jeli seterusnya apakah sebagai yang menimbulkan rusaknya, bagaimana perbaikan yg udah dilaksanakan, bagaimana pilot menerbangkan sepanjang pesawat alami rusaknya ini, " jelas Nurcahyo

" Apa soal itu datang dari indikatornya, alat pengukur atau sensornya, atau soal dengan komputernya - ini yg belum juga kami pahami. "

" Kami belum juga tahu dimana letak persoalannya, perbaikan apakah yg udah dilaksanakan, apakah buku rekomendasi mereka, bagian apakah yg udah dihapus. Ini merupakan perihal yg kami coba cari kabar : apakah kerusakannya serta bagaimana itu diperbaiki. "

Pendiri Lion Air, Rusdi Kirana, tundukkan kepalanya kala bersua keluarga korban.
Karenanya, sambung Nurcahyo, KNKT bakal menelisik lebih jauh data-data dari FDR. Ada 1. 790 paramater pada FDR yg jadikan bahan pengumpulan bukti-bukti.

" Itu utamanya black box, bila tiada black box kita gak dapat tunjukkan bila ada soal. Jadi sebelum muncul data faktual, KNKT tidak sempat menduga-duga, kami cuma dapat berkata menurut kenyataan, " ujarnya.

Dalam pertemuan pada keluarga korban dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Basarnas, KNKT, DVI Polri, serta manajemen Lion Air, Muhammad Bambang Sukandar bertindak sebagai keluarga penumpang Pangky Radana Sukandar menyoalkan kabar kalau pesawat itu udah punyai masalah waktu malam hari sebelum jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Apabila kabar itu benar, Bambang memohon Kemenhub berikan sangsi tegas pada teknisi Lion yg mengijinkannya pesawat Lion Air mengudara pada penerbangan awal kalinya.

" Teknisi atau engineer Lion Air udah bertanggung-jawab penuh lantaran menjelaskan pesawat clear buat take off kembali. Biar moment begini di Indonesia Raya tak berlangsung kembali. Tolong proses hukum. Tolong manajemen Lion Air diperbaiki. Peristiwa Lion telah banyak sekali. Tak punya tujuan mendiskreditkan Lion, " kata Bambang.

Beragam pertanyaan mengemuka
Theo Leggett, koresponden BBC di sektor usaha internasional

Hasil KNKT kalau sinyal kecepatan pada pesawat Lion Air alami rusaknya merupakan perubahan yg penting. Tabiat ganjil pesawat pada penerbangan terakhir kalinya serta ada laporan terkait soal dalam perjalanan awal kalinya udah menyebabkan spekulasi kalau mungkin berikut ini problemnya.

Kecepatan mengudara diukur memanfaatkan sensor-sensor yg dimaksud tabung pitot, yg merekam dorongan pada sayap atau permukaan sisi depan pesawat. Data ini terus ketimbang dengan data dorongan yg diterima dari 'port statis' pada sisi beda pesawat.

Dengan beragam koreksi, ketaksamaan kedua-duanya bisa dimanfaatkan buat mengkalkulasi kecepatan mengudara.

Namun, tabung pitot bisa terblokir, umpamanya, lantaran es. Masalah ini dapat sebabkan data kecepatan hawa yg ganjil hingga dapat memusingkan pilot serta mempengaruhi pesawat diterbangkan sampai mungkin berakhir pada kecelakaan.

Mengambil contoh, pesawat Air France yg jatuh di perairan Brasil pada 2009. Tabung pitot yg terblokir mengakibatkan serangkaian insiden yg sebabkan pilot berubah menjadi bingung, disorientasi, serta kehilangan kendali. Terlepas dari itu, semua faktor pesawat kerja dengan baik.

Investigasi jatuhnya pesawat Lion Air masihlah dalam babak awal serta banyak kabar dibutuhkan. Tetapi, apabila data kecepatan mengudara yg tidak bisa dipercaya berubah menjadi factor, pertanyaan kuncinya merupakan : apakah penyebabnya—apakah rancangan yg tidak baik atau proses pemeliharaan yg tidak baik, misalnya—dan kenapa persoalan-persoalan awal kalinya kelihatan tak diselesaikan.

Selengkapnya : Sumber Artikel
Logged
Pages: [1]   Go Up