;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Jangan Lewatkan Rekapitulasi Suara Berjenjang akan Dihapus  (Read 134 times)

andresteav

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 169
Jangan Lewatkan Rekapitulasi Suara Berjenjang akan Dihapus
« on: July 05, 2019, 08:31:26 pm »

Komisi Penentuan Umum (KPU) memiliki rencana tak melaksanakan penghitungan hasil penentuan dengan cara manual serta bertahap buat Penentuan Kepala Wilayah (Pemilihan kepala daerah) 2020. Jadi alternatifnya, KPU memiliki rencana metode penghitungan dengan cara elektronik (e-Rekap) .
Baca Juga : fungsi sistem operasi 

Komisioner KPU, Viryan, mengemukakan, faksinya tengah pertimbangkan pemanfaatan metode e-Rekap ini. Penilaian itu, menurut Viryan, berdasar pada pengalaman sejak mulai 2004, dimana sekian kali Metode Kabar Kalkulasi (Situng) dimanfaatkan, namun belum jadikan jadi hasil sah kalkulasi.

" Sesaat, dari pengalaman serta pelajari kami dalam Pemilihan presiden 2019, publik persepsinya udah demikian (Situng yaitu hasil sah) , " kata Viryan terhadap wartawan kala ditemui di Selaras, Jakarta Pusat, Kamis (4/7) .

Menyaksikan persepsi publik yg begitu tinggi, KPU bakal pertimbangkan dengan cara serius pemanfaatan technologi kabar dalam kalkulasi hasil pemilu. Sampai, pada Jumat (5/7) , faksinya bakal menyelenggarakan focus kelompok discussion (FGD) untfuk membicarakan ide e-Rekap dalam Pemilihan kepala daerah 2020.

Seterusnya, Viryan memperjelas, dalam e-Rekap, hasil kalkulasi nada dari tempat pungutan suara (TPS) yg dimasukkan dalam formulir C1 bakal langsung dibawa serta dipindai. " Setelah itu langsung di-entry (ke metode) . Dari hasil scandan entryitu, seandainya udah 100 prosen, itu yg diputuskan jadi hasil sah pemilihan kepala daerah di satu wilayah, " pungkasnya.

Viryan memberi tambahan, landasan dari pemanfaatan metode e-Rekap yaitu Clausal 111 UU Pemilihan kepala daerah Tahun 2015. Dalam clausal itu udah dijelaskan penghitungan elektronik. " Tidak hanya penghitungan elektronik, bila di UU Pemilihan kepala daerah, bahkan juga sudah tiba e-Voting. Akan tetapi, untuk kami di KPU, e-Voting belum waktunya.

" Jadi, di e-Rekap saja dahulu. Kelak kita lihat seterusnya. Tengah kami kaji dengan cara mendalam serta kami berikhtiar buat menempatkan di pemilihan kepala daerah bersama-sama 2020, " kata Viryan.

KPU menyatakan udah memperoleh beberapa respon positif atas ide e-Rekap buat pemilihan kepala daerah tahun depannya. Mereka pun menyatakan penghitungan elektronik ini bakal meringkas bagian pemilihan kepala daerah. Sampai, penghitungan hasil pemilihan kepala daerah diperhitungkan paling lama dilaksanakan saat tiga hari. Seusai tuntas, hasil penghitungan itu bakal diputuskan.

" Tak ada lagi penghitungan di kecamatan, di kabupaten/kota. Setelah itu, bila penentuan gubernur tak ada lagi di propinsi, " pungkasnya.

Lewat kata lain, e-Rekap kedepannya bakal memakai metode kabar kalkulasi (Situng) KPU yg sejauh ini udah dimanfaatkan. Tidak hanya itu, karena ada ide penggu naan e-Rekap kelak, Situng bakal dimaksimumkan serta jadikan prioritas.
Simak Juga : sistem informasi

KPU berdalih pengisian data situng tidak sempat tuntas 100 prosen sejak mulai 2014 lantaran memang tak berubah menjadi prioritas. Sekarang KPU masih mengedepankan penghitungan ma nual bertahap.

Saat ini disaat e-Rekap bakal diputuskan, jadi Situng mesti 100 prosen serta wak tunya singkat sampai kelak bakal ada koreksi dengan cara tekhnis, " kata Viryan menerangkan.

Sampai sekarang, proses upload data dalam Situng belum selesai. Bahkan juga, sampai bagian Pemilihan presiden 2019 tuntas, beberapa wilayah belumlah juga merampungkan Situng. Situasi ini dikritisi Perkumpulan buat Pemilu serta Demokrasi (Perludem) . Pengamat Perludem, Fadli Ramadhanil, menilainya KPU butuh melaksanakan pelajari besar pada proses pengunggahan data pemilu ke Situng. (dian erika nugraheny ed : agus raharjo)
Logged
Pages: [1]   Go Up