;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Yuk Intip Tradisi Dongeng dalam Peradaban China  (Read 215 times)

andresteav

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 169
Yuk Intip Tradisi Dongeng dalam Peradaban China
« on: July 01, 2019, 09:50:12 pm »

Countess Edda Ciano, puteri Benito Mussolini, ceritakan terkait ayahnya dalam buku " Witness for a Man " yg diselesaikan oleh satu orang wartawan Italia Bernama Albert Zarca.

Buku ini berikan terhadap kita satu deskripsi yg kerap menyenangkan terkait diktator Italia itu, atas anekdot-anekdot yg diingat oleh Edda.

Ibu Edda, Ny. Rachele Guidi datang dari keluarga kelompok simple.


Rachele cari nafkah dengan kerja dalam sesuatu losmen di Forli, punya ayah Benito Mussolini.

Disaat pemuda Benito kasmaran kepadanya, Rachele kerap dikuncikan dalam sesuatu kamar.


Benito-lah yg melakukan tugas-tugas gadis ini. Soalnya Benito yg cemburu itu rasakan mengkal bila ada tamu yg menaruh perhatian pada Rachele.

Mussolini termasuk juga salah satu orang manusia yg paling orisinal di dunia. Puterinya cerita sebagaimana berikut : 

" Disaat usia saya baru sejumlah minggu, ayah menemukannya trik yg pintar buat menidurkan saya. Namun langkah tersebut memang gaduh. la mainkan biola di samping buaian hingga saya tidur pulas, baru dia berhenti.

" Namun demikian tak dengar nada biola , saya terjaga. Lalu Papi ambil biolanya serta serenade mulai . Satu malam dia terpaksa sekali mainkan alat itu 67 kali!

Baca : Kejadian Pria Asal Rusia yg Bunuh Beberapa puluh Pasukan Nazi Hanya cukup Kapak

" Enam puluh tujuh kali dia terpaksa sekali menyalakan lilin serta main biola. Selanjutnya dia jadi kalap serta mulai lemparkan semua benda yg dapat digapai ke buaian. Saya masih hidup atas kegesitan ibu saya yg bebaskan saya dari kemarahan ayah. ”
Baca Juga : teks anekdot lucu

Jadi anak kecil, Edda rasakan berkesan oleh pakaian ayahnya yg cuma miliki sisi lengan saja. Fungsi pakaian berlengan satu ini merupakan buat meringankan si ayah berduel.

Edda masih ingat kalau ayahnya sebagai tokoh revolusioner yg " meledak-ledak " itu pulang dengan kemeja compang-camping serta topi peat-peot lantaran dihajar polisi.

Si ayah yg kepayahan 1/2 mati namun senang itu ceritakan perkelahiannya dengan polisi pada anak-anaknya sembari menirukan adegan yg berlangsung serta ketawa keras-keras.

Edda pun memahami kalau ayahnya pengejar wanita serta dalam soal ini tak terkendalikan. Dia sukai kekasih yg montok, tak gunakan wangi-wangian namun bersih.


Sebelum berubah menjadi " II Duce " , Mussolini sempat tertarik pada spiritualisme. Dia kerap pergi ke rumah satu orang tetangga.

Wanita itu kerap menghadirkan pertemuan spiritualisme dimana beberapa orang yg datang duduk memutari meja.

Menurut Edda, di kolong meja ayahnya " main kaki " dengan nyonya tetangga yg cantik itu.

" Wanita ini miliki puteri berusia 20 tahun " , narasi Edda. " Papi miliki inspirasi buat berikan les matematik serta Inggeris pada gadis itu. Namun les ini cepat disudahi disaat sang ibu dapatkan kalau maksud papi berikan les itu sama seperti maksud papi mengunjungi pertemuan spiritualisme " . Namun pastinya tujuan les yaitu sang puteri.


Benito Mussolini satu orang ayah yg penuntut. Dia sempat memaksakan puterinya yg masih kecil buat menggenggam kodok buduk jadi trik menangani rasa jijik.

Mengenai manfaat wanita, Mussolini berasumsi kalau tempat wanita itu dalam rumah, miliki anak serta membebaskan suaminya menguber wanita-wanita lain. Namun Edda memberi tambahan kalau dalam keluarga, ayahnya berubah menjadi " bagian puitis " yg merangsang imajinasi beberapa anak.

Ibunya sebaliknya sebagai " bagian yg keras " , yg senantiasa berpedoman pada realita.


Mussolini miliki phobia pada kuman. Demikian dengar orang bersin di dekatnya, dia jadi cemas, memerintah area membersihkan dengan diinfektans, tutup mulut serta hidung dengan saputangan serta memerintah orang yg batuk buat keluar area dengan isyarat lambaian tangan.

Dia begitu tanggap terkait berbagai hal. " Dia sempat luka hebat dalam Perang Dunia I, sempat jatuh dengan kapal terbang serta kerap berduel. Namun bila musti disuntik, dia jadi senewen serta kaku sampai jarum suntik patah demikian ditusukkan ke lengan atau tungkainya " .
Simak Juga : struktur teks anekdot

II Duce tidak juga dapat diam. Dia cuma dapat hidup di area yg hampir tak ada perabotannya, agar dapat berjalan mondar-mandir tiada jalannya terhambat. Demikian menyaksikan bangku, benda itu dia sepak ke samping.

Mussolini begitu memuji kapabilitas serta dia sungguh-sungguh pemeluk Hitler yg sejati.


Hitler disejajarkannya dengan Napoleon sebagai pujaannya.


Sudah lama sekali dia miliki perasaan berkawan pada Perancis. Namun disaat koran-koran Perancis menyerangnya, jadi kalap.

" Penghinaan sejenis itu cuma dapat dihapus dengan tembakan meriam serta bom, " ujarnya tahun 1939.

Menurut puteri II Duce, Benito Mussolini berubah menjadi orang yg kondang lantaran dia tak senang ada dekat isterinya.

Politik sangat mungkin dia pergi dari rumah serta terbebas dari pertengkaran-pertengkaran yg dilancarkan Rachele lantaran cemburu.

Dia lebih sukai digebuk polisi atau saingannya ketimbang terima omelan pedas dari isterinya. . . . lantaran dalam rumah sebagai diktator yaitu Ny. Mussolini.
Logged
Pages: [1]   Go Up