;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Yuk Simak Metode Pembelajaran di SMK dengan Terobosan Teknologi VR  (Read 310 times)

andresteav

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 132

Smarteye. id, startup rintisan Telkom tengah meningkatkan usaha utamanya, virtual reality (VR) ke ranah pendidikan.

Chief Technical Officer (CTO) SmartEye Fahmi Ramadani menjelaskan vs beta VR yg di kembangkan piigaknya dicanangkan bisa diujicoba di sebagian SMK di lokasi Jabodetabek pada pertengahan 2019. Jurusan yg punya potensi dikerjakan uji-coba pertama salah satunya tehnik mesin/otomotif, sipil/bangunan, serta arsitektur/desa interior.
Simak Juga : makalah strategi pembelajaran

Fahmi menyampaikan dengan VR, siswa dapat lakukan simulasi berkaitan di bagian kerjanya. Jadi contoh, VR sangat mungkin siswa jurusan tehnik bisa menyaksikan mesin dari bermacam sudu pandang (atas, bawah, kiri, serta kanan) . Dapat memutar mesin di hawa dengan zoom in serta zoom out.

" Lebih-lebih lagi, siswa juga dapat menyaksikan sisi dalam mesin, serta mempreteli komponen-komponen mesin. Seakan, mesin itu kelihatan transparan. Bahkan juga, dapat menyaksikan saluran fluida di dalamnya. " tangkisnya dalam info tertulisnya, Rabu (25/12/2018) .

Dia memberi tambahan, beberapa pelajar juga dapat menyimulasikan mesin dalam keadaan menyala untuk menyaksikan getaran serta rasakan suaranya.

" Sebab ini Virtual Reality, peluang peningkatan isinya hampir tdk hanya terbatas. Yg butuh serta dapat kami melakukan waktu ini ialah berdiskusi dengan beberapa pihak berkaitan khususnya dari bagian pendidikan tentang bentuk apa yg sangat diperlukan dalam pemakaian VR serta dapat di terima oleh pelajar, " ujarnya.



Ketimbang dengan penyediaan alat praktikum yg butuh ongkos lumayan besar, VR dari SmartEye tawarkan kontent yang bisa diduplikat serta diperlukan di banyak sekolah juga sekaligus, hingga termasuk lebih efektif.

" Di SMK otomotif, mesin yg mesti dipelajari terdapat banyak. Bila semua SMK mesti beli semua style mesin itu, biayanya dapat mahal sekali, " tuturnya.

Awal mulanya, VR dari SmartEye diperlukan oleh beberapa manufaktur untuk melatih karyawannya di bagian safety, pengenalan lingkungan pabrik, dll. Dari situlah, SmartEye memperoleh inspirasi untuk memperluas lingkupnya di bagian pendidikan.

" Untuk style VR headset yg diperlukan, kebetulan tahun 2019 produsen headset Oculus dapat launch produk barunya,  Oculus Quest. Kita membidik untuk menggunakan Oculus Quest itu, di samping headset Oculus Go yg saat ini telah berada pada market, " tutur Fahmi.

Dalam membuatnya, tools software yg diperlukan ialah Unity Engine. Sesaat hardwarenya memanfaatkan Oculus Go,  Oculus Rift, serta Leap Motion sensor.

Fahmi menyatakan, untuk pola pembiayaannya, SmartEye berusaha mendesak cost di tiap-tiap SMK sekecil mungkin.


" Waktu ini kami tengah berupaya pembiayaan dari bermacam sumber. Jumlah ongkos paling besar itu berada pada pembuatan beberapa konten edukasinya, " katanya.
Lihat Juga : jenis metode pembelajaran


" Ini pekerjaan yg lumayan besar, adalah penggunaan tehnologi teranyar untuk menolong transformasi pendidikan Indonesia. Karena itu kami butuh support serta kontribusi dari banyak pihak. Khususnya Kemendikbud serta sekolah yg tertarik untuk jadi pilot/tempat eksperimen pertama proyek ini, " tuturnya.

Diluar itu, Fahmi mengharap, industri-industri juga diinginkan bersedia menyiapkan akses ke sumber materi (semisalnya mesin) untuk jadikan bahan ajar berbasiskan VR pertama di Indonesia.
Logged
Pages: [1]   Go Up