;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Indonesian Nunchaku Club  (Read 4322 times)

STAIRWAYtoHEAVEN

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 155
    • LintasCafe
Indonesian Nunchaku Club
« on: June 14, 2009, 09:38:15 PM »



Indonesian Nunchaku Club yang disingkat Inc adalah wadah berkumpulnya penggemar senjata nunchaku, sebuah senjata yang berbentuk dua tongkat pendek yang dihubungkan dengan rantai atau tali dan juga dikenal dengan nama lain ruyung atau double stick.

Komunitas Inc ini bersifat terbuka, cair, saling berbagi dan bersahabat, karena dalam INC tidak terdapat strata tingkatan, kasta, atau apapun juga yang bersifat pembedaan tingkat, serta timbulnya kesadaran bahwa semua anggota komunitas ini secara bersama berbagi pengalaman dan ketrampilan dalam mempergunakan nunchaku itu sendiri, mengingat tidak terdapat satu perguruan beladiri manapun yang secara khusus mengajarkan keterampilan menggunakan nunchaku.



Bruce Lee, adalah salah satu bintang laga era 1970-an yang piawai menggunakan nunchaku untuk menghadapi musuh dan dikenal sebagai pelopor dalam menggunakan nunchaku sebagai senjata bela diri, dengan banyak tehnik yang sangat indah dipandang, melingkar di udara, berputar di sekeliling tubuhnya, menjepitnya diketiak, berputar kembali dan dengan tiba-tiba disabetkan ke arah lawan dengan tehnik yang baik dan benar dan dengan akibat yang sangat mematikan.

Kepopuleran nunchaku yang memiliki daya hancur kuat, membuat nunchaku dianggap sebagai alternatif senjata yang cukup mematikan. Terlebih bentuknya yang relatif simpel dan kecil sehingga mudah untuk disembunyikan, membuat senjata ini dinilai sebagai senjata favorit dan cukup berbahaya. Tidak sedikit para kriminal yang menjadikan nunchaku sebagai senjata pilihannya, disamping pisau atau pistol. Karena dinilai cukup berbahaya, dibeberapa negara nunchaku dianggap sebagai senjata ilegal, seperti misalnya di Canada, Singapura, atau beberapa negara bagian Amerika Serikat. Dengan larangan ini nunchaku menjadi satu satunya senjata tumpul masuk kategori senjata berbahaya.

Meski dibeberapa negara nuchaku dianggap senjata ilegal, minat terhadap nunchaku tidak surut. Bahkan banyak kaum muda yang bukan penggemar beladiri, menjadikannya nunchaku sebagai barang mainan. Untuk menghindari dari jeratan hukum, mereka membuat nunchaku dari bahan bahan yang tidak berbahaya seperti dari plastik, atau pipa pralon. Mereka juga menggembangkan berbagai tehnik bermain nunchaku. Tehnik ini kemudian di sebut Free Style Nunchaku. Pada tehnik ini yang lebih menonjol bukan tehnik untuk beladiri, namun lebih pada keindahan dan ketrampilan memainkan nunchaku. Maka kemudian lahirlah tehnik tehnik free style seperti wrist spin, back roll, front roll, tornado, huricane, dan sebagainya. Dalam perkembangannya kemudian tehnik free style ini justru banyak dipelajari juga oleh para ahli beladiri yang mempelajari nunchaku.

"Di Jakarta, INC berlatih setiap hari Sabtu pagi di Monumen Nasional atau setiap hari Minggu pagi di Senayan, Jakarta Pusat, untuk berlatih, tanpa guru, kami menciptakan beberapa gerakan sendiri atau mengadaptasi gerakan dari nunchakers (sebutan untuk pemain nunchaku) lain,” ujar Dodit yang bernama lengkap Dodit Setyohadi (44) yang kemudian mendirikan Indonesian Nunchaku Club (disingkat Inc) tahun 2008 lalu.
Karena sering nonton film Bruce Lee itu, aku jadi penasaran dengan nunchaku dan sejak duduk di bangku SMP di Surabaya, Dodit yang belajar ilmu bela diri kungfu Butongpai Selatan sudah memainkan nunchaku meski di perguruan bela dirinya tidak banyak diajarkan nunchaku.Ia menjadi semakin giat berlatih nunchaku setelah hidupnya diselamatkan oleh senjata itu. Ketika muda, kata Dodit, ia berkelahi dengan orang bersenjata celurit. Saat celurit disabetkan ke kepalanya, ia menangkis dengan nunchaku hingga mengenai tangan lawan dan celuritnya terlepas. Dodit pun selamat. Setelah pindah ke Jakarta pada tahun 1998, Dodit makin gencar menyebarkan informasi tentang nunchaku di internet.

Sugihartono (35) yang memang piawai dalam beladiri taekwondo dan aikido, melatih keseimbangan otak kanan dan kiri dengan bermain nunchaku. Senjata ini sering kali dimainkan dengan tangan kanan dan kiri sekaligus. Aturan mainnya, gerakan nunchaku di tangan kanan harus berbeda dengan gerakan nunchaku di tangan kiri. ”Kalau pikiran kita tidak fokus, bisa-bisa nunchaku-nya melesat dan terkena badan sendiri,” kata Sugihartono.[STH]

sumber : LintasCafe


Logged
FU(K for PEACE
STAIRWAYtoHEAVEN
          YM : ifans67

STAIRWAYtoHEAVEN

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 155
    • LintasCafe
Re: Indonesian Nunchaku Club
« Reply #1 on: June 14, 2009, 09:47:42 PM »

Mimpi Bisa seperti Bruce Lee
Minggu, 5 April 2009 02:56 WIB
Lusiana Indriasari

Anda penggemar film Bruce Lee? Bintang laga tahun 1970-an ini mahir memainkan ”nunchaku” ketika berhadapan dengan musuh. Di Jakarta kini muncul komunitas yang melestarikan senjata yang identik dengan Bruce Lee itu.

Mungkin sebagian dari Anda asing dengan kata nunchaku. Senjata ini berbentuk dua tongkat pendek yang masing-masing dihubungkan dengan rantai atau tali. Dalam bela diri di Tanah Air, senjata ini dikenal dengan nama ruyung (double stick).

Bruce Lee-lah yang memopulerkan nunchaku sebagai senjata bela diri. Kemahirannya memainkan nunchaku melingkar-lingkar di udara, lalu dijepit di bawah ketiak setelah disabetkan ke lawan, mengundang decak kagum penggemarnya.”Karena sering nonton film Bruce Lee itu, aku jadi penasaran dengan nunchaku,” kata Dodit Setyohadi (44). Sejak duduk di bangku SMP di Surabaya, Dodit yang belajar ilmu bela diri kungfu Butongpai Selatan sudah memainkan nunchaku meski di perguruan bela dirinya tidak banyak diajarkan nunchaku.Ia menjadi semakin giat berlatih nunchaku setelah hidupnya diselamatkan oleh senjata itu. Ketika muda, kata Dodit, ia berkelahi dengan orang bersenjata celurit. Saat celurit disabetkan ke kepalanya, ia menangkis dengan nunchaku hingga mengenai tangan lawan dan celuritnya terlepas. Dodit pun selamat. Setelah pindah ke Jakarta pada tahun 1998, Dodit makin gencar menyebarkan informasi tentang nunchaku di internet. Darisitu, satu per satu penggemar dan mereka yang penasaran dengan nunchaku bergabung. Awalnya mereka hanya bertukar informasi di internet lalu sepakat bertemu setiap hari Minggu pagi di Senayan, Jakarta Pusat, untuk berlatih.

”Gurunya tidak ada. Kami menciptakan gerakan sendiri atau mengadaptasi gerakan dari nunchakers (sebutan untuk pemain nunchaku) lain,” kata Dodit yang kemudian mendirikan Indonesian Nunchaku Club (disingkat Inc) tahun 2008 lalu. Gerakan yang diciptakan cukup rumit. Supaya terlihat nyleneh terkadang nunchaku diputar-putar dengan jari. Ada pula nunchaku yang disabetkan di antara dua kaki yang terbuka. ”Kalau tidak hati-hati, bagian vital bisa kesabet ha-ha-ha,” kata Dodit yang biasa dipanggil Opa oleh teman-temannya.

Siap benjut Dodit menyebut, komunitas Inc lebih bersifat studi bersama. Siapa yang mencipta gerakan nunchaku wajib menularkan formasi gerakan yang diciptakannya kepada nunchakers lainnya.

Untuk menjadi nunchakers tidak harus bertubuh atletis atau bisa ilmu bela diri. Mereka yang berperut buncit pun bisa memainkan senjata ini asalkan siap benjol dan benjut. Pada tahap awal biasanya seorang pemula mengalami babak belur lebih dulu dihajar senjatanya sendiri. Pasalnya, senjata ini bisa mental setelah disabetkan ke arah lawan.

Indera Maia (24), pekerja swasta yang tinggal di Bogor, pernah cedera akibat sikunya terkena sodokan nunchaku yang membalik ke arahnya. ”Rasanya seperti ditotok jalan darahnya. Tangan kaku sampai tidak bisa bergerak. Baru bisa pulih tiga minggu. Setelah itu ya tidak kapok bermain nunchaku lagi,” kata Indera.

Di tengah maraknya berbagai ilmu kanuragan di negeri ini, nunchaku mampu menyatukan mereka yang berasal dari berbagai perguruan bela diri. Simak saja latar belakang anggota Inc. Indera, misalnya, sudah sepuluh tahun mendalami bela diri ninjutsu (ninja) Jepang. Rekannya yang lain, sesama anggota Inc, Arry Gautama (30) jago pencak silat, Sugihartono (35) mahir bertaekwondo dan aikido, sedangkan Arif Rahman (24) berlatih kungfu.Ilmu bela diri Dodit malah campur-campur, yakni Kenjutsu (pedang Jepang), Arnis Escrima (bela diri tongkat asal Filipina), dan Brazilian Jui Jitsu. ”Biasanya orang yang belajar bela diri merasa ilmunya paling hebat. Di Inc semua egoisme ditinggalkan” kata Dodit yang sebentar lagi berangkat ke Filipina untuk bertanding di kejuaraan dunia Arnis Escrima. Karena latar belakang ilmunya beragam, gerakan nunchaku menjadi semakin variatif. Kalau Anda sudah terbiasa melihat jurus taekwondo yang lebih banyak bermain kaki, di tangan Sugihartono, jurus taekwondo itu menjadi lengkap dengan sabetan nunchaku.

Sulit dimainkan dari Jakarta, Inc berkembang ke berbagai kota. Komunitas ini ada di Bogor, Purwokerto, Surabaya, Malang, Madiun, dan sebentar lagi akan dibentuk di Bandung. Anggota nunchaku di Jakarta sendiri jumlahnya sekitar 30 orang. Anggota Inc punya alasan kenapa mereka berlatih nunchaku.

Sugihartono melatih keseimbangan otak kanan dan kiri dengan bermain nunchaku. Senjata ini sering kali dimainkan dengan tangan kanan dan kiri sekaligus.

Aturan mainnya, gerakan nunchaku di tangan kanan harus berbeda dengan gerakan nunchaku di tangan kiri. ”Kalau pikiran kita tidak fokus, bisa-bisa nunchaku-nya melesat dan terkena badan sendiri,” kata Sugihartono. Alasan Dodit lain lagi. Bagi pria yang mahir memainkan berbagai jenis senjata, seperti pedang, toya (tongkat panjang), dan pisau, nunchaku adalah senjata yang paling sulit dimainkan. ”Ada momen yang harus dikendalikan. Ketika nunchaku berbalik, agar tidak kena pemainnya, senjata itu harus diputar-putar,” ujar Dodit yang pernah punya angan menjadi jago bela diri seperti Bruce Lee. Seperti Dodit, anggota Inc rata-rata adalah pengagum Bruce Lee











Logged
FU(K for PEACE
STAIRWAYtoHEAVEN
          YM : ifans67

STAIRWAYtoHEAVEN

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 155
    • LintasCafe
Re: Indonesian Nunchaku Club
« Reply #2 on: June 14, 2009, 09:49:09 PM »

Sejarah Nunchaku

Pada awal tujuh puluhan dunia perfileman maupun dunia MA dihebohkan oleh kahadiran seorang seniman MA yang bernama Lie Sao Lung atau lebih populer disebut Bruce lee. Saat itu Bruce seakan membawa sesuatu yang baru terutama tehnik beladiri yang disebut tinju China atau kungfu.

Selain menggenalkan kungfu, Bruce juga memperkenalkan sebuah senjata yang cukup unik yang berupa dua bilah kayu yang dihubungkan dengan rantai yang disebut double stick atau nunchaku. Saat itu para penonton film benar benar terpesona dengan permainan nunchaku yang dilakukan oleh Bruce.

Sontak saja nunchaku menjadi populer dimana mana. Orang orang pun mulai membuat sendiri senjata ini dan mencoba memainkannya. Di Indonesia pun tidak luput dari imbas Nunchaku. Bahkan ada industri yang membuat jenis senjata ini dengan bahan baku kayu kelapa yang dihubungkan dengan rantai. senjata ini di Indonesia dikenal dengan istilah RUYUNG.

Jika menilik lebih mundur lagi, nunchaku sebenarnya sudah dikenal jauh sebelum Bruce lee memopulerkannya. Dari beberapa sumber sejarah disebutkan Nunchaku sebenarnya adalah alat untuk menumbuk padi pada masyarakat petani yang tinggal di kepulauan Ryu Kyu atau yang sekarang disebut Okinawa. Saat itu golongan petani sama sekali tak diijinkan memiliki pedang untuk membeladiri. Namun terdesak oleh kebutuhan untuk mempertahankan diri dari perampok, pencuri, atau orang jahat, para petani ini kemudian menggembangkan alat penumbuk padi menjadi sebuah senjata.

Awalnya alat penumbuk padi tersebut bentuknya tidak seperti nunchaku sekarang, namun masing masing bilah batangnya lebih panjang sekitar 70 cm.
Dalam perkembangannya batang tersebut menjadi pendek agar lebih mudah menyimpan atau menyembunyikannya.

Tentang asal nunchaku itu sendiri sempat juga timbul perbedaan pendapat. Alat untuk menumbuk padi seperti nunchaku ini sebenarnya juga ada di China. Jadi petani di kepulauan Ryu Kyu mendapat alat penumbuk padi tersebut dari daratan China. Tapi alat penumbuk padi dari daratan china sedikit berbeda dibanding alat penumbuk padi yang ada di Kep. Ryu Kyu. Alat penumbuk padi dari Cina memiliki batang yang tidak sama panjang. Satu bilah panjangnya lebih kurang 40 cm sedangkan yang satu bilah lagi panjangnya sekitar 170 cm.
Ada dugaan, karena dinilai kurang nyaman, petani di kep. Ryu Kyu pun memodifikasinya sehingga kedua batang bilah sama sama panjang.

Setelah fungsi sebagai alat penumbuk padi berubah menjadi senjata, tehnik permainan nunchaku sebagai senjata pun menyebar ke berbagai kawasan, termasuk kawasan Asia tenggara. Di kawasan asia tenggara, khususnya di Philipina, nunchaku kemudian dikenal dengan istilah TABAK TOYOK. Salah satu yang menguasai dan memopulerkan Tabak toyok adalah Dan Inosanto, seorang artis MA khas Philipina, Kali. Dari Dan Inosanto inilah Bruce lee belajar bermain nunchaku, memainkannya dalam setiap filmnya, dan kemudian menjadi populer di seluruh penjuru dunia.

kepopuleran nunchaku yang memiliki daya hancur kuat, membuat nunchaku
dianggap sebagai alternatif senjata yang cukup mematikan. Terlebih bentuknya yang relatif simpel dan kecil sehingga mudah untuk disembunyikan, membuat senjata ini dinilai sebagai senjata favorit dan cukup berbahaya. Tidak sedikit para kriminal yang menjadikan nunchaku sebagai senjata pilihannya, disamping pisau atau pistol. Karena dinilai cukup berbahaya, dibeberapa negara nunchaku dianggap sebagai senjata ilegal, seperti misalnya di Canada, Singapura, atau beberapa negara bagian Amerika Serikat. Dengan larangan ini nunchaku menjadi satu satunya senjata tumpul masuk kategori senjata berbahaya.

Meski dibeberapa negara nuchaku dianggap senjata ilegal, minat terhadap nunchaku tidak surut. Bahkan banyak anak muda yang bukan penggemar beladiri, menjadikannya nunchaku sebagai barang mainan. Untuk menghindari dari jeratan hukum, mereka membuat nunchaku dari bahan bahan yang tidak berbahaya seperti dari plastik, atau pipa pralon. Mereka juga menggembangkan berbagai tehnik bermain nunchaku. Tehnik ini kemudian di sebut Free style nunchaku. Pada tehnik ini yang lebih menonjol bukan tehnik untuk beladiri, namun lebih pada keindahan dan ketrampilan memainkan nunchaku. Maka kemudian lahirlah tehnik tehnik free style seperti wrist spin, back roll, front roll, tornado, huricane, dll. Dalam perkembangannya kemudian tehnik free style ini justru banyak dipelajari juga oleh para ahli beladiri yang mempelajari nunchaku.

Dari berbagai sumber.

Logged
FU(K for PEACE
STAIRWAYtoHEAVEN
          YM : ifans67

STAIRWAYtoHEAVEN

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 155
    • LintasCafe
Komunitas Nunchaku, Bermain dengan Senjata Berbahaya
« Reply #3 on: June 14, 2009, 10:06:33 PM »

Indah, mempesona, dan terampil. Itulah kesan pertama saat melihat para anak muda memainkan alat beladiri nunchaku atau double stick. Sejak digunakan oleh aktor legendaris Bruce Lee dalam setiap filmnya, senjata yang biasa disebut ruyung ini mulai digemari dan dipelajari berbagai komunitas beladiri di seluruh dunia.

Indonesian Nunchaku Club adalah salah satu komunitas pencinta ruyung di Surabaya, Jawa Timur. Di tangan anggota INC, sepasang tongkat yang dihubungkan dengan tali atau rantai ini berubah menjadi alat permainan yang mengasyikkan. Kesan tersebut jauh dari citra double stick sebagai senjata berbahaya yang memiliki daya hancur yang sangat kuat.

Tentu saja untuk menguasai beberapa gerakan indah, para anggota INC selalu rajin berlatih. Belakangan, penggemar double stick mulai merambah kalangan pelajar dan pengusaha.

sumber : liputan6

Indonesian Nunchaku Club (Inc.)

Didedikasikan untuk penggemar nunchaku yang saat ini sudah tergabung dalam Inc. atau pun yang belum namun tertarik dengan nunchaku

Di sini, di dunia maya, para anggota Inc. akan saling bertemu dan berbagi karena pada dasarnya Inc. merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang senang pada nunchaku

Perkumpulan sendiri bersifat terbuka, cair, saling berbagi dan bersahabat. Dalam Inc. tidak ada tingkatan, kasta, atau apapun juga yang sifatnya membeda-bedakan. Kami semua sama, kami semua belajar karena yang utama bagi kami adalah terbangunnya rasa persahabatan, persaudaraan, dan saling bersilaturahmi. Bagi kami nunchaku hanyalah media untuk mempererat tali persaudaraan

Alasan lain berdirinya Inc. adalah banyaknya rekan-rekan yang gemar nunchaku yang merasa kesulitan dalam mencari perguruan beladiri yang khusus mengajarkan nunchaku

Nunchaku dalam perguruan beladiri yang berkembang di masyarakat pada umumnya hanya dijadikan sebagai "kurikulum sambilan" yang pada akhirnya memaksa untuk mempelajarinya sendiri, namun nampaknya kecintaan seperti inilah yang menjadi benang merah antara penggemar nunchaku untuk sepakat membentuk Indonesian Nunchaku Club

Saat memutuskan pemilihan nama, kamipun seakan seiya-sekata untuk memberi identitas ke-Indonesia-an sehingga diharapkan dunia akan tahu bahwa Indonesia memiliki penggemar nunchaku yang tak kalah berpotensi dari negara lain

Kami memang baru belajar, kami memang baru merangkak, tapi kamipun bersyukur atas animo yang cukup menggembirakan. Baru beberapa pekan kami mendirikan di Jakarta, tak lama kemudian ada komitmen untuk mendirikan Inc. Surabaya, kemudian disusul dengan Inc. Purwokerto, dan Inc. Bogor. Semoga ini menjadi satu awal dan pertanda yang baik terhadap perkembangan Inc. itu sendiri

Salam Nunchuk

Indonesian Nuchaku Club
(Inc.)

Logged
FU(K for PEACE
STAIRWAYtoHEAVEN
          YM : ifans67

STAIRWAYtoHEAVEN

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 155
    • LintasCafe
Re: Indonesian Nunchaku Club
« Reply #4 on: June 14, 2009, 10:17:11 PM »

Indonesian Nunchaku Club mendapat kehormatan untuk dapat tampil bersama dalam acara semacam kompetisi diantara banyak perkumpulan beladiri tingkat nasional dan internasional di Gold Gym Pasar Festival Kuningan pada tanggal 16 dan 17 May 2009 yang lalu.
Acara ini diliput oleh beberapa media dan juga beberapa stasiun televisi swasta.
Selanjutnya diputuskan untuk mengadakan latihan Nunchaku secara teratur di Monas setiap hari Minggu pagi yang dimulai tepat pukul 08:00 pagi.


persiapan sebelum pentas


konsultasi dulu sebentar


menjelang pertunjukan oleh INC




















nunchaku melawan belati



melawan toya



















aneka macam nunchaku


usai sdh semuanye


Indonesian Nunchaku Club


menjadi Indonesian Narsis Club, hhehehehehe

Logged
FU(K for PEACE
STAIRWAYtoHEAVEN
          YM : ifans67

STAIRWAYtoHEAVEN

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 155
    • LintasCafe
Re: Indonesian Nunchaku Club
« Reply #5 on: June 14, 2009, 10:25:45 PM »


saat latihan di minggu pagi di monas
kalo gak salah ini 2-3 mgg lalu deh


ini golongan org2tua yg ditunggu2 sama opa serunai
eh, mestinye STH di poto juga nih ........
sdh sama tuanya
tp klo gw di poto, yg moto ntar sapa coba ?
hahahahahahaha

Logged
FU(K for PEACE
STAIRWAYtoHEAVEN
          YM : ifans67

STAIRWAYtoHEAVEN

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 155
    • LintasCafe
Re: Indonesian Nunchaku Club
« Reply #6 on: June 14, 2009, 10:31:50 PM »

Indonesian Nunchaku KIDZ Club


masih di TK !!!!


sdh kayak bruce lee belum nih gayakuuuuuu ?


ini aqiu juga mau latihan nunchaku niiiiiiiii


aiiiih, aqiu jangan dipoto ya, msh belum bisa mainnya, masih mayuuuuu


namaku bruce leee, eh, namaku eugine lee ...... anaknya bruce lee


alex, adiknya eugine lee ini nakal, serang terus si eugine, beneran lhoooooo


eugine tangkis2 aja pake nunchaku juga


eugine lee sdh di uji 5 menit


ini gayanya, ....... penerima sabuk putih utk KIDZ pertama di INC
tgl 22 Juni akan tampil sbg perwakilan INC KIDZ di FX Plaza


ini angel lee, lagi giat latihan juga nih, buat sabuk putih KIDZ cewek pertama ah


biar kayak papanya, ifans lee hehehehehe


buat temen2 disini yang mungkin tertarik or berminat utk bergabung, silahkan lsg aja dtg ke monas setiap hari minggu pagi
masuk dr parkiran di gambir, menuju kearah monas lewat pintu gerbang yg besar, lsg ke sisi seberang (kiri jalan) & akan liat sekelompok org memainkan nunchaku, lsg aja bergabung ......
Logged
FU(K for PEACE
STAIRWAYtoHEAVEN
          YM : ifans67
Pages: [1]   Go Up