;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Yuk Intip Kurikulum Konvergensi Media  (Read 365 times)

andresteav

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 169
Yuk Intip Kurikulum Konvergensi Media
« on: June 17, 2019, 11:24:02 pm »

Lembaga pendidikan harus dapat wujudkan situasi serta proses evaluasi yang sesuai perubahan jaman. Dengan demikian, peserta didik bisa aktif meningkatkan kekuatan dianya untuk berkekuatan spiritual keagamaan, pengaturan diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan ketrampilan yang dibutuhkan dianya, warga, bangsa, serta negara.

Rekonsilasi proses evaluasi tentu saja akan mengupdate referensi proses penerapan belajar-mengajar yang termuat dalam satu kurikulum. Menurut Johnson (1967), kurikulum ialah serentetan arah belajar yang diperkirakan. Sesaat menurut Taylor serta Richard (1985), kurikulum ialah isi pendidikan, daftar mata pelajaran (mata kuliah), pengalaman pendidikan, daftar mata pelajaran (mata kuliah) yang perlu dipelajari, bagian studi, serta kegiatan belajar yang diperkirakan.

Pemahaman kurikulum yang termuat dalam UU No. 20 Tahun 2003 menerangkan kurikulum ialah seperangkat gagasan serta penataan tentang arah, isi serta bahan pelajaran, dan langkah yang dipakai jadi dasar penyelenggaraan evaluasi untuk sampai arah tersendiri. Arah yang disebut ialah arah evaluasi.
Baca Juga :   jurnal media pembelajaran


Arah evaluasi yang diinginkan yakni bagaimana proses evaluasi berjalan secara baik, cepat, serta efektif dengan memakai beberapa hal yang dapat jadikan sumber belajar yang sudah ada di seputar kita, diantaranya alat evaluasi. Alat jadi alat membantu dalam proses belajar-mengajar berkembang demikian cepat sesuai perkembangan tehnologi.

Macam serta type alat juga lumayan banyak hingga bisa digunakan sesuai keadaan, waktu, keuangan, atau materi yang akan dikatakan. Alat dalam sudut pandang evaluasi ialah semua bentuk alat komunikasi yang bisa dipakai untuk mengemukakan info dari sumber/pengajar ke peserta didik. Diluar itu, alat dapat digunakan untuk mengemukakan sisi tersendiri dari pekerjaan evaluasi.

Konvergensi Alat

Beberapa type alat dapat dipakai dengan bertepatan pada suatu evaluasi dengan mengintegrasikan atau konvergensi, yang selanjutnya disebutkan dengan kovergensi alat. Konvergensi datang dari kata convergative yang bermakna penggabungan hasil atau kerja sama untuk sampai satu hasil.

Dian Widya Pury dkk dalam jurnal Mediator mengatakan konvergensi alat adalah penyatuan atau menyatunya saluran-saluran keluar (outlet) komunikasi massa seperti alat bikin, radio, tv, internet, dengan teknologi-teknologi portabel serta interaktifnya, lewat perubahan basis presentasi digital.

Dalam artian yang lebih simpel, konvergensi alat ialah bergabungnya atau terkombinasinya beberapa type alat, yang awalnya dipandang terpisah serta berlainan, contohnya computer, tv, radio, serta media massa, ke satu alat tunggal.

Pergerakan konvergensi alat tumbuh karena terdapatnya perkembangan tehnologi. Satu diantara perubahan alat yang ramai berlangsung sekarang ini ialah alat tehnologi. Perubahan tehnologi bukan sekedar memercayakan format bikin yang sampai kini sering dipakai, dan juga manfaatkan alat elektronik serta online (daring) yang lebih luas lingkupnya.

Tehnologi dalam Pendidikan

Kurikulum pada perguruan tinggi yang ada belum seutuhnya menyertakan peranan pemakaian tehnologi dalam pekerjaan evaluasi. Walau sebenarnya, tehnologi alat serta bahan sumber edukasi mainkan fungsi yang penting di proses evaluasi. Pemakaian alat serta bahan sumber information communication technology (ICT) yang sesuai dengan bisa menolong isi pelajaran lebih menarik ketertarikan pelajar dan jadikan proses evaluasi tidak menjemukan.

Edukasi memakai beberapa alat diinginkan bisa memudahkan, percepat, serta menolong proses evaluasi yang berjalan. Dengan begitu, tidak cuma peserta didik yang ditempa menjadi generasi yang berkualitas, dosen dituntut terus dapat berkembang dalam melakukan edukasi sampai jadi tenaga kerja yang lebih profesional serta mumpuni dengan manfaatkan semua bentuk tehnologi yang berada di masa millennial ini.

Smith serta Curtin (1998) mengatakan tehnologi info serta komunikasi memberi dukungan pendidikan lewat cara menolong beberapa orang muda untuk hidup di dunia tehnologi info yang kaya. Generasi yang lahir sesudah tahun 1980, khususnya yang sekarang ini jadi mahasiswa, adalah barisan umur digital. Untuk generasi ini, dunia digital lebih meresap dibanding generasi yang lain serta tehnologi jadi dunia yang mereka tahu dan jadi dunia tempat mereka hidup di dalamnya.

Andone et al (2006) sudah mengaku pelajar masa digital yang bertumbuh dengan tehnologi info serta komunikasi mempunyai karakter spesial serta rutinitas belajar yang berlainan, yang membuat mereka memakai tehnologi yang berlainan. Barisan ini jadi generasi dengan ketrampilan tehnologi yang berlainan serta dengan potensi kognitif yang benar-benar baru.

Kaplan serta Haenlein (2010) mencatat generasi muda mempunyai pengetahuan tehnis yang cukup serta mempunyai cenderung untuk terjebak memakai tehnologi online, yang pada intinya membuat pemakaian yang berlainan dengan masa alat yang lain. Dengan begitu, bisa diambil kesimpulan keadaan pelajar dalam soal ini mahasiswa sangatlah siap bila hadapi dengan kurikulum konvergensi alat.

Sekarang ini, banyak analisis mengenai utamanya konvergensi alat pada disiplin pengetahuan lain, contohnya pengetahuan komunikasi. Tetapi, analisis konvergensi alat kurang dioptimalkan di dunia pendidikan, terutamanya perguruan tinggi. Jikapun ada, cuma hanya analisis, belum pada step implementasi dari konvergensi alat itu.
Simak Juga : teori belajar humanistic

Walau sebenarnya, kita sadari bersama dengan efek perubahan iptek dapat merubah semua tatanan kehidupan manusia, terhitung dalam bagian pendidikan. Oleh karena itu, harus, skema pendidikan harus ikuti perubahan jaman. Perubahan tehnologi digital yang telah akrab dengan manusia, terutamanya pelajar, harus ditempatkan pada beberapa hal yang mendidik. Bila tidak, mereka condong memakainya untuk hal yang kurang berguna bahkan juga tidak berguna yang menyebabkan pada merosotnya kualitas generasi muda yang semestinya dapat jadi keinginan negara dan bangsa.

Dengan fungsi serta tanggung jawab pendidikan tinggi yang demikian besar, peningkatan kurikulum pendidikan tinggi jadi rumor strategis sebab terkait langsung dengan kualitas lulusan yang bisa menjadi tulang punggung daya saing satu bangsa (higher eduction for national sustainability). Karena itu itu, penulis mengaitkan ini hari telah waktunya kurikulum konvergensi alat diaplikasikan di perguruan tinggi.
Logged
Pages: [1]   Go Up