;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Jangan Lewatkan Najaq akan Selalu Dikenang  (Read 42 times)

achasawi

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 183
Jangan Lewatkan Najaq akan Selalu Dikenang
« on: September 06, 2019, 10:09:04 pm »

Masih ingat Najaq, badak sumatera di Kutai Barat, Kalimantan Timur, yg mati pada 5 April 2016 lalu? Kala itu, klub dokter hewan paduan dari Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan (KLHK) , Taman Safari Indonesia, Yayasan Badak Indonesia (YABI) , IPB, serta WWF udah mengusahakan keras selamatkan hidupnya. Akan tetapi, pendapat infeksi hebat pada kaki kirinya, gara-gara jerat tali pemburu, nyawanya tidak dapat ditolong.

Najaq tertangkap camera jebak/trap akhir Oktober 2015 dengan jerat tali pada kaki kiri belakangnya. Sejak mulai penemuan itu, Najaq diusahakan diamankan buat dilepaskan jerat tali itu, buat dikasihkan penyembuhan. Pada 12 Maret 2016, Najaq sukses diamankan serta penyembuhan dilaksanakan dengan antibiotik serta anti abuh dan vitamin oleh klub dokter hewan paduan.

1 tahun berlalu bagaimana sambungan peristiwa ini? Jasad Najaq, sekarang ini ada di Samarinda, Kalimantan Timur. Pasnya di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kal-tim. Kulit serta cula Najaq, udah diperiksa 1 tahun, di Institut Pertanian Bogor (IPB) serta saat ini udah dikembalikan ke BKSDA Kal-tim dengan argumen keamanan.

Info ini diungkapkan oleh dokter hewan juga sekaligus pengamat IPB di Department of Clinic, Reproduction and Pathology, Muhammad Agil. Menurut dia, kulit Najaq lebih dahulu diantar ke BKSDA Kal-tim, sesaat cula udah dikirim awal Juli 2017. “Yang masih ketinggal cuma tulang-belulang, ” pungkasnya terhadap Mongabay Indonesia beberapa waktu terakhir.





Diterangkan Agil, organ dalam Najaq udah dikuburkan di Kutai Barat, tempat ia berasal. Dikarenakan, yg diperlukan dalam analisa cuma cula, kulit, tulang-belulang, serta gigi. Menurut dia, mengawasi kulit serta cula badak ini begitu terdapat resiko lantaran kedua-duanya berubah menjadi target pemburu berkat diyakini bisa sebagai obat penyakit. Bahkan juga di Tiongkok, cula jadikan penawar rasa sakit pada badan manusia.

“Untuk barang antik, cula banyak jadikan gagang pedang atau golok lantaran begitu kuat, tidak cuman memperbagus penampakan. ”

 Simak Juga  : rumus luas permukaan tabung



Agil mengemukakan, meski udah mati, jasad serta belulang Najaq mesti dirangkai, diawetkan, lalu dibuat badak tiruan. “Sudah diusulkan kelak tulang-belulangnya dirangkai terpisah dari jasad. Tulang-belulang kedepannya seperti kerangka tengkorak, dan kulitnya bakal dibuat, diisi bahan sintetis. Culanya dibuatkan yg palsu. Ke dua serangkaian itu akan tidak rusak saat dijaga secara baik, yg tentulah diawetkan lebih dahulu. ”

Walau begitu, kata Agil, buat membuat rangka serta mengawetkan Najaq mesti ada izin pemerintah atau management authorithy. “Saat ini, perintahnya buat dibuat bersih, diperiksa, serta dicari ragamnya. Buat perihal lain mesti ada izin , ” ucapnya.




Najaq, badak sumatera di Kalimantan Timur yg saat ini tinggal cerita lama. Najaq sebagai salah di antara satu dari tiga individu badak sumatera yg tertangkap camera jebak di 2013 waktu lalu. Poto : Yayasan Badak Indonesia (YABI)


Hasil analisa

Najaq sebagai subspesies badak sumatera. Meski diketemukan di Kalimantan, nama latin badak ini belum dapat ditukar berubah menjadi badak borneo. Ini disebabkan ragamnya sama seperti badak sumatera. Apabila ada ketaksamaan seperti bentuk badan yg relatif kecil, Agil mengatakan, bisa saja lantaran aspek lingkungan serta alam Kalimantan yg tidak sama dengan Sumatera.

“Kalau memaksa rubah nama rasa-rasanya kurang pas, lantaran Najaq memang badak sumatera. Sub memang mengetahui, namun kesamaannya tambah banyak serta yg paling tampak yaitu cula. Berkenaan ukuran badan yg lebih kecil, bisa saja dikontrol situasi alam di Kalimantan. ”

Agil mengatakan, umur Najaq dikisaran 25 sampai 28 tahun. Buat mengalkulasi umur memang tak ringan. Akan tetapi, bentuk kepala serta gigi yg erosi buka kenyataan apabila Najaq yaitu badak umur tua. “Memang belumlah ada rumus buat mengasumsikan umur. Tidak sama dengan sapi, dapat dihitung dari banyaknya gigi yg tanggal dan seterusnya. Kami menyaksikan Najaq dari erosi gigi-giginya yg bahkan juga sudah ada hampir habis. Rekomendasi ukuran kepalanya bisa juga disaksikan. ”

Artikel Terkait : rumus lingkaran



Rangka badak Torgamba. Torgamba yaitu badak pertama yg diamankan di rimba Riau, 25 November 1985, serta mendiami 12 tahun di Kebun Binatang Howletts and Port Lympne, Inggris, sebelum dipulangkan ke Indonesia . Torgamba mati pada 24 April 2011. Poto : SRS-YABI-TNWK


Lahirkan badak baru

Sekarang ini, Agil mengatakan, banyaknya badak di Kalimantan diprediksikan lebih kurang 20 individu. Populasi itu akan habis, apabila tak ada kelahiran baru. Karenanya, pemerintah mesti peka pengamanan badak di Kalimantan. Bukan hanya tangkap lalu bikin ruangan konservasi, namun juga mesti berusaha kelahiran badak-badak baru.

“Jangan cuma membela populasi namun mesti menaikkan populasi. Langkahnya, dapatkan serta tangkap, translokasi badak di kantong yg tak viable, pelajari status reproduksi serta patologi organ reproduksi badak yg tertangkap. Lalu, pelajari genetik individu itu. Karena ada kelahiran baru, jumlah semestinya semakin bertambah, ” katanya.

Apabila ada badak yg terusik pada organ reproduksinya, pemerintah dapat berusaha proses bayi tabung. Agil mengatakan, Malaysia tengah berusaha proses bayi tabung, berkat badak mereka sungguh-sungguh punah. “Kita dapat menyontoh Malaysia, mereka tengah usahain itu disana. ”

Seusai proses berjalan, lanjut Agil, baru bikin konservasi badak. Luasnya sesuai dengan kepentingan serta kapasitasnya, serta diyakinkan aman. Badak akan tidak sama sama menyakiti dengan lainnya, di sini. Sejumlah individu dapat di kombinasi, terkecuali pada waktu kawin. “Kalau saat kawin itu beda. Badak betina dapat mencelakai badak jantan seandainya didesak. Bila badak jantan itu dapat kawin kapanpun, anytime, ” pungkasnya.



Loloskan badak

Kepala BKSDA Kal-tim, Sunandar Trigunajasa, mengemukakan pemerintah bakal berusaha keselamatan badak-badak sumatera yg hidup di Kalimantan. Faksinya berkesinambungan bakal konservasi serta berusaha kelahiran baru.

“Tentu kita usahakan menambahkan populasi, kita bekerja sama-sama dengan IPB serta peneliti-peneliti lain, termasuk juga dari yayasan konservasi, ” ucapnya. Sunandar memperjelas, kematian Najaq sebagai pukulan paling berat buat Kalimantan. Sampai, badak-badak yang ada mesti lekas diselamatkan serta diusahakan menaikkan banyaknya badak baru.

Disinggung perihal rangka hasil Najaq, Sunandar mengemukakan faksinya memang memiliki rencana menyempurnakan kembali semua rangka tulang-belulang Najaq. Faksinya akan juga bikin Najaq imitasi, dari kulit aslinya diisi bahan plastik serta sintetis jadi rubah organ dalam.

“Rangka diatur terpisah dengan kulit. Kulitnya, bakal dibuat badak imitasi sendiri, bakal dirangkai memanfaatkan kawat serta bahan sintetis. Namun, semuanya itu butuh ilmu dan pengetahuan dalam. ”

Menurut Sunandar, ide itu udah diatur di laboraturium anatomi. Setelah itu, mesti di sepakati dimana kerangka itu di letakkan. “Saat ini, kita belum punyai museum, ” pungkasnya.

Badak sumatera dikatakan pun the hairy rhinoceros, lantaran permukaan tubuhnya tertutupi rambut pendek serta kaku. Berdasar pada persebarannya, satwa langka ini dibedakan dalam tiga subjenis. Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis menyebar di Sumatera, Malaysia, serta Thailand. Dicerorhinus sumatrensis harrissoni ada di lokasi Kalimantan. Sesaat Dicerorhinus sumatrensis lasiotis dimulai dari Myanmar sisi utara sampai Assam serta Pakistan sisi timur.

Buat subjenis Dicerorhinus sumatrensis lasiotis, sejumlah pengamat badak mengemukakan, keberadaannya udah tak ada lagi sejak mulai sejumlah tahun yang kemarin.
Logged
Pages: [1]   Go Up