aoi nyantol lagi,,, btw ko sepi amat yahh??
padahal aoi uda bbrapa hari ga mengunjungi tret ini.. mngkin minna sama sdg sibuk yah??
(maklum lagi nganggur nungguin dftr ulang,,hehe)
gambatte yo!!
aoi mw masukin fic pertama aoi,,pertana x nya jd kalo rada aneh gpp ya..

Author: Aoi-hitomi
Email:
fitmelmanteph@yahoo.comGenre: agak menjurus yaoi sih,,pengennya humor,,one-sh0t
Author’s note: ni fic pertama banget Aoi. Jadi kalo garing maafkan yahh,, terinspirasi dari suara sexy Doiha-chan di Anata no Tame ni, n dorama hanakimi.hehe,,Yahh,,happy read aja.
Komen ditunggu yaaa
HOMO JANAI [??]
Sosok itu semakin mendekatiku….
“Ken….”bisiknya dengan suara sexynya. Ia semakin mendekat hingga memojokkan tubuhku ke dinding. Aku dapat menatap dengan jelas matanya yang sangat indah dan misterius… wajahnya yang putih dan sangat halus… Bibirnya yang berwarna merah muda… Rambutnya yang hitam pekat sebahu, sangat lembut…
Dadaku bergemuruh… Ada apa denganku?? Tak biasanya aku menjadi tak berkutik seperti ini.
“Bolehkah aku melakukan… ini…??” Malaikat itu melingkarkan kedua tangannya di sekitar leherku. Menatapku tajam dengan pandangan yang liar, sebelum akhirnya ia menciumi bibirku dengan nafsu.
“Mmhhh….” Aku pun menikmati ciumannya, tanganku memeluk pinggangnya yang sangat ramping. Mendekapnya dengan erat,, gairah telah menjalari tubuhku. Tanpa sadar aku mengangkat makhluk cantik kecil itu. Meletakkannya dengan hati-hati di atas ranjang kamarku. Lagi-lagi aku menatap matanya yang sangat indah namun liar itu.
Aku menindihnya dan mulai menciumi lehernya. Tanganku menyelip ke dalam kemeja putihnya dan perlahan melepaskannya.
“Ahh~~” desahnya. Aku semakin bernafsu dan gerakanku semakin kasar. Aku terus menciumi lehernya yang jenjang sambil terus menanggalkan pakaiannya. Tubuhnya yang polos berkeringat mulai terlihat. Kurasakan jemarinya yang mencengkram rambutku dengan halus. Aku tak kuasa menahan nafsuku yang begitu membara. Dan akupun mulai beraksi (tahulah….maksudnya ‘itu’).
“Ke-Ken! Ahh~~ bisakah… lebih halus … sedikit?” desahnya.
“UUhhh~~ Aku tak bisa, Haido-chan… kau…kau itu terlalu… nikmat…” aku terus melakukannya. Haido di bawahku pun menunjukkan bahwa ia sangat menikmatinya. Hingga kami pun berada di puncak…… Haido menjerit.
“AAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHH~~~~~~~~~”
GEDUBRAAAAKKKKK!!!
Ken terjatuh dari ranjangnya dengan sangat keras. Kepalanya terbentur dan menyebabkan kepalanya pening. Ia segera tersadar dari tidurnya, dengan wajah pucat pasi….
“Itu-itu-itu…mimpi APA?!”
Di Studio…
“Ne, Yukki, kira-kira kemana ya si Ken??” tanya sang leader.
“Entahlah… tapi bukannya sudah biasa ya kalau dia datang terlambat?”jawab Yukki sambil menyetel drumnya.
“Aku tahu, tapi masalahnya adalah…” Tetsu mendelik ke arah Hyde yang lagi asyik baca majalah. “Biasanya ia datang tidak lebih telat dari Doiha-chan.”
“So desu ne…” Yukki menjawab sekenanya. Ia memang malas memusingkan si Ken yang memang kadang suka ga jelas.
“Paling2 ia harus mencuci celanaya yang basah gara2 mimpi kotornya,” kata Yukki tenang. Tetsu hanya mengangguk-angguk.
Gedubrak!
Ketiga personil laruku itu langsung menengok kea rah suara jatuh itu.
“Ne, Ken-chan!! Kau tidak apa2??” seru Hyde seraya mendatangi Ken yang terjerembab. Sebenarnya Ken terkejut karena mendengar tebakan Yukki –yang –amat-sangat-tepat. Makanya ia terjatuh begini.
Saat Ken mendongakkan kepalanya, si objek mimpi muncul di atasnya.
“A-a-a-aku gapapa!!” kata Ken dengan wajah yang memerah dan gelagapan.
Dasar!! Kenapa aku bisa gugup gara2 ngeliat Haido?? Seorang Kitamura Ken yang terkenal dapat menaklukkan semua wanita?? Ga mungkin!! “Kalo gapapa cepetan berdiri dong Ken-chan,,jangan malah menatapku dengan tatapan hentai begitu…” kata Hyde dengan polos sambil menyodorkan tanganya untuk membantu Ken berdiri.
“A-a-a-apa maksudmu dengan tatapan hentai Haido!! Ga mungkin kan aku berpikiran macam2 tentangmu?! Aku normal!! Kayak ga ada wanita sexy aja di dunia ini!! ” seru Ken keras sambil berdiri mengabaikan tangan Haido yang terjulur.
“Hah?” Ketiga personil laruku itu langsung terbengong2 melihat tingkah Ken yang sangat ‘aneh’ (baca: mencurigakan.red).
Ken langsung menuju amplifier di ujung ruang studio dan mulai menyetel gitarnya dan mengotak atiknya dengan gugup.
Dasar, apa yang telah kukatakan ?! Haido, Tetsu, dan Yukki yang bingung masih tak melepas pandangan dari si gitaris.
“Apa ia salah makan?” tanya sang leader bingung.
“Apa ia terlalu banyak minum?” tanya sang drummer curiga.
“Apa ia digigit Dracula yang lagi datang bulan?” tanya sang vokalis ngaco.
“Ga mungkin Haido!(Doiha-chan!)” sergah Yukki dan Tetsu berbarengan sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah mereka.
“Kalo gitu aku balik lagi aja baca majalah, toh aku ga harus nyetel apapun…” kata Haido sambil ngeloyor pergi ke sofa hitam di pojok ruangan dan kembali membaca majalahnya.
Sementara itu Ken mulai melirik-lirik kea rah Haido.
Tidak ada yang aneh dengan Haido! Kenapa aku bisa begitu saja memimpikannya? Mungkin aku terlalu lelah saja. Ken balik menyetem gitarnya.
Atau terlalu bernafsu ya? Ken buru2 menggeleng2kan kepalanya, mengusir bayangan Haido telanjang yang mulai menyerang pikiran peka hentainya.
Tiba-tiba haido memecah keheningan di ruangan itu.
“Ne,ne,ne !!! dengar, dengar!! Aku akan membaca artikel di majalah ini!” kata Haido dengan berseri2. Tiga orang yang lain menengokkan kepala mereka kea rah bishounen mungil berisik itu.
“BERDASARKAN HASIL POLLING YANG DILAKUKAN OLEH MAJALAH WHAT’S IN? EDISI MINGGU INI, KATEGORI PRIA TERTAMPAN DAN TERMISTERIUS DIMENANGKAN OLEH HYDE DARI L`ARC~EN~CIEL DENGAN GACKT DI PERINGKAT KEDUA. Fufufu… kalian dengar?? Terus ada hasil wawancaranya~ MENGAPA KAMU MEMILIH HYDE SEBAGAI KATEGORI TERTAMPAN DAN TERMISTERIUS? Ada yang jawab gini~MEGUMI-17 TAHUN. MENURUTKU HYDE MEMILIKI WAJAH YANG SANGAT KHARISMATIK DAN MISTERIUS. TATAPAN MATANYA TAJAM DAN INDAH, SUARANYA SEXY, WAJAHNYA SANGAT CANTIK DAN ARTISTIK DIBANDING PRIA LAINNYA, PROFILNYA JUGA TIDAK DIKETAHUI SECARA JELAS. IA BENAR-BENAR COOL!!” Hyde dengan bangganya membacakan artikel dengan dada yang terbusung dan wajah yang berbinar-binar.
“Hoahahahahahahahah!!! Kalian dengar?? Aku mengalahkan Gackt yang katanya mampu menaklukkan wanita dengan sekali tatap!!” teriak Haido menyombongkan diri dengan polosnya.
“Wajah artistic dan kharismatik, suara sexy, cool… Fufufufu aku benar2 dipuja fans ya!!” lanjut Haido sambil terus ke-ge-eran.
“Terserah kamu aja deh Haido.. tapi emangnya kamu ga terhina ya dibilang cantik?? Dasar orang ke PDan..” kata Yukki datar dan malas.
“Alah!! Itu sih orang buta Doi Hachirou,, kalau mereka tau barusan kamu tertawa sambil mangap2 keGRan , mereka pasti menyesal uda bilang kamu misterius!” kata Tetsu sambil mengejar Haido yang berlari karena majalahnya mau dicolong Tetsu.
Ken mulai berdebar2 ga karuan. Suara sexy? Tatapan mata yang tajam?
Tiba-tiba ia teringat mimpinya tadi malam.
“Ken….”bisiknya dengan suara sexynya. Aku dapat menatap dengan jelas matanya yang sangat indah dan misterius… Ken merasakan dadanya bergemuruh mengingat tatapan liar Haido di mimpinya tadi malam.
Hei hei hei,,, kenapa ini?? Aku kan normal ? Kenapa jadi deg-degan gini?? Uwaa~ jerit Ken dalam hati.
“Ne,ne,ne, Tetchan~~” Tetsu masih mengejar Haido yang berlari kesana kemari.
“Bukannya kamu juga,, jatuh cinta pada pandangan pertama saat menarikku ke bandmu??” tanya Haido dengan polos.
“Heh?!” tetsu merasa wajahnya memerah. “Enak aja!! Aku kira kamu adalah banci waktu pertama kali melihatmu!!” Tetsu berbohong. Sebenarnya ia memang sempat jatuh cinta, tapi kandas begitu tahu Haido adalah lelaki.
“Ne Doiha-chan!! Kenapa sih kamu harus lari-lari seperti ini!! Aku kan Cuma mau memastikan apa majalah itu benar2 bilang kayak gitu!!” Tetsu dapat meraih ujung baju Haido.
“Nggak mau!! Kamu pasti akan merusak kesenanganku dengan mengingka- KYAA!!” Haido menjerit begitu jari Tetsu menggelitik pinggang Haido. Ken langsung mendelik tegang kea rah mereka berdua.
“KYA-KYA- tetchan!! Jangan sentuh di –AAW- bagian itu doong!!”
Keringat dingin Ken mulai bercucuran mendengar suara (sexy)Haido.
“Hehehe,, rasakan ini Doiha!!” Tetsu melancarkan serangan gelitiknya di bagian pinggang Haido, terus ke bagian…bawah.
Ken melotot.
“AA~ jangan gitu –haha- doong!! Geli –aaww- taauuu!!” seru Haido ga jelas gara2 kegelian. Tetsu terus menggelitiknya hingga…
Gubrag! Tetsu dan Haido tersandung kabel dan jatuh berhimpitan. Yukki yang dari tadi hanya mendengarkan ocehan mereka aja sampai menengok untuk melihat keadaan mereka berdua. Sekilas dilihatnya wajah Ken yang kayak kesurupan Vampire impotent (n__n ;

“Aduh, Tetchan!! Jangan meNINDIHku doongg!” seru Haido yang –karena pikiran ngaco Ken- terdengar menggoda. MENINDIH ? ? !Ken mencengkram gitarnya kuat.
“CUKUP KALIAN BERDUA!!!! KALIAN KAN BUKAN HOMO!!! TETSU, JANGAN MENINDIH HAIDO-KU !!” teriak Ken gahar kea rah Tetsu dan Haido. Tetsu, Haido, dan Yukki lagi2 terbengong2 melihat kelakuan aneh paman hentai ini.
“Ho, homo?” Tetsu gelagapan.
“Ha, haido-ku?” giliran Haido yang gelagapan.
“Ah~~ itu,, ma-maksudku, Ha-ha-haido-ku~~ku~nn,, ya ya ya Haido-kun!!” sekarang malah Ken yang gelagapan dengan wajah kayak kesurupan kepiting impotent (loh??).
“Kayaknya yang homo itu kamu deh Ken!” kata Yukki sekenanya.
“Si~sial,, apa maksudmu hei Yukki!!”
“Sudah! Sudah! Kita akhiri saja omongan kita yang ngawur ini!! (emang) Cepat ke posisi kalian masing2!! Kita main satu lagu dulu untuk pemanasan!” Tetsu rupanya sudah meraih kembali wibawanya setelah kasus tindih tadi.
“Haaiiiii~ leader-sama!!” ujar mereka kompak karena ga berani lawan Tetsu yang udah mulai otoriter seraya mengambil bagian masing2.
Istirahat…
Ken terbaring di sofa hitam tempat tadi Haido membaca majalahnya. Sebelah tangannya menutup matanya. Dan sebelahnya lagi memegang rokok. Ia berusaha menenangkan diri dengan kesunyian di sekitarnya. Ruangan itu memang sepi sejak ditinggal makan siang ketiga member yang lain.
Dasar!! Kenapa aku bisa berpikiran untuk memiliki Haido? Bahkan sampai cemburu pada Tetsu dan bilang Haido-ku segala! Kalau mereka salah sangka gimana? Dasar Ken no BAKA!!! Erang Ken dalam hatinya.
Doshite?? Biasanya yang ada dipikiranku hanyalah wanita2 sexy berdada montok berpinggul besar dan ber-dynamite body. Kenapa sekarang jadi … Haido? Ia memang cantik sih, tapi ia cerewet dan berisik. Dan yang paling penting,, dia kan COWOK. Cowok mana punya dada besar. Ken bergidik membayangkan Haido berdada. Ken menghisap rokoknya dalam2.
“Fuuuhhhh….”
“Ga makan siang Ken??” tanya si pemilik suara sexy itu. Ia duduk di sebelah kepala Ken dan menundukan kepalanya tepat di atas kepala Ken. Ken yang membuka matanya terbelalak melihat wajah Haido berada tepat di atas wajahnya. Sontak ia terbangun.
JDUGG!!
“Awww—itte!!!!” teriak Haido sambil mengusap2 jidatnya yang terbentur jidat Ken.
“Awchh—gomen Haido!!”
“daijoubu yo.. Aku lebih khawatir dengan kamu yang terlihat aneh dari tadi pagi, Ken-chan.” Kata Haido perhatian. “Kamu sakit?”
“Iie,, aku ga sakit ko haido. Mungkin Cuma banyak pikiran,” diliriknya Haido yang duduk di sebelahnya sambil cemberut dan masih mengusap2 jidatnya. Manis.
“Banyak pikiran? Emang kamu bisa mikir selain hentai?” tanya Haido iseng.
“Weits~ sial kamu Haido!!” Ken menjepit kepala Haido dan memiting tubuhnya.
“Aw aw aw!!! Ampun Ken!!” jerit Haido kesakitan.
“Makanya jangan asal ngomong!”
“Habisnya, dari tadi kamu aneh, Ken. Aku sempat ngira kamu kerasukan kuntilanak impotent,” ken langsung mendelik sinis kea rah bishounen berisik itu.
“Iya,iya, aku Cuma becanda!! Peace!” kata Haido sambil membentuk huruf V dengan kedua jarinya.
Tiba-tiba kedua pengganggu (dalam pikiran Ken) muncul di depan pintu studio saat Ken dan Haido sedang bergulat saling menggelitik.
“Kalian ngapai sih?” tanya Yukki datar melihat keisengan kedua temannya.
“Eh~” semburat merah muda muncul di pipi Ken. Menjadikannya persis seperti kakek hentai yang lagi mabuk dan menggoda gadis SMA di pinggir jalan.
“Oke! Cukup main-mainnya! Sekarang kita akan berlatih lagi,, siap-siap di posisi kalian!” perintah leader-sama ke semut2 pekerja di depannya. Semut berwajah hentai melakukan protes.
“Ne, tetsu, tapi aku belum sempat makan siang…”
“Itu salahmu sendiri. Aku sudah memberikan waktu makan satu jam. Malah kamu gunakan untuk merokok. Sudah sana, ambil gitarmu!” perintah ratu semut.
Ken berjalan gontai kea rah gitarnya.
“Oke,, sekarang kita mainkan lagu Anata no Tame ni. 1,2,3, go!”
Haido mulai menyanyi dengan suaranya yang khas…
Uiii Uii...Uiii uiiii *gonjreng*gonjreng*
…anata ga sukoshi zutsu… ubatta jiyuu…moo itami o kanjinai ushinau koto ni mo… Ken melirik Haido sambil terus menggenjreng gitarnya. Haido tengah menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan. Ia menggenggam mic dan menggoyangkan badannya mengikuti irama lagu.
Kakkoii na….…Just the way you want it
boku o suki ni sureba ii sa… Ken terus memainkan gitarnya sambil berusaha berkonsentrasi dari penampilan Haido yang tadi sempat mengalihkan perhatiannya.
ima wa michibiku mama ni
aruite yuku dake
keredo sakende itayo wazukana sora e yo… Suaranya memang benar2 indah. Haido tahu benar teknik menyanyi yang dapat memikat siapapun yang mendengar, pikir Ken. Sekali lagi Ken melirik kea rah Haido yang makin semangat menggoyangkan tubuhnya.
Kawaii na…… …Just the way you want it
anata no tame ni warau itsumoMimpi itu lagi2 mulai merasuki pikiran Ken.
“Ke-Ken! Ahh~~ bisakah… lebih halus … sedikit?” desahnya. …How can I leave you
anata no tame ni kieta just one truth Dame! Dame! Aku nggak boleh kebayang2 lagi! Aku harus konsentrasi untuk solo gitarku sehabis ini! Pikir Ken dengan galau. Keringat dingin bercucuran…
…doo sureba ii? Ah… nani o sureba Ken kelepasan melirik kea rah Haido. Haido menarik napas… *glek* Ken memelototi Haido sambil menelan ludahnya. Pikiran mimpi hentainya ga bisa berenti.
Hingga kami pun berada di puncak……mitasa-re-ru- no- ka?AAAAAAAAHHHHHH~~~~~~CROOOOTTTTTT!!!!!!!
Ken tidak dapat melanjutkan ke bagian solo gitarnya dan malah menghentikan permainannya. Ia tersentak karena jeritan Haido itu sangat persis dengan jeritannya di mimpi Ken.
Ketiga temannya kaget dan melongok kea rah Ken. Mereka kaget dengan heboh mendapati wajah Ken melotot-merah padam-dengan darah segar mengalir dari kedua lubang hidungnya. Nafasnya kacau dan jantungnya berdetak dengan kecepatan luar biasa walaupun tanpa power booster.
“Ken…. Nani o….” Tetsu tergagap2 melihat keadaan Ken yang begitu mengenaskan.
“Ah… a-Ampun Tetsu…..bu-bukan maksud—a-aku akan segera melanjutkan permainanku—“ kata Ken tergagap.
“Bukan itu, Ken… maksudku,, itu..” Tetsu menunjuk kea rah hidung dan kerah Ken yang berlumuran darah.
“Kau mimisan, Ken! Kuduga kamu pasti sedang berpikir hentai tadi. Tapi tak kusangka kamu selemah itu… sampai mimisan begitu!fufufu~~” ujar Yukki mengejek.
“WHAT!!” Ken menyadari mimisannya dan dengan gagapnya berusaha membersihkannya hingga…
“Ternyata benar, Ken sedang sakit!” ujar malaikat mungil yang manis itu (Ken’s vision) sambil menempelkan salah satu telapak tangannya yang halus di dahi Ken dan yang satunya lagi di dahinya sendiri. “Kamu harus istirahat Ken!” Si malaikat itu membantu membersihkan noda darah dengan sapu tangannya yang berwarna putih (yang kini jadi merah). Haru muncul di hati Ken.
“So desu ne… Mari kita hentikan latihannya sampai disini saja. Ken, istirahalah…” kata tetsu bijak.
“Arigatou Tet-chan…”
30 menit kemudian…
“Ken, aku dan Yukki akan segera pulang. Kamu yakin masih mau berbaring disitu?” tanya Tetsu kea rah Ken yang sedang dikompres oleh Haido di sofa.
“Daijoubu leader-sama… kalian pulanglah duluan! Kamu juga Haido,” kata Ken.
“Oh, aku akan menemanimu, Ken-chan! Mana mungkin aku meninggalkanmu sakit begini,” kata Haido tersenyum (angel’s smile), membuat Ken mulai mimisan lagi.
“Kalau begitu kami duluan ya! Jaa ne..” pamit Yukki dan Tetsu sambil berjalan keluar studio.
Tinggallah Ken berdua dengan Haido… Doki Doki Doki….
Ken mulai merasa stress..
Kenapa aku bisa gugup gini sehhh??? Aku bukan homo aku bukan homo aku bukan homo aku bukan ho~“Ken-chan…” panggilnya lembut.
“A-ada apa Hyde?” tanya Ken berusaha tenang. Wajah bishounen didepannya membuat si playboy ini jantungan…
“Kamu kayak kesurupan ibu hamil tua..” kata Hyde sambil menatap aneh kea rah Ken –yang saat ini sedang berbaring di sofa dengan kaki terbuka, menggenggam pinggiran sofa dengan kuat, dan tersengal-sengal.
“A-a-a-ah~~~ ini bukan apa-apa!!” seru Ken gugup sambil bangkit untuk duduk.
Sialan kamu Haido!!“Oya!! Aku punya obat manjur untuk menyembuhkan Ken-chan!!” ide cemerlang tampak di wajah kawaii Haido. Ia berlari melintasi ruangan mencari tasnya dan kemudian mengodok-ngodoknya mencari sesuatu.
“Ini dia!!!” *Jreng*jreng* Ken memicingkan mata berusaha memperjelas pandangannya terhadap apa yang Haido angkat saat itu.
“Majalah GOLDEN BOY terbaru!! Disini banyak pose-pose cewe sexy telanjang loh!! Pasti manjur buat Ken-chan!!” ujar Haido polos.
Nani? Majalah porno? Sebenarnya yang hentai itu aku atau dia sih? Ken masih menatap Haido dengan bingung.
Ahh!!! Tapi itu benar-benar cerdas Haido!! Majalah itu akan membuktikan bahwa aku bukan homo. Aku pasti akan tergiur dengan pose2 wanita2 dimajalah itu. Itu cukup membuktikan bahwa aku normal. YES!! Ore wa HOMO JANAI!!“Oke, sini berikan padaku!”
Ken membuka2 majalahnya dengan semangat. 1 halaman, 2 halaman,3 halaman, loh loh loh?? Ko aku tak terpengaruh? Ken semakin cepat membolak balik halamannya.
“Haido~~” panggil Ken kea rah Haido yang sedang uhh~~ melepas kaosnya.
“Ma-ma-mau ngapain kamu!!?” teriak Ken panic.
“Aku keringatan, mau ganti baju.”
Ken memandang majalah porno itu, biasa saja. Kemudian berganti memandang Haido yang sedang pakai baju, *doki*doki*
Eh? Eh? Ko begini?
Haido tersenyum maniiiissss sekali pada Ken yang masih menatapnya dengan panic. Ken langsung pucat pasi…
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRGGGGGGHHHHHHH!!!!!”~owari~