;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Jangan Lewatkan NASA Analisis Ulang Planet Berbatu yang Berpotensi Layak Huni  (Read 398 times)

andresteav

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 169

Berbagai variasi planet yg sampai kini diketemukan di semuanya galaksi Bima Sakti, kira-kira pada planet dalam category Jupiter panas, raksasa gas, planet kecil berbatu serta planet misterius yg ukurannya tambah besar ketimbang Bumi akan tetapi lebih kecil ketimbang Neptunus.

Kala kita menyediakan diri buat memberi tambahan tambah banyak kembali beberapa ribu planet yang lain ke katalog eksoplanet yg sekarang udah capai banyaknya beberapa ribu, usaha pelacakan senantiasa berbuntut buat menemukannya bukti kuat kehidupan di luar sana, lewat penemuan planet yg menyerupai dengan Bumi.
Lihat Juga : karakteristik lapisan bumi

Sejalan bertambah mutahir serta peka teleskop antariksa yg kita punyai, penemuan yg dibuat sampai kini udah memberi inspirasi suka ria serta keingintahuan di golongan ilmuwan serta warga. Kita udah sukses menemukannya planet-planet dengan konstruksi berbatu yg ukurannya tidaklah terlalu jauh tidak sama dengan Bumi, serta ada di area pantas huni bintang induk yg sangat mungkin kehadiran air berbentuk cair di permukaan planet.

Walaupun ciri-ciri ini tak menanggung suatu dunia yg pantas huni, dikarenakan kita belum dapat meyakinkan apa planet-planet ini sungguh-sungguh punyai susunan atmosfer atau lautan, namun mereka bisa mendukung mengarahkan kita menuju yg benar. Teleskop antariksa hari depan dapat pelajari sinar dari sejumlah planet ini, bisa menemukan hadirnya air atau paduan gas yg serupa susunan atmosfer kita sendiri.

Hingga kita bakal dapatkan wawasan yg lebih baik terkait suhu di permukaan planet. Disaat kita senantiasa menelaah semua factor yg pengaruhi habitabilitas, karena itu kita bakal bertambah dekat buat menemukannya suatu dunia yg punyai sinyal tanda kehidupan.

Pada factor terutama yang bisa membuat suatu planet pantas huni merupakan pembawaan bintang induknya. Massa, ukuran, serta umur bintang tentukan jarak serta lokasi “zona pantas huni”.

1. Pemetaan bintang di Galaksi Bima Sakti
Satelit Gaia punya Tubuh Antariksa Eropa (ESA) , yg di luncurkan pada tahun 2013, berubah menjadi satu diantara satelit pembuat peta bintang paling besar dalam histori. Gaia tergantung pada seperangkat instrumen berpresisi tinggi buat mengukur kecerahan, jarak, serta konstruksi bintang. Maksud misi Gaia yg sangat ambisius merupakan buat bikin peta tiga dimensi galaksi Bima Sakti kita.

Grafik yg udah dibuat sampai kini termasuk urutan lebih kurang 1, 7 miliar bintang, dengan kira-kira jarak capai 1, 3 miliar tahun sinar jauhnya dari Bumi. Pemetaan bintang oleh Gaia udah memajukan penilaian kembali pada ukuran bintang buat paham apa ukuran sejumlah bintang peluang tambah besar, lebih kecil, lebih redup atau lebih jelas ketimbang yg diramalkan oleh banyak ilmuwan awal kalinya. Penilaian kembali nyata-nyatanya menemukannya kalau banyak bintang yg diketemukan lebih cerah, serta tambah besar, ketimbang estimasi survey awal kalinya.

Untuk team astronom yg mengatur lonjakan penemuan planet dari teleskop antariksa Kepler punya NASA, yg mulai beroperasi pada tahun 2009, perhitungan kembali itu pun bermakna melakukan revisi ukuran planet-planet yg mengorbit di lebih kurang mereka.

Apabila suatu bintang lebih jelas ketimbang yg kita kira, karena itu umumnya ukurannya tambah lebih besar. Planet yg mengorbit disekitarnya, yg diukur dengan cara seimbang lewat sistem transit, selayaknya ukurannya pun semakin lebih besar. Bermakna sejumlah planet yg ukuran serta suhunya dikira menyerupai dengan Bumi, sesungguhnya tambah besar, serta kebanyakan lebih panas.

Sekumpulan data ilmiah terkini dari satelit Gaia pun memajukan pengkajian kembali pada planet-planet menjanjikan yg ada di “zona pantas huni” bintang induk, yg diketemukan oleh observatorium di pelosok dunia serta instrumen berbasiskan antariksa seperti Kepler yg diatur NASA.

Sejalan banyak ilmuwan mendapat wawasan serta arti terkait apa yg kita menganggapnya jadi dunia yg miliki potensi pantas huni, data ilmiah yg lebih baik membawa kita lebih dekat buat menemukannya planet sejenis itu, termasuk juga menemukannya kembaran Bumi pada mereka.

2. Pelajari kembali planet berbatu yg miliki potensi pantas huni
Dari sejumlah 3. 700 eksoplanet, planet yg mengorbit bintang tidak cuman Matahari, yg udah dilakukan konfirmasi kembali keberadaannya oleh banyak ilmuwan sampai kini, lebih kurang 2. 600 salah satunya diketemukan oleh teleskop antariksa Kepler lewat sistem transit, ialah menemukan penurunan tingkat kecerahan bintang disaat suatu planet melintas di muka bintang induk dari sisi pandang kita.
Baca Juga : fungsi lapisan atmosfer

Kajian terkini pada penemuan Kepler memberikan kalau 20 sampai 50 prosen bintang condong punyai planet-planet mempunyai ukuran kecil dengan konstruksi berbatu di area pantas huni.

Estimasi awal kita terkait planet-planet yg ukurannya mendekati ukuran Bumi di area pantas huni, per tanggal 19 Juni 2017 merupakan sejumlah 30 buah. Kajian data terkini, baik pada eksoplanet atau bintang induknya, memberikan kalau jumlah mungkin lebih kecil, cuma pada 2 sampai 12 buah.

Tambah banyak data yg dibutuhkan, termasuk juga wawasan yg lebih baik terkait bagaimana ukuran planet terjalin dengan konstruksinya. Dengan cara sepintas, kajian terkini mungkin kelihatan memilukan, dikarenakan bertambah mengurangi banyaknya dunia yg miliki potensi pantas huni pada beberapa ribu eksoplanet yg diketemukan sampai kini.

Namun, kajian terkini ini tak mengedit satu diantara ringkasan sangat mengagetkan sehabis lebih dari 20 tahun penilaian, kalau planet di area pantas huni merupakan soal yg biasa.

Data yg tambah banyak serta lebih baik pada planet-planet jauh di luar Tata Surya ini, bermakna merupakan suatu potret demografi yg lebih tepat terkait planet di Alam Semesta, juga sekaligus nuansa wawasan terkait konstruksi serta atmosfer planet yg miliki potensi beri dukungan kelangsungan kehidupan.

3. TESS, pemburu eksoplanet
Impian terpilih yg kita punyai sekarang terdapat pada TESS (Transiting Exoplanet Survey Satellite) , teleskop antariksa pemburu eksoplanet yg udah mulai beroperasi. Menurut estimasi, TESS bisa mengidentifikasi lebih kurang 10. 000 eksoplanet cuma dalam jangka periode dua tahun.

Memanfaatkan sekumpulan data terkini, yg dihimpun oleh Gaia dalam suatu peta area lebih dari 1, 5 miliar bintang di galaksi Bima Sakti, bakal meringankan TESS dalam menemukannya planet di lebih kurang bintang yg ukurannya kecil.

TESS bakal membawa kita beberapa langkah lebih dekat dalam usaha pelacakan buat menemukannya suatu planet menjanjikan yg miliki potensi pantas huni pada bintang-bintang di galaksi Bima Sakti.


Area Angkasa Luas Foto Community Writer Area Angkasa Luas
Kabar astronomi buat menaikkan pengetahuan kita terkait Alam Semesta serta usaha eksplorasi area angkasa luas jadi rumah ke dua manusia di saat depan.

IDN Times Community merupakan wadah yg sediakan basis buat menulis. Semua karya tuliskan yg dibikin merupakan semuanya tanggung jawab dari penulis.
Logged
Pages: [1]   Go Up