;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Jangan Lewatkan Gali Dalam Makna Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika  (Read 60 times)

achasawi

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 183

Untuk sejumlah orang, kejadian perayaan kemerdekaan Indonesia ini berubah menjadi renungan yang dalam buat menggali kembali nilai-nilai Pancasila serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Seperti renungan malam kemerdekaan serta Sarasehan Budaya Purnomosidi yg disertai oleh budayawan, Aliansi Pengembangan Desa Nusantara (APDN) serta beberapa pemuda di Candi Palah Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jumat (16/8/2019) malam.



Aktivitas malam renungan ini sesungguhnya sebagai aktivitas rutin yg diselenggarakan oleh Instansi Perlindungan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) tiap-tiap malam bulan purnama.

Seiring dengan malam kemerdekaan RI yg ke 74, aktivitas ini di isi dengan diskusi terkait pandangan berkebangsaan dengan membawa obyek 'Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa'.

" Maksud khusus dari aktivitas ini ialah kita berbarengan sama sama bertukar ingatan terkait keilmuan, budaya juga pandangan berkebangsaan. Tidak hanya itu pun seiring dengan malam kemerdekaan kita mau menumbuhkan semangat banyak pemuda, " kata Ketua LP2BN, Aris Sugito kala dijumpai BLITARTIMES.

Dari obyek yg diangkat ialah Bhinneka Tunggal Ika dialihkan dengan cara harfiah bermakna 'Beraneka Satu Itu', yg berarti walaupun berlainan namun pada intinya bangsa Indonesia terus yaitu satu kesatuan.



Hal semacam itu didukung dengan Pancasila jadi basic serta ideologi negara Indonesia sebagai seperangkat nilai sebagai pandangan hidup untuk negara Indonesia.

Menurut Aris, semboyan ini yg pas dimanfaatkan buat mendeskripsikan persatuan serta kesatuan Bangsa serta Negara Kesatuan Republik Indonesia yg terdiri atas berbagai variasi budaya, bahasa wilayah, ras, suku bangsa, agama serta keyakinan. Perihal ini yg butuh ditancapkan pada generasi-genarasi penerus bangsa.

" Sekarang ini bangsa kita tengah dicekoki habis-habisan dengan budaya asing serta politik beradu domba. Jadi butuh kita tekankan kembali lagi generasi muda kalau berhimpun kita teguh, bercerai kita jatuh, perihal ini pulalah sebagai motto pejuang-pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia buat mengambil dan wujudkan satu kemerdekaan yg mendasar, " tegasnya.



Dari renungan itu Aris mengharapkan, banyak pemuda bisa menyerap serta menyimpan pandangan terkait akhlak ataupun pandangan berkebangsaan.

Lebih dalam kondisi kemerdekaan begini harusnya aktivitas diskusi itu bisa menaikkan rasa nasionalisme serta kesayangan pada negara kesatuan republik Indonesia.

" Ke depan harapannya banyak generasi muda ini mampi menyerap serta menyimpan pandangan akhlak serta pandangan berkebangsaan. Dengan frame budaya harapannya bisa juga menaikkan pandangan terkait budi pekerti biar generasi muda ini lebih baik buat selanjutnya, " katanya.
Simak Juga :makna pancasila sebagai dasar negara

Disamping itu Ketua Aliansi Pengembangan Desa Nusantara, Agus ‘Kentunk’ Kurniawan menandaskan faksinya bakal mengusahakan mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika ke desa-desa.

Harapannya pemuda desa dapat berubah menjadi pendahulu semangat kebhinekaan dari pinggir. Artikel Terkiat: sistem pemerintahan parlementer

“Pancasila serta kebhinekaanakan kita sosialisasikan ke desa-desa di Kabupaten Blitar. Usaha itu kedepannya dapat lewat sarasehan, tinjauan, diskusi serta sekolah rakyat. Tidak sama itu indah, Bhinneka Tunggal Ika tersebut Indonesia. Dirgahayu Indonesiaku, mudah-mudahan di umur k3 74 ini NKRI bertambah terbangun kebhinekaan nya serta bertambah jaya, ” jelasnya.
Logged
Pages: [1]   Go Up