;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Uniknya Cara Komunitas Fossil Free Bengkulu dorong pengembangan energi terbaruka  (Read 58 times)

achasawi

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 183

Komunitas Fossil Free Bengkulu mendorong pemerintah mengembangkan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik daerah ini sekaligus mengurangi penggunaan energi fosil yang berdampak buruk bagi lingkungan dan masa depan.

"Kampanye kami adalah mendorong pemerintah dan komunitas termasuk dunia usaha untuk meninggalkan energi fosil dan transisi ke energi bersih," kata Koordinator Komunitas Fossil Free Bengkulu, Cimbyo Layas Ketaren saat peluncuran komunitas itu di Tapak Paderi, Minggu.

Baca Juga: <a href="http://arsiteksipil.com/harga-kitchen-set-minimalis.html" target="_blank" rel="noopener">ukuran kitchen set</a>

Peluncuran komunitas diikuti berbagai komunitas lain di Bengkulu itu diisi talkshow, pembuatan media kampanye, instalasi solar panel dan selebrasi peluncuran komunitas dengan meluncurkan layang-layang bertuliskan "Tolak PLTU batu bara".

Menurut Cimbyo penggunaan energi fosil telah bertanggungjawab menyumbang emisi global yang memicu perubahan iklim.

Sementara di Bengkulu penggunaan energi fosil dalam pembangkit listrik saat ini cukup kecil yaitu 13 persen sedangkan 87 persen disumbang dari energi terbarukan yaitu PLTA Musi dan Tes.

"Seharusnya pemerintah meningkatkan kapasitas pembangkit energi terbarukan yang sumbernya melimpah, seperti air, matahari, angin dan gelombang," ucapnya.

Sayangnya pemerintah justru menambah daya listrik dari energi fosil yaitu PLTU batu bara di Teluk Sepang, Kota Bengkulu yang akan berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Peluncuran komunitas ini tambah Cimbyo juga sebagai ajakan dan imbauan kepada masyarakat dan pemuda Bengkulu untuk mendukung gerakan massal di dunia dalam kampanye "jeda untuk iklim" yaitu gerakan global yang digelar pada 20-27 September untuk mendorong para pihak segera memulai aksi untuk beralih 100 persen ke energi terbarukan.

Sementara Dosen Fakultas Teknik Universitas Bengkulu, Agus Nuramal saat talkshow mengatakan penggunaan energi terbarukan adalah keharusan karena energi fosil pada waktu tertentu akan habis.

"Mau tidak mau memang harus beralih, persoalannya adalah kemauan politik yang harus diperkuat," kata Agus.

Pilihan Redaksi: <a href="http://arsiteksipil.com/harga-pagar-rumah-minimalis.html" target="_blank" rel="noopener">harga pagar rumah</a>

Sementara Ketua Kanopi Bengkulu Ali Akbar mengatakan penggunaan energi fosil terutama PLTU batu bara sudah ditolak masyarakat yang tinggal di sekitar pembangkit karena dampak buruk yang ditimbulkan.

"Kami berusaha menyampaikan informasi kepada masyarakat luas bahwa PLTU ini tidak layak untuk manusia karena banyaknya zat – berbahaya yang dihasilkan oleh PLTU batu bara berbahaya bagi tubuh kita," katanya.
Logged
Pages: [1]   Go Up