;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Beginilah Upaya Singapura Mengubah Paradigma Pendidikan  (Read 177 times)

andresteav

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 169
Beginilah Upaya Singapura Mengubah Paradigma Pendidikan
« on: July 05, 2019, 09:20:13 pm »

Singapura sejauh ini diketahui dengan pola pendidikan yg begitu mengedepankan pada akademik menguber nilai akhir prima. Akan tetapi angin fresh pergantian berlangsung disaat Singapura tinjau kembali pendekatan pendidikan mereka. Ditulis dari straitstimes. com, Menteri Pendidikan Singapura Ong Ye Kung pada bulan September (28/9/2018) memberikan, " Belajar bukan bertanding " serta memiliki rencana melaksanakan sekumpulan pergantian memiliki tujuan buat kurangi pertandingan nilai antar siswa serta lebih memajukan siswa berkonsentrasi pada peningkatan evaluasi serta diri mereka sendiri. Pendekatan baru pendidikan Singapura Mulai tahun 2019, ulangan atau tes buat siswa tahun sekolah basic (6 tahun) serta sekolah menengah (4 tahun) bakal dihapus. Buat maksud ini, buku-buku laporan sekolah basic serta menengah (rapor) akan tidak memberikan apa satu orang siswa selesai menuntaskan subyek pelajaran dengan menyingkirkan rata-rata kelas, nilai keseluruhan, nilai minimal serta maksimal.
Baca Juga : artikel tentang pendidikan di Indonesia

Rapor siswa tak lagi menyoroti tidak sukses atau mencatat tidak sukses atau sukses diakhir tahun ajaran. Yg pastinya, penilaian dalam kelas atau sekolah bakal di hilangkan. Kementerian Pendidikan Singapura memberikan guru terus akan menghimpun kabar kemajuan evaluasi siswa lewat diskusi, pekerjaan rumah serta kuis. Sekolah bakal memanfaatkan pendekatan " uraian kualitatif " jadi rubah nilai. Bacalah juga : Memercepat Titik Balik Pendidikan di Palu - Donggala Dan buat siswa siswa tingkat akhir sekolah basic serta sekolah menengah, nilai buat tiap-tiap mata pelajaran bakal dibulatkan serta disediakan jadi bilangan bundar, tiada angka desimal biar tidaklah terlalu focus pada nilai akademik. World Economic Komunitas (WEF) lewat weforum. org menuturkan, " Pendekatan baru Singapura pada pendidikan begitu kontras dengan sekian banyak negara tetangga yg menguber posisi pendidikan Program OECD buat Penilaian Pelajar Internasional atau PISA. " Soft keterampilan buat pergantian jaman ekonomi Walaupun sebenarnya dari sisi peringkat PISA Singapuras senantiasa menduduki urutan pertama dengan pengumpulan score rata-rata siswa 1. 655. Empat tempat paling atas didominasi metode pendidikan Asia lain ialah Hong Kong, Jepang serta Macau. Jadi perbandingan, dalam penilaian PISA Inggris menduduki posisi ke-22 dan Amerika Serikat menduduki posisi ke-30 dengan score rata-rata 1. 476. Seterusnya WEF menuturkan pergantian pola pendidikan Singapura dari mengarah akademik berubah menjadi pendidikan mengarah holistik bakal bawa pergantian serius untuk hari depan Singapura. Peraturan ini tak lagi menguber pada kesempurnaan akademis akan tetapi saat ini lebih terhadap peningkatan kapabilitas hubungan sosial serta kompetensi dalam memastikan. Praktik evaluasi di kelas bakal sesuai dengan kepentingan industri sampai lulusan siap kerja di berapa bagian pelayanan yg terus berkembang. Sekumpulan program " evaluasi terapan " diskedulkan mulai pada tahun 2023 buat menambah peningkatan pribadi serta mendukung siswa mendapat keahlian di dunia fakta. Program ini sangat mungkin beberapa anak Singapura buat terjun ke beberapa tema " ekspresif " seperti drama serta olahraga dan tambah banyak ruangan evaluasi focus pada industri seperti pc, robotika, serta elektronik. Kendala dari orang tua serta pekerjaan hari depan Kementerian Pendidikan SIngapura sendiri menyaksikan mengatur sikap siswa pada pergantian bakal makin lebih ringan ketimbang mengedit pandangan orang-tua Singapura. Orang tua SIngapura kelamaan di besarkan dengan dorongan serta kerasnya ujian. Satu perihal belum berganti yaitu masih diterapkankannya sertifikasi sebelum tinggalkan pendidikan basic. Ujian 'menegangkan' dengan cara tradisionil masih dikira memiliki fungsi jadi pemetaan rute ketujuan profesi pemerintah tingkat tinggi. Belumlah ada ide buat mengedit faktor metode pendidikan ini.
Simak Juga : demokrasi di indonesia
 WEF dalam laporan terkait " Future Jobs " memberikan sekurang-kurangnya bakal ada 42% pergantian kapabilitas kerja di antara tahun ini sampai 2022. Soft keterampilan seperti kapabilitas berpikir krisis, kepemimpinan serta kapabilitas pecahkan permasalahan berubah menjadi kapabilitas basic yg begitu penting. Laporan itu memperingatkan kita selalu untuk berubah menjadi manusia pembelajar. Pendidikan di Singapura udah menyesuaikan buat menuruti pergantian ini. Kita bakal menyaksikan siapa yg bakal unggul dalam pertarungan kerja di saat depan.
Logged
Pages: [1]   Go Up