;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1] 2   Go Down

Author Topic: BUDAYA dan KESENIAN daerah Indonesia  (Read 24072 times)

B@RON

  • Forum Machi
  • ***
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 2529
  • KBS hu'uh, ngocol ho'oh LI_Jkt_ToP_认识你很高兴
BUDAYA dan KESENIAN daerah Indonesia
« on: January 07, 2008, 01:26:12 AM »

Teman's, yuuk... kita lestarikan dan saling mengenal budaya,
daerah mana saja yang teman's ketahui, kita share disini.

Apapun bentuknya, entah itu permainan anak2, tari, kerajinan ato tempat
yg khas atau unik dari daerah yg bro and sis ketahui.

Agar budaya kita tetap berada di Bumi Pertiwi ini.

Ada yg menarik dari saudara kita baru2 ini...

06/01/2008 18:21 Sosok
Mereka yang Tetap Setia dengan Tradisi


Munchen: Seni budaya bangsa memang patut untuk dilestarikan. Beragam cara bisa diupayakan untuk itu. Seperti yang dilakoni sebuah kelompok seni Indonesia nun di Kota Munchen, Jerman. Di hadapan publik Jerman, mereka tampil untuk memperkenalkan seni musik asli Indonesia.

Penggerak kelompok seni bernama Muhibah Budaya ini adalah Maulana Syuhada. Dia terinspirasi untuk menduniakan musik tradisional Indonesia saat mengambil studi gelar sarjana strata dua di luar negeri.

Untuk tujuan mulia ini, kelompok Muhibah Budaya didukung dana hingga mencapai 56 ribu Euro atau hampir Rp 700 juta. Meski demikian, upaya Maulana cs cukup membuahkan hasil. Publik mancanegara khususnya di Jerman sangat terkesan dengan keindahan seni musik Indonesia.


Lain halnya dengan seorang pengamen bernama Toton Greentoel. Beraksi di Tanah Air, pecinta seni musik Indonesia ini kerap mengutamakan lagu daerah khas Jawa, Sunda, dan Banten. Bahkan, Tak sedikit pula tembang yang diciptakan oleh pengamen yang beroperasi di wilayah Serang, Banten ini.

Mantan buruh pabrik ini sebenarnya pernah masuk dapur rekaman. Namun sejauh ini, dia masih melalui kesehariannya dengan bernyanyi dari warung ke warung. Toton pun tidak kapok. Dia mengaku tulus ingin melestarikan dan memperkenalkan keindahan seni musik Indonesia.
« Last Edit: January 17, 2008, 09:07:55 PM by B@RON »
Logged
"Aku satu2nya Laki2 dengan Rasa Buah Apel Segar "
~Photo Gath LI Kota Tua : >>> http://www.facebook.com/album.php?aid=2012757&id=1100377688&l=fd859f64df

B@RON

  • Forum Machi
  • ***
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 2529
  • KBS hu'uh, ngocol ho'oh LI_Jkt_ToP_认识你很高兴
Re: BUDAYA dan KESENIAN daerah Indonesia
« Reply #1 on: January 07, 2008, 01:40:42 AM »

Jawa Timur:

LUDRUK


Kartolo, salah seorang pemain ludruk terkenal.

Ludruk adalah kesenian drama tradisional dari Jawa Timur. Ludruk merupakan suatu drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang di gelarkan disebuah panggung dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari, cerita perjuangan dan lain sebagainya yang diselingi dengan lawakan dan diiringi dengan gamelan sebagai musik.

Dialog/monolog dalam ludruk bersifat menghibur dan membuat penontonnya tertawa, menggunakan bahasa khas Surabaya, meski terkadang ada bintang tamu dari daerah lain seperti Jombang, Malang, Madura, Madiun dengan logat yang berbeda. Bahasa lugas yang digunakan pada ludruk, membuat dia mudah diserap oleh kalangan non intelek (tukang becak, peronda, sopir angkotan, etc).

Sebuah pementasan ludruk biasa dimulai dengan Tari Remo dan diselingi dengan pementasan seorang tokoh yang memerakan "Pak Sakera", seorang jagoan Madura.

Kartolo adalah seorang pelawak ludruk legendaris asal Surabaya, Jawa Timur. Beliau sudah lebih dari 40 tahun hidup dalam dunia seni ludruk. Nama Kartolo dan suaranya yang khas, dengan banyolan yang lugu dan cerdas, dikenal hampir di seluruh Jawa Timur, bahkan hingga Jawa Tengah.

Ludruk berbeda dengan ketoprak dari Jawa Tengah. Cerita ketoprak sering diambil dari kisah zaman dulu (sejarah maupun dongeng), dan bersifat menyampaikan pesan tertentu. Sementara ludruk menceritakan cerita hidup sehari-hari (biasanya) kalangan wong cilik.
Logged
"Aku satu2nya Laki2 dengan Rasa Buah Apel Segar "
~Photo Gath LI Kota Tua : >>> http://www.facebook.com/album.php?aid=2012757&id=1100377688&l=fd859f64df

melow

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 3
  • Offline Offline
  • Posts: 704
  • mellowgellowdi
Re: BUDAYA dan KESENIAN daerah Indonesia
« Reply #2 on: January 17, 2008, 04:46:11 PM »

ayo lestarikannnnnnnn!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D
jangan mau kebudayaan kita diambil seenaknya saja!!!  >:( >:( >:( >:( >:( >:(

Mrs. iqs

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 31
  • Offline Offline
  • Posts: 344
  • I'm Iqs Wife
Re: BUDAYA dan KESENIAN daerah Indonesia
« Reply #3 on: January 17, 2008, 06:27:37 PM »

WAYANG KULIT - Source from heritage of java team ...

WAYANG salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan.

Menurut penelitian para ahli sejarah kebudayaan, budaya wayang merupakan budaya asli Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Keberadaan wayang sudah berabad-abad sebelum agama Hindu masuk ke Pulau Jawa. Walaupun cerita wayang yang populer di masyarakat masa kini merupakan adaptasi dari karya sastra India, yaitu Ramayana dan Mahabarata. Kedua induk cerita itu dalam pewayangan banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan falsafah asli Indonesia.

Penyesuaian konsep filsafat ini juga menyangkut pada pandangan filosofis masyarakat Jawa terhadap kedudukan para dewa dalam pewayangan. Para dewa dalam pewayangan bukan lagi merupakan sesuatu yang bebas dari salah, melainkan seperti juga makhluk Tuhan lainnya, kadang-kadang bertindak keliru, dan bisa jadi khilaf. Hadirnya tokoh panakawan dalam_ pewayangan sengaja diciptakan para budayawan In­donesia (tepatnya budayawan Jawa) untuk mem­perkuat konsep filsafat bahwa di dunia ini tidak ada makhluk yang benar-benar baik, dan yang benar-benar jahat. Setiap makhluk selalu menyandang unsur kebaikan dan kejahatan.

Dalam disertasinya berjudul Bijdrage tot de Kennis van het Javaansche Tooneel (1897), ahli sejarah kebudayaan Belanda Dr. GA.J. Hazeau menunjukkan keyakinannya bahwa wayang merupakan pertunjukan asli Jawa. Pengertian wayang dalam disertasi Dr. Hazeau itu adalah walulang inukir (kulit yang diukir) dan dilihat bayangannya pada kelir. Dengan demikian, wayang yang dimaksud tentunya adalah Wayang Kulit seperti yang kita kenal sekarang.

Asal Usul

Mengenai asal-usul wayang ini, di dunia ada dua pendapat. Pertama, pendapat bahwa wayang berasal dan lahir pertama kali di Pulau Jawa, tepatnya di Jawa Timur. Pendapat ini selain dianut dan dikemukakan oleh para peneliti dan ahli-ahli bangsa Indonesia, juga merupakan hasil penelitian sarjana-sarjana Barat. Di antara para sarjana Barat yang termasuk kelompok ini, adalah Hazeau, Brandes, Kats, Rentse, dan Kruyt.

Alasan mereka cukup kuat. Di antaranya, bahwa seni wayang masih amat erat kaitannya dengan keadaan sosiokultural dan religi bangsa Indonesia, khususnya orang Jawa. Panakawan, tokoh terpenting dalam pewayangan, yakni Semar, Gareng, Petruk, Bagong, hanya ada dalam pewayangan Indonesia, dan tidak di negara lain. Selain itu, nama dan istilah teknis pewayangan, semuanya berasal dari bahasa Jawa (Kuna), dan bukan bahasa lain.

Sementara itu, pendapat kedua menduga wayang berasal dari India, yang dibawa bersama dengan agama Hindu ke Indonesia. Mereka antara lain adalah Pischel, Hidding, Krom, Poensen, Goslings, dan Rassers. Sebagian besar kelompok kedua ini adalah sarjana Inggris, negeri Eropa yang pernah menjajah India.

Namun, sejak tahun 1950-an, buku-buku pe­wayangan seolah sudah sepakat bahwa wayang memang berasal dari Pulau Jawa, dan sama sekali tidak diimpor dari negara lain.

Budaya wayang diperkirakan sudah lahir di Indo­nesia setidaknya pada zaman pemerintahan Prabu Airlangga, raja Kahuripan (976 -1012), yakni ketika kerajaan di Jawa Timur itu sedang makmur-makmur­nya. Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulis oleh para pujangga Indonesia, sejak abad X. Antara lain, naskah sastra Kitab Ramayana Kakawin berbahasa Jawa Kuna ditulis pada masa pemerintahan raja Dyah Balitung (989-910), yang merupakan gubahan dari Kitab Ramayana karangan pujangga In­dia, Walmiki. Selanjutnya, para pujangga Jawa tidak lagi hanya menerjemahkan Ramayana dan Mahabarata ke bahasa Jawa Kuna, tetapi menggubahnya dan menceritakan kembali dengan memasukkan falsafah Jawa kedalamnya. Contohnya, karya Empu Kanwa Arjunawiwaha Kakawin, yang merupakan gubahan yang berinduk pada Kitab Mahabarata. Gubahan lain yang lebih nyata bedanya derigan cerita asli versi In­dia, adalah Baratayuda Kakawin karya Empu Sedah dan Empu Panuluh. Karya agung ini dikerjakan pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya, raja Kediri (1130 - 1160).

Wayang sebagai suatu pergelaran dan tontonan pun sudah dimulai ada sejak zaman pemerintahan raja Airlangga. Beberapa prasasti yang dibuat pada masa itu antara lain sudah menyebutkan kata-kata "mawa­yang" dan `aringgit' yang maksudnya adalah per­tunjukan wayang.

Mengenai saat kelahiran budaya wayang, Ir. Sri Mulyono dalam bukunya Simbolisme dan Mistikisme dalam Wayang (1979), memperkirakan wayang sudah ada sejak zaman neolithikum, yakni kira-kira 1.500 tahun sebelum Masehi. Pendapatnya itu didasarkan atas tulisan Robert von Heine-Geldern Ph. D, Prehis­toric Research in the Netherland Indie (1945) dan tulisan Prof. K.A.H. Hidding di Ensiklopedia Indone­sia halaman 987.

Kata `wayang' diduga berasal dari kata `wewa­yangan', yang artinya bayangan. Dugaan ini sesuai dengan kenyataan pada pergelaran Wayang Kulit yang menggunakan kelir, secarik kain, sebagai pembatas antara dalang yang memainkan wayang, dan penonton di balik kelir itu. Penonton hanya menyaksikan gerakan-gerakan wayang melalui bayangan yang jatuh pada kelir. Pada masa itu pergelaran wayang hanya diiringi oleh seperangkat gamelan sederhana yang terdiri atas saron, todung (sejenis seruling), dan kemanak. Jenis gamelan lain dan pesinden pada masa itu diduga belum ada.

Untuk lebih menjawakan budaya wayang, sejak awal zaman Kerajaan Majapahit diperkenalkan cerita wayang lain yang tidak berinduk pada Kitab Ramayana dan Mahabarata. Sejak saat itulah cerita­cerita Panji; yakni cerita tentang leluhur raja-raja Majapahit, mulai diperkenalkan sebagai salah satu bentuk wayang yang lain. Cerita Panji ini kemudian lebih banyak digunakan untuk pertunjukan Wayang Beber. Tradisi menjawakan cerita wayang juga diteruskan oleh beberapa ulama Islam, di antaranya oleh para Wali Sanga. Mereka mulai mewayangkan kisah para raja Majapahit, di antaranya cerita Damarwulan.

Masuknya agama Islam ke Indonesia sejak abad ke-15 juga memberi pengaruh besar pada budaya wayang, terutama pada konsep religi dari falsafah wayang itu. Pada awal abad ke-15, yakni zaman Kerajaan Demak, mulai digunakan lampu minyak berbentuk khusus yang disebut blencong pada pergelaran Wayang Kulit.

Sejak zaman Kartasura, penggubahan cerita wayang yang berinduk pada Ramayana dan mahabarata makin jauh dari aslinya. Sejak zaman itulah masyarakat penggemar wayang mengenal silsilah tokoh wayang, termasuk tokoh dewanya, yang berawal dari Nabi Adam. Sisilah itu terus berlanjut hingga sampai pada raja-raja di Pulau Jawa. Dan selanjutnya, mulai dikenal pula adanya cerita wayang pakem. yang sesuai standar cerita, dan cerita wayang carangan yang diluar garis standar. Selain itu masih ada lagi yang disebut lakon sempalan, yang sudah terlalu jauh keluar dari cerita pakem.

Memang, karena begitu kuatnya seni wayang berakar dalam budaya bangsa Indonesia, sehingga terjadilah beberapa kerancuan antara cerita wayang, legenda, dan sejarah. Jika orang India beranggapan bahwa kisah Mahabarata serta Ramayana benar-benar terjadi di negerinya, orang Jawa pun menganggap kisah pewayangan benar-benar pernah terjadi di pulau Jawa.

Menurut Sir Stamford Raffles, Letnan Gubernur Jenderal Inggris yang pernah berkuasa atas Pulau Jawa pada abad ke-17, dalam bukunya History of Java, nama-nama kerajaan dalam pewayangan terletak di pulau Jawa, terutama di Jawa Tengah.

Mandura, terletak di Pulau Madura sebelah barat.

Dwarawati, terletak di daerah Pati, Jawa Tengah.

Mandraka, terletak di sekitar Tegal dan Pekalongan.

Banjarjunut, terletak di sekitar Kebumen.

Talkanda, terletak di daerah Banjar­negara.

Indrakila, terletak di sekitar Jepara.

Pringgadani, terletak di utara Pegu­ngan Dieng.

Amarta, terletak di daerah Tanah tinggi Dieng.

Astina terletak di barat laut kota Yogyakarta sekarang.
Logged
[/img]http://img528.imageshack.us/img528/1681/bearya7.gif[/img]

My Husband always Loves Me

*KapAs --> Maaf siggy kamu lebih dari 25 KB

Mrs. iqs

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 31
  • Offline Offline
  • Posts: 344
  • I'm Iqs Wife
Re: BUDAYA dan KESENIAN daerah Indonesia
« Reply #4 on: January 17, 2008, 06:31:24 PM »

Gamelan, Orkestra a la Jawa

Gamelan jelas bukan musik yang asing. Popularitasnya telah merambah berbagai benua dan telah memunculkan paduan musik baru jazz-gamelan, melahirkan institusi sebagai ruang belajar dan ekspresi musik gamelan, hingga menghasilkan pemusik gamelan ternama. Pagelaran musik gamelan kini bisa dinikmati di berbagai belahan dunia, namun Yogyakarta adalah tempat yang paling tepat untuk menikmati gamelan karena di kota inilah anda bisa menikmati versi aslinya.

Gamelan yang berkembang di Yogyakarta adalah Gamelan Jawa, sebuah bentuk gamelan yang berbeda dengan Gamelan Bali ataupun Gamelan Sunda. Gamelan Jawa memiliki nada yang lebih lembut dan slow, berbeda dengan Gamelan Bali yang rancak dan Gamelan Sunda yang sangat mendayu-dayu dan didominasi suara seruling. Perbedaan itu wajar, karena Jawa memiliki pandangan hidup tersendiri yang diungkapkan dalam irama musik gamelannya.

Pandangan hidup Jawa yang diungkapkan dalam musik gamelannya adalah keselarasan kehidupan jasmani dan rohani, keselarasan dalam berbicara dan bertindak sehingga tidak memunculkan ekspresi yang meledak-ledak serta mewujudkan toleransi antar sesama. Wujud nyata dalam musiknya adalah tarikan tali rebab yang sedang, paduan seimbang bunyi kenong, saron kendang dan gambang serta suara gong pada setiap penutup irama.

Tidak ada kejelasan tentang sejarah munculnya gamelan. Perkembangan musik gamelan diperkirakan sejak kemunculan kentongan, rebab, tepukan ke mulut, gesekan pada tali atau bambu tipis hingga dikenalnya alat musik dari logam. Perkembangan selanjutnya setelah dinamai gamelan, musik ini dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang, dan tarian. Barulah pada beberapa waktu sesudahnya berdiri sebagai musik sendiri dan dilengkapi dengan suara para sinden.

Seperangkat gamelan terdiri dari beberapa alat musik, diantaranya satu set alat musik serupa drum yang disebut kendang, rebab dan celempung, gambang, gong dan seruling bambu. Komponen utama yang menyusun alat-alat musik gamelan adalah bambu, logam, dan kayu. Masing-masing alat memiliki fungsi tersendiri dalam pagelaran musik gamelan, misalnya gong berperan menutup sebuah irama musik yang panjang dan memberi keseimbangan setelah sebelumnya musik dihiasi oleh irama gending.

Kendang
Kendang adalah instrumen pemimpin. Pengendang adalah konduktor dari musik gamelan. Ada 5 ukuran kendang dari 20 cm - 45 cm.

Saron
Alat musik pukul dari bronze dengan disanggah kayu. Ada 3 macam Saron; Saron Barung, Saron Peking, Saron Demung.

Bonang Barung
Terdiri dari 2 baris peralatan dari bronze dimainkan dengan 2 alat pukul.

Slentem
Lempengan bronze ini diletakan diatas bambu untuk resonansinya.

Gender
Hampir sama dengan slentem dengan lempengan bronze lebih banyak.

Gambang
Lempengan kayu yang diletakkan diatas frame kayu juga.

Gong
Setiap set slendro dan pelog dilengkapi dengan 3 gong. Dua Gong besar (Gong Ageng) dan satu gong Suwukan sekitar 90 cm, terbuat dari bronze, Gong menandakan akhir dari bagian lagu yang liriknya panjang.

Kempul
Gong kecil, untuk menandakan lagu yang bagiannya berirama pendek. Setiap set slendro dan pelog terdiri dari 6 atau 10 kempul.

Kenong
Semacam gong kecil diatas tatakan, satu set komplet bisa 10 kenong baik set slendro atau pelog.

Ketug
Disebut juga kenong kecil, menandakan jeda antar lirik lagu.

Clempung
A string instrument, each slendro and pelog set needs one clempung.

Siter
Tiap set slendro dan pelog memerlukan 1 siter.   

Suling
Setiap set slendro dan pelog memerlukan 1 suling.

Rebab
Alat musik gesek

Keprak and Kepyak
Diperlukan untuk pertunjukan tari

Bedug
Gamelan Jawa adalah musik dengan nada pentatonis. Satu permainan gamelan komplit terdiri dari dua putaran, yaitu slendro dan pelog. Slendro memiliki 5 nada per oktaf, yaitu 1 2 3 5 6 [C- D E+ G A] dengan perbedaan interval kecil. Pelog memiliki 7 nada per oktaf, yaitu 1 2 3 4 5 6 7 [C+ D E- F# G# A B] dengan perbedaan interval yang besar. Komposisi musik gamelan diciptakan dengan beberapa aturan, yaitu terdiri dari beberapa putaran dan pathet, dibatasi oleh satu gongan serta melodinya diciptakan dalam unit yang terdiri dari 4 nada.

Anda bisa melihat gamelan sebagai sebuah pertunjukan musik tersendiri maupun sebagai pengiring tarian atau seni pertunjukan seperti wayang kulit dan ketoprak. Sebagai sebuah pertunjukan tersendiri, musik gamelan biasanya dipadukan dengan suara para penyanyi Jawa (penyanyi pria disebut wiraswara dan penyanyi wanita disebut waranggana). Pertunjukan musik gamelan yang digelar kini bisa merupakan gamelan klasik ataupun kontemporer. Salah satu bentuk gamelan kontemporer adalah jazz-gamelan yang merupakan paduan paduan musik bernada pentatonis dan diatonis.

Salah satu tempat di Yogyakarta dimana anda bisa melihat pertunjukan gamelan adalah Kraton Yogyakarta. Pada hari Kamis pukul 10.00 - 12.00 WIB digelar gamelan sebagai sebuah pertunjukan musik tersendiri. Hari Sabtu pada waktu yang sama digelar musik gamelan sebagai pengiring wayang kulit, sementara hari Minggu pada waktu yang sama digelar musik gamelan sebagai pengiring tari tradisional Jawa. Untuk melihat pertunjukannya, anda bisa menuju Bangsal Sri Maganti. Sementara untuk melihat perangkat gamelan tua, anda bisa menuju bangsal kraton lain yang terletak lebih ke belakang.

maaph yak gak bisa masukin gambar2nya, abisnya banyak hehhee
Logged
[/img]http://img528.imageshack.us/img528/1681/bearya7.gif[/img]

My Husband always Loves Me

*KapAs --> Maaf siggy kamu lebih dari 25 KB

Mrs. iqs

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 31
  • Offline Offline
  • Posts: 344
  • I'm Iqs Wife
Re: BUDAYA dan KESENIAN daerah Indonesia
« Reply #5 on: January 17, 2008, 06:32:34 PM »

oia lupa sumbernya dari ini ni http://www.heritageofjava.com/
Logged
[/img]http://img528.imageshack.us/img528/1681/bearya7.gif[/img]

My Husband always Loves Me

*KapAs --> Maaf siggy kamu lebih dari 25 KB

Mrs. iqs

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 31
  • Offline Offline
  • Posts: 344
  • I'm Iqs Wife
Re: BUDAYA dan KESENIAN daerah Indonesia
« Reply #6 on: January 17, 2008, 06:35:02 PM »

  Jamu - Minuman/Obat Tradisional Jawa

"Kembali ke alam" bukanlah hanya slogan di Jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya. Contoh yang paling jelas adalah digunakannya beberapa tumbuhan tanaman obat untuk pengobatan tradisional, bisa dari daun, akar obat, bunga atau batang itu sendiri.  Obat tradisionil ini sudah dipakai sejak jaman dulu sampai kini dan dari pedesaan sampai perkotaan dengan nama JAMU.

Pengetahuan mengenai Jamu pernah diperkenalkan oleh  Rumphius, ahli botani yang hidup sekitar tahun 1775, dengan memperkenalkan bukunya yang berjudul 'Herbaria Amboinesis'. Sedangkan buku penelitian mengenai jamu oleh riset center untuk pengobatan dengan Herbal di Kebun Raya Bogor dan dipublikasikan dengan nama buku 'Medical Book for Children and Adults', dikarang oleh E. Van Bent.

Seminar pertama mengenai jamu diselenggarakan di Solo tahun 1940, diikuti dengan pembentukan Komite mengenai Jamu Indonesia tahun 1944. Ditahun 1966, seminar mengenai jamu diadakan lagi dan ditahun 1981 buku yang berjudul "The use of Medical Plans" diterbitkan. 

Cara penggunaan jamu hampir sama dimana-mana, dikonsumsi sebagai minuman atau digunakan sebagai obat luar.  Saat ini banyak jamu dijual dengan kemasan bagus dan bentuk kapsul, pupur, minuman berkhasiat dan dijual dikios kios atau beberapa perempuan dengan menggendong bakul sehingga dikenal Jamu Gendongan.

Cara tradisionil membuat jamu seperti menggodok dalam air untuk jamu godogan tetap hidup dimasyarakat Jawa, begitu pula didalam beberapa perumahan tetap tersedia lumpang, pipisan, parut, kuali dan sebagainya.

Penyakit apa saja yang bisa disembukan Jamu ?.
Hampir semua penyakit dapan ditanggulangi dan terdapat bermacam macam jamu untuk melawan penyakit yang ada.  Secara prinsipal ada 2 hal yang menjadi dasar orang menggunakan Jamu. pertama untuk menjaga kesehatan (seperti Galian Singset atau Sehat Lelaki) dan kedua untuk penyakit yang bervariasi. Ada juga jamu lengkap untuk orang mau bersalin

 

Sekilas Jamu

Pada waktu penjajahan Belanda ada beberapa jenis tumbuh-tumbuhan obat memang sudah dilakukan penelitian-penelitian dan hasilnyapun tidak mengecewakan. Diantaranya memang sudah ada yang mempunyai nilai terapeotik yang menyakinkan misalnya : kumis kucing, temulawak, kunyit, babakan pulai dan lain-lainnya. Dengan sendirinya diutamakan tumbuh-tumbuhan obat yang mempunyai segi-segi komersil yang baik.   Pada jaman pendudukan Jepang dan pada waktu revolusi fisik, obat-obatan moderend sudah sukar didapat, dan kalaupun ada harganya sudah tidak terjangkau oleh daya beli rakyat jelata. Terdorong rasa turut bertanggung jawab dan hasrat ingin membantu rakyat dengan obet yang mudah dan murah didapat, beberapa orang dokter telah mengambil prakarsa mencoba obat-obat asli ini langsung secara klinis terhadap kasiatnya yang diperkirakan.

Dari hasil hasil percobaan ini antara lain terbitlah buku “ Formularium medicamentorum Soloensis” yaitu suatu buku yang memuat ramuan dari obat-obat asli yang sangat bermanfaat bagi pengobatan penyakit-penyakit yang banyak diderita rakyat dewasa itu. Setelah diperoleh kemerdekaan, dan obat-obat moderen membanjiri pasaran. Percobaan klinis tidak dilakukan lai terhadap obat-obat asli. Hal ini sangat disayangkan mengingat potensi-potensi yang masih tersembunyi didalam Jamu-Jamu kita. Padahal cara-cara yang telah dikerjakan oleh dokter-dokter kita, sampai sekarang nasis duilakukan oleh dokter-dokter dinegara Tetangga kita seperti : India, RRC, terhadap obat-obat asli dari negaranya masing–masing dalam rangka penggalian sumber-sumber alam untuk keperluan farmasi. Berbeda dengan di Indonesia., dikedua negara tetangga tersebut ilmu pengi=obatan tradisionil telah pula disesuaikan dengan perubahan jaman.
Logged
[/img]http://img528.imageshack.us/img528/1681/bearya7.gif[/img]

My Husband always Loves Me

*KapAs --> Maaf siggy kamu lebih dari 25 KB

asthrie

  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 16871
  • c'mon
Re: BUDAYA dan KESENIAN daerah Indonesia
« Reply #7 on: January 17, 2008, 07:57:42 PM »

kl ngeliat di metro tv ttg budaya indonesia sedsih deh.
ludruk di jawa timur peminatnya cm dikit.
cm orang tua jaman dl aj yg ntn.
ktnya ludruk skg ud sekarat.
Logged

The King 2 Hearts  [lovestruck] Lee Jae Ha and Kim Hang Ah

B@RON

  • Forum Machi
  • ***
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 2529
  • KBS hu'uh, ngocol ho'oh LI_Jkt_ToP_认识你很高兴
Re: BUDAYA dan KESENIAN daerah Indonesia
« Reply #8 on: January 17, 2008, 09:00:44 PM »

kl ngeliat di metro tv ttg budaya indonesia sedsih deh.
ludruk di jawa timur peminatnya cm dikit.
cm orang tua jaman dl aj yg ntn.
ktnya ludruk skg ud sekarat.

bener tuh,
cuma aja bgt nanti di luar sana ada yg mempopulerkan,
rakyatnya mencak mencak.... baru rame rame..itu budaya kita..
Logged
"Aku satu2nya Laki2 dengan Rasa Buah Apel Segar "
~Photo Gath LI Kota Tua : >>> http://www.facebook.com/album.php?aid=2012757&id=1100377688&l=fd859f64df

B@RON

  • Forum Machi
  • ***
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 2529
  • KBS hu'uh, ngocol ho'oh LI_Jkt_ToP_认识你很高兴
Re: BUDAYA dan KESENIAN daerah Indonesia
« Reply #9 on: January 17, 2008, 09:04:52 PM »

ayo lestarikannnnnnnn!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D
jangan mau kebudayaan kita diambil seenaknya saja!!!  >:( >:( >:( >:( >:( >:(

iya... kita cuma bisa melestarikan saja...
mudah2an masih bisa menjaganya agar tetap ada


@ mrs. iqs

Quote
Saron
Alat musik pukul dari bronze dengan disanggah kayu. Ada 3 macam Saron; Saron Barung, Saron Peking, Saron Demung.

Bonang Barung
Terdiri dari 2 baris peralatan dari bronze dimainkan dengan 2 alat pukul.

Slentem
Lempengan bronze ini diletakan diatas bambu untuk resonansinya.

thanx.... baru denger dan baru tau alat musik itu
« Last Edit: January 17, 2008, 09:06:53 PM by B@RON »
Logged
"Aku satu2nya Laki2 dengan Rasa Buah Apel Segar "
~Photo Gath LI Kota Tua : >>> http://www.facebook.com/album.php?aid=2012757&id=1100377688&l=fd859f64df
Pages: [1] 2   Go Up