;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Pinjam Uang ke Bank untuk Membeli Rumah, Begini Hukumnya dalam Islam  (Read 88 times)

andresteav

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 112

Assalamualaikum.
Saya pengin bertanya. Saya pinjam uang ke bank buat beli rumah buat anak serta istri saya. Apabila tak pinjam (credit) terasa sedikit sulit saya punyai rumah. Bagaimana hukumnya mengingat apabila kita pinjam ke bank pastinya ada bunga yang wajib dibayar? Terima kasih. (Hamba Allah)

Jawaban :
Simak juga: hukum riba
Wa’alaikum salam.
Saudara penanya yg budiman. Mudah-mudahan Allah subhanahu wata’ala terus-menerus mencurahkan rahmat-Nya terhadap kita sekaligus!

Berkenaan dengan hukum bunga bank, NU melalui ketentuan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama di Lampung Tahun 1992 udah membuahkan ketentuan kalau hukum bunga bank tetap ikhtilaf. Ada yg mempersamakan dengan riba, ada yg tak mempersamakan kedua-duanya, serta ada yg menjelaskan statusnya syubhat. Karena itu, lantas hasil ketentuan Munas itu memerinci kalau seandainya meminjam uang ke bank itu buat maksud produktif karena itu di ijinkan. Sebaliknya, seandainya meminjam uang ke bank itu buat maksud konsumtif, karena itu tak di ijinkan.

Buat saran yg membolehkan, ada catatan kalau bunga bank konvensional merupakan sama tujuannya dengan makna tarif (‘ujrah) hingga tak dapat dimaksud riba. Masalah ini mengingat kalau riba merupakan condong terhadap arah dhalim serta mendhalimi. Disamping itu, bunga bank tak bertujuan buat dhalim serta mendhalimi namun ujrah (penghasilan) terhadap bank bertindak sebagai kafil (penjamin) dari makful 'anh (yg dikasih agunan) , ialah nasabah/peminjam.

Bunga bank diputuskan menurut prinsip akad kafalah. Dengan akad kafalah, bunga disamakan dengan makna tarif. Oleh sebab itu, karena itu di-isyaratkan biar bank memberikan besaran tarif itu umumnya di muka serta masalah ini udah berjalan sampai detik ini. Besaran tarif yg sifatnya stabil (terus) ini membedakannya dengan penjelasan riba yg punya sifat أضعافا مضاعفة ialah berlipat-lipat ganda. Tarif ditetapkan menurut prinsip “keadilan. ”

Dengan menunjuk pada saran yg membolehkan dalam ketentuan Munas NU 1992 ini, karena itu ketentuan saudara penanya buat meminjam ke bank diakibatkan hajat punyai suatu rumah lantaran tingginya ongkos membuat suatu rumah merupakan di ijinkan. Ketentuan ini menurut prinsip maslahah mursalah, yg manakah satu diantaranya merupakan mengharuskan peruntukannya buat maslahah dlaruriyah (penuhi kepentingan primer) , maslahah hajiyah (penuhi hajat warga banyak/berwujud perumahan) serta maslahah tahsiniyah (ketujuan mutu hidup yg lebih baik) . Upaya penuhi kepentingan primer adalah yg disuruh oleh syara’.
Artikel Terkait : pengertian introvert


Demikian sepintas jawaban dari kami, mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan saudara. Jawaban ini semestinya punyai konsekuensi bakal ada ikhtilaf. Jadi jalan keluar, seandainya diketemukan trik beda yg dapat mengambil alih urutan pinjam ke bank itu, karena itu mesti buat ambil metode itu lantaran lebih selamatkan. Wallahu a’lam bish shawab.
Logged
Pages: [1]   Go Up