Lautan Indonesia - Forum Indonesia Terbesar dan Terlengkap
Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Login with username, password and session length
July 30, 2010, 05:55:12 am
Pages:  1 ... 222 223 224 225 [226] 227 228 229 230 ... 944   Go Down
  Print  
Author Topic: [LOUNGE & SERVICE] Fiksi Fantasi Dalam Negeri III  (Read 166643 times)
juunishi master
Chingu
**
Offline Offline

Posts: 1713


« Reply #2250 on: July 19, 2008, 08:39:32 pm »

Cihhh!!!

Sialan! Anggapan macam apa itu?! Memangnya orang sini gak bisa kalo cuma ngalahin Christopher Paolini dengan Eragon-nya?!

Menurut gw bisa!!! Eragon itu hrsnya gak jd terkenal karena penulisnya masih muda! Ceritanya terlalu mirip Star Wars, konsep penunggang naga gak baru2 amat...

Ngg...

Gw kok jadi emosi?

Sori2  Embarrassed

Hehe.
Logged

"Boku wa... koko ni iru!"
Alpha_Serpentwitch
Kelasi
*
Offline Offline

Posts: 612


Serpent Pro


WWW
« Reply #2251 on: July 19, 2008, 10:06:18 pm »

Quote
HGO apa sih? ada forum bernama HGO?


HGO itu Hari Gini Online Smiley
Nih kl mau iseng liat chatbox orang2 ga ada kerjaan XD
http://z9.invisionfree.com/Hari_Gini_Online/
Forum yang udah tinggel sejengkal dari kematian.

Quote
nih orang keknya mau di forum mana, ama siapapun, apapun topiknya, pasti ujung2nya ribud muluk
dasar dukun pelet! -.-"


Well, sudah dari sononya Cheesy I feed from chaos  Cool 1

Quote
Menurut gw bisa!!! Eragon itu hrsnya gak jd terkenal karena penulisnya masih muda! Ceritanya terlalu mirip Star Wars, konsep penunggang naga gak baru2 amat...


Konsepnya memang engga baru, tapi dia berhasil 'bercerita' dengan baik. Orang sini pandai mengkonsep, tapi soal bercerita gw rasa masi setingkat dibawah Eragon sekali pun. Pasti ada orang sini yang jago, tp secara mayoritas masih dikit jumlahnya, apalagi di bidang fantasy. Penerbit dan pembaca udah ga mendukung lagi karena mereka udah kapok nyoba2 beli karya lokal, karena pendahulu kita udah terlanjur mengecewakan.  Sad
Logged

rd_Villam
Kelasi
*
Offline Offline

Posts: 929


I'm just a dreamer.


WWW
« Reply #2252 on: July 20, 2008, 07:21:41 am »

Quote
Menurut gw bisa!!! Eragon itu hrsnya gak jd terkenal karena penulisnya masih muda! Ceritanya terlalu mirip Star Wars, konsep penunggang naga gak baru2 amat...
Konsepnya memang engga baru, tapi dia berhasil 'bercerita' dengan baik. Orang sini pandai mengkonsep, tapi soal bercerita gw rasa masi setingkat dibawah Eragon sekali pun. Pasti ada orang sini yang jago, tp secara mayoritas masih dikit jumlahnya, apalagi di bidang fantasy. Penerbit dan pembaca udah ga mendukung lagi karena mereka udah kapok nyoba2 beli karya lokal, karena pendahulu kita udah terlanjur mengecewakan.  Sad

ada yang punya story hebat, tapi lemah dalam storytelling. ada yang pintar dalam storytelling, tapi storynya lemah. ya begitulah. nah berhubung para penerbit/editor tidak mau dan mampu memupuk bibit-bibit penulis fantasi setengah matang seperti itu, ditambah lagi dengan konsumen yang masih lebih senang menyantap fantasi-fantasi karya penulis impor, ya jadilah akhirnya penulis-penulis fantasi kita tumbuh secara liar demi kehidupannya (halah...).

yeah, tapi mari kita sama2 punya keyakinan, bahwa suatu hari nanti kita bisa membuat sesuatu yang berbeda. belajar dan bekerja (menulis) tanpa henti. mestinya itu kuncinya.

ah, buset... kok gue jadi serius lagi ngomongnya yak? padahal gue lagi pengen becanda di sini...  Big Grin
Logged

BloodSin
Chingu
**
Offline Offline

Posts: 1440



« Reply #2253 on: July 20, 2008, 11:29:54 am »

Quote
Ah, soal kenapa fantasi lokal dianggap kurang marketable, gw penasaran pengen baca tuh. Ada di topic konsultasi kira2 halaman berapa?


hmmm, lupak! >_< sekitar di halaman 30-an, pokoknya pas gw lagi 'berdiskusi' sama seorang junior bau kencur bin nyolot

ah eniwei, ini update jawaban gw:

1. membaca genre fantasi relatif lebih sulit, karena sedikit-banyak pembaca membutuhkan wawasan dan imajinasi yang lebih tinggi daripada genre teenlit/chicklit. dan itu berarti semakin sempit pulak cakupan pembacanya. tapi sebetulnya wawasan dan imajinasi pembaca disini masih relatif juga sih.

2. kalah pamor sama fantasi luar negeri

3. belum adanya fantasi lokal yang meledak, sehingga sedikit-banyak jadi nilai minus di mata penerbit. coba deh, tungguin ada satuuuu aja yang meledak, pasti penerbit bakal berlomba-lomba nyari naskah fantasi.

4. kebanyakan buku fantasi lokal itu halamannya tebel, berujung harga jual muahal, padahal ditulis oleh penulis gak jelas (belum punya nama), dan didukung pulak dengan ketiga poin di atas, penerbit makin gak berani nanggung resiko.

Tapi gw salut berat sama Copernican, salah-satu penerbit yg berani nerbitin fantasi lokal dengan halaman super-tebel, Misteri Pedang Skinheald II.

5. well, alasan terakhir ini, murni dateng dari pribadi gw sendiri yang udah ngelumat lebih dari sepuluh judul fantasi lokal: kalo dievaluasi dengan nilai rata-rata, buku-buku fantasi yang udah beredar dan terbit di masyarakat itu 'ngapokin' orang. (setidaknya pendapat gw ini udah didukung jugak ama statement si fred pas die awal join kesini:D)

Tendesinya masih lebih gede ke 'mengecewakan' daripada ke 'memuaskan'.

Dan kalo elu megang sebuah buku fantasi lokal, lebih baik elu jangan terlalu berharap banyak deh.

well emang ada sih 2-3 fantasi lokal yang bagus banged (boleh dibilang setara ama bikinan orang luar), ada juga 1-2 judul yang 'lumayan', tapi yang butut mampus dan bikin ilpil jauh lebih banyak. Dan sialnya, gak sedikit yang butut mampus itu disejajarkan sama LOtR dan HarPot di endorsement-nya

Sekali lagi, ini penilaian gw pribadi yak, tentu ini subjektif dan bisa aja gak berlaku bagi pembaca lain. Tongue


Quote
Sialan! Anggapan macam apa itu?! Memangnya orang sini gak bisa kalo cuma ngalahin Christopher Paolini dengan Eragon-nya?!

Menurut gw bisa!!! Eragon itu hrsnya gak jd terkenal karena penulisnya masih muda! Ceritanya terlalu mirip Star Wars, konsep penunggang naga gak baru2 amat...


eragon mah gak ada bagus-bagusnya Tongue

ide-idenya gak ada yang kreatip, plot standar abis, miskin greget, dan dieksekusi dengan gaya bahasa yang ngebikin ngantuk pulak. (mohon maap kalo di sini ada yg maniak ama eragon, eniwei Embarrassed)

gw setengah buku pun gak lewat bacanya. eh tapi ini gw baca yang versi terjemahan GPU, mungkin versi bahasa aselinya (english) better kali yak. Smiley


Quote
Penerbit dan pembaca udah ga mendukung lagi karena mereka udah kapok nyoba2 beli karya lokal, karena pendahulu kita udah terlanjur mengecewakan.


sotoy lu ah, belom pernah beli dan baca satupun judul fantasi lokal jugak Grin Grin

tapi emang bener begitu sih... Tongue





@om pur,
well, daku menilai negatif rata-rata fantasi lokal itu buat semua fantasi lokal dengan settingan dunia barat/alternatif. agak penasaran jugak sih sama 'fantasi2 indo' kayak Candi Murka & serial Gajah Mada (ini fantasi bukan?), memuaskan apa mengecewakan nih?
Logged
Alpha_Serpentwitch
Kelasi
*
Offline Offline

Posts: 612


Serpent Pro


WWW
« Reply #2254 on: July 20, 2008, 12:21:05 pm »

Kesimpulannya, kecuali orang2 iseng sesama komunitas penulis yang pengen 'ngecek' dah sejauh mana kemampuan saingan sesama penulis lokal, udah nyaris ga ada orang yang punya pikiran untuk membeli fantasi lokal.

Quote
sotoy lu ah, belom pernah beli dan baca satupun judul fantasi lokal jugak 

tapi emang bener begitu sih...


... ga jadi deh, harus menahan diri utk tidak meladeni anak kecil...  Yawn Semoga belum ada yang baca  Cheesy
« Last Edit: July 20, 2008, 02:11:46 pm by Alpha_Serpentwitch » Logged

rd_Villam
Kelasi
*
Offline Offline

Posts: 929


I'm just a dreamer.


WWW
« Reply #2255 on: July 20, 2008, 03:41:38 pm »

Kesimpulannya, kecuali orang2 iseng sesama komunitas penulis yang pengen 'ngecek' dah sejauh mana kemampuan saingan sesama penulis lokal, udah nyaris ga ada orang yang punya pikiran untuk membeli fantasi lokal.

menyedihkan jika memang benar begini...  Sad
tapi sebodo amat dah. itu tetap gak menghentikan gue untuk tetap menulis. fantasi terutama. hahaha... nikmati sajalah...  Grin
Logged

Alpha_Serpentwitch
Kelasi
*
Offline Offline

Posts: 612


Serpent Pro


WWW
« Reply #2256 on: July 20, 2008, 05:02:04 pm »

Quote
menyedihkan jika memang benar begini... 
tapi sebodo amat dah. itu tetap gak menghentikan gue untuk tetap menulis. fantasi terutama. hahaha... nikmati sajalah... 


Nyaris seperti itu. Well, kl ga ada perubahan yang nyata, susah mendobrak keadaan ky gini. Kita cuma bisa terus menulis dan menulis sampai suatu saat karya kita diterima toh? Atau seperti yang gw ingin lakukan, kl tidak ada jalan, gw akan merintis jalan gw sendiri melalui self publishing. Ada yang punya alternatif lain menyangkut keadaan yang memprihatinkan ini?  Sad

Btw, mana nih review2 buku yang ramai dijanjikan 2 minggu lalu? Smiley
(saat itu telkom speedy gw baru mokad, dan skrg dah 2 minggu berlalu masih tetep mokad... weleh2...)
Logged

juunishi master
Chingu
**
Offline Offline

Posts: 1713


« Reply #2257 on: July 20, 2008, 07:12:00 pm »

@om pur,
well, daku menilai negatif rata-rata fantasi lokal itu buat semua fantasi lokal dengan settingan dunia barat/alternatif. agak penasaran jugak sih sama 'fantasi2 indo' kayak Candi Murka & serial Gajah Mada (ini fantasi bukan?), memuaskan apa mengecewakan nih?
Candi Murca. Kok Murka sih?

Hehe.
Logged

"Boku wa... koko ni iru!"
cheppy70
Kelasi
*
Offline Offline

Posts: 879


« Reply #2258 on: July 20, 2008, 07:29:25 pm »

@om pur,
well, daku menilai negatif rata-rata fantasi lokal itu buat semua fantasi lokal dengan settingan dunia barat/alternatif. agak penasaran jugak sih sama 'fantasi2 indo' kayak Candi Murka & serial Gajah Mada (ini fantasi bukan?), memuaskan apa mengecewakan nih?

Serial Candi Murca, dan Gajah Mada, ya?

Kalo gajah Mada kurang begitu masuk ke genre Fantasi, lebih tepat roman sejarah.

Kalo Candi Murca, memang kuanggap Fantasi, makanya gue masukin review. Sejauh ini kuanggap sebagai sebuah karya bagus. Tapi kalo mo bicara memuaskan atau enggak, sangat tergantung pada selera.

Gue sendiri biarpun bisa mengapresiasi ceritanya, masih kurang puas dalam menikmati bacaannya. Semata-mata gaya berceritanya buat gue agak ke arah jadul punya (terutama dari aspek penamaan tokoh dan dialog). Selain itu, kalo di Fantasi mungkin ada unsur 'wisata imajinasi' dimana pembaca diajak melanglang buana dalam universenya pengarang, menikmati isi dunia itu sendiri tanpa terlalu harus terikat pada menikmati isi cerita. Mungkin semacam aspek WOW hanya terhadap dunia Fantasy yang diciptakannya. Aspek seperti itu kurang ada di dalam Candi Murca.

Untuk aspek wisata ini, kurasa dari yang pernah saya baca, baru Hozzo yang udah memasukkannya, serta satu lagi yang kulihat sudah right on the mark: Dream of Utopia. Frankly, gue belum selesai baca, tapi penjabaran-penjabaran akan dunia fantasy Dream Utopia sudah bisa dinikmati pada bab-bab depan, jadi cukup udah bisa gue omongin, deh Smiley

Sekarang bicara tentang blantika (halah istilahnya, Prambors taun 80-an banget  Grin) Literasi Fantasy di Indonesia.

Menurut gue sih, memang benar bahwa 'standar' kualitas karya Fantasy ditentukan dari Barat (atau Jepang Smiley), bukan dari referensi yang bersifat lokal. Sudah sewajarnya, sebab 'trigger' yang menghidupkan minat terhadap genre itu datang dari karya-karya Barat dan Jepang. Pada generasi pendahulu negeri kita (let's say saat jaman Majapahit atau Mataram), literasi fantasy datang dari tanah India melalui dua epos terkenalnya Mahabarata dan Ramayana, yang melahirkan kisah-kisah Pewayangan lokal yang khas dengan lakon-lakon non-pakem ciptaan dalang-dalang lokal.

Tapi, seperti sering gue bilang, kita kan memang sudah putus hubungan dengan budaya leluhur. jadi ga heran bila kita lebih menjiwai fantasy ala Barat atau Jepang. Dan apa yang kita hasilkan, tentu saja mencerminkan apa yang kita jiwai,...  Tongue

Dan ga ada yang salah dengan itu. Kurasa problem utama kita (para penulis) jika memang ingin mengembangkan genre ini di tanah air, adalah banyak diantara penulis yang belum menguasai betul teknik kepengarangan. Memang itu merupakan proses belajar seumur hidup, tapi at least ada teknik-teknik dasar yang bisa dipelajari sendiri, serta teknik lanjutan yang bisa didiskusikan dan dipelajari bersama.  Ibarat mau main jurus, lha kuda-kuda ada belum kuat, tapi kan bisa dipelajari (secara serius).

Pengarang Fantasy (kita) punya kecenderungan menganggap remeh pelajaran mengarang, dan mau langsung 'jump' into bookwriting, karena terlanjur menganggap ide dan fantasynya sudah cukup untuk mewakili cerita yang ada di benaknya Smiley  Isn't that right? Jawab aja sendiri, hehehe,....

nah, problem selanjutnya adalah semata buah dari situ. Tanpa ilmu kepengarangan yang kuat, karya yang dihasilkan menjadi miskin kualitas. karya yang rendah kualitas membuat penerbit jadi gak percaya diri. Dan pengarang+penerbit pun makin minder ditengah serbuan karya-karya Fantasy dari Barat yang notabene ditulis oleh 'professional writer' (liat aja term-nya, sudah begitu mengerikan, karena mengandung adanya kekuatan ilmu dan kekuatan pengolahan sebuah team di belakangnya, if you get what I mean Smiley)

Sekarang, kita musti ngapain?

Well, kalo di Barat sana para pengarang merupakan subyek-subyek pembelajar yang terus mengolah wawasan dan kemampuan teknisnya, kenapa kita gak tiru kiat tersebut? Di Barat sono, sampe ada majalah khusus SciFi. Di kita, gak perlu sampe majalah deh, forum kayak gini aja udah cukup, yang penting kita sama-sama bisa belajar.

Selain itu, perlu juga ditingkatkan kemampuan dan peran serta para Editor, sebab mereka lah yang sejatinya mendefinisikan kualitas Fantasy hasil terbitan lokal. Kalo bisa digagas sebuah forum khusus para Editor Fantasy, boleh jadi kemajuan penulisan Fantasy di negeri kita bisa mengalami sebuah quantum leap!

Soal segmen pasar terbatas, aku nggak terlalu setuju, sebab sudah dibuktikan melalui terbitan Fantasy terjemahan yang cukup laku di pasar, menandakan bahwa pasar menyukai genre Fantasy. Tinggal pengarang lokal (dengan arahan editor) yang menjawabnya dengan karya-karya yang memenuhi standar kualitas.

Salam,


FA Purawan
Logged

juunishi master
Chingu
**
Offline Offline

Posts: 1713


« Reply #2259 on: July 20, 2008, 07:44:55 pm »

Tapi, seperti sering gue bilang, kita kan memang sudah putus hubungan dengan budaya leluhur. jadi ga heran bila kita lebih menjiwai fantasy ala Barat atau Jepang. Dan apa yang kita hasilkan, tentu saja mencerminkan apa yang kita jiwai,...  Tongue

Yup, that's true. Gw mengakui itu. Dunia gw selama ini berkisar di film, novel barat, manga, anime dari Jepang.

Quote
Pengarang Fantasy (kita) punya kecenderungan menganggap remeh pelajaran mengarang, dan mau langsung 'jump' into bookwriting, karena terlanjur menganggap ide dan fantasynya sudah cukup untuk mewakili cerita yang ada di benaknya Smiley  Isn't that right? Jawab aja sendiri, hehehe,....

Hee, gw sampe sejauh ini udah mengusahakan tetap memasukkan segala sesuatu masalah teknis yg ada di EYD dan KBBI tapi masih ada aja yg miss. Cheesy

Quote
(liat aja term-nya, sudah begitu mengerikan, karena mengandung adanya kekuatan ilmu dan kekuatan pengolahan sebuah team di belakangnya, if you get what I mean Smiley)

Sbnrnya gw gak ngerti. Grin

Hehe.
Logged

"Boku wa... koko ni iru!"
Pages:  1 ... 222 223 224 225 [226] 227 228 229 230 ... 944   Go Up
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.11 | SMF © 2006-2009, Simple Machines LLC Valid XHTML 1.0! Valid CSS!
Page created in 0.568 seconds with 22 queries. (Pretty URLs adds 0.002s, 1q)