;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Seperti Apa Sih Penyakit Thalasemia Itu?  (Read 61 times)

firmanway

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 182
    • SehatQ
Seperti Apa Sih Penyakit Thalasemia Itu?
« on: July 22, 2019, 03:55:45 pm »

Penyakit thalasemia merupakan penyakit yang diturunkan. Thalasemia merupakan kelainan darah yang menyerang sel darah merah. Pada thalasemia, sel darah yang memiliki hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh menjadi lebih sedikit.

Secara umum, thalasemia dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
•   Thalasemia beta, dengan subtipe mayor dan intermedia.
•   Thalasemia alfa, dengan subtipe hemoglobin A dan hidrops fetalis.
•   Thalasemia minor.

Ini lho, penyebab dan gejala penyakit thalasemia

Penyebab dari thalasemia adalah adanya mutasi sel yang menyebabkan abnormalitas produksi sel darah merah dan hemoglobin. Apabila hal ini terjadi dapat menimbulkan beberapa macam gangguan yang terkait kurangnya oksigen pada sel darah merah, seperti:
•   Mudah lelah.
•   Lemah dan lesu.
•   Kulit pucat dan menguning.
•   Terganggunya pertumbuhan tubuh.
•   Warna air seni yang berwarna gelap.
•   Pembesaran di perut dan daerah limpa.
•   Nafsu makan berkurang.

Bagaimana cara mengenai penyakit thalasemia?
Untuk mengetauhi apakah seseorang menderita thalasemia atau tidak, maka tes darah harus dilakukan untuk mengevaluasi jumlah sel darah merah, warna sel darah merah, bentuk dari sel darah merah, elektroforesis hemoglobin, dan kadar zat besi di dalam darah. Kemungkinan besar anda menderita thalasemia apabila jumlah hemoglobin dan sel darah merah di bawah normal disertai adanya pembesaran limpa.

Harus bagaimana jika mengalami penyakit thalasemia?

Umumnya penderita thalasemia mengalami kekurangan darah, oleh karena itu transfusi darah secara berkala dapat digunakan untuk mengurangi gejala yang diakibatkan thalasemia. Namun, perlu diingat transfusi darah berulang memiliki efek samping seperti kelebihan zat besi. Zat besi yang berlebih dapat merusak jantung dan hati pasien.

Apabila pasien ingin menghentikan atau merasa bosan dengan transfusi darah, maka transplantasi sumsum tulang dapat dilakukan meskipun membutuhkan proses yang sangat rumit. Operasi untuk mengurangi ukuran limpa juga dapat dilakukan untuk mencegah memburuknya anemia karena hancurnya sel darah merah di limpa.

Hingga saat ini thalasemia tidak dapat dicegah, untuk mencegah terjadinya thalasemia anda dapat berkonsultasi ke dokter saat berencana melakukan kehamilan. Konsultasi bertujuan untuk mengetauhi risiko apakah thalasemia dapat diturunkan pada calon bayi anda dan mencegah calon bayi anda mengidap thalasemia.
Logged
Pages: [1]   Go Up