Forum > Sinema Indo

[2008] MAY (Jenny Chang, Lukman Sardi)

<< < (3/16) > >>

aqua_marine:

--- Quote from: andreas_bangnet on May 15, 2008, 04:41:57 pm ---Ud ada yg posting blom??
...

--- End quote ---
udah ada. lain kali liat index dulu yah...;)

tred ini gw merge aja sm yg lama...:)

dj anto:
salah satu lagu ost film ini punya tia afi....,lagu di album terbarunya...,judulnya SEMOGA!!!

tia baru kelar shooting video klip SEMOGA tanggal 1 mey kemaren!!!keknya film ne keluar juga g lama lagi!!!

andreas_bangnet:

--- Quote from: aqua_marine on May 15, 2008, 09:39:17 pm ---
--- Quote from: andreas_bangnet on May 15, 2008, 04:41:57 pm ---Ud ada yg posting blom??
...

--- End quote ---
udah ada. lain kali liat index dulu yah...;)

tred ini gw merge aja sm yg lama...:)

--- End quote ---
aduh sorry bgt gak liad :-\

jepe:
Tragedi 13 Mei 1998 Jadi Inspirasi Film "May"


Jakarta (ANTARA News) - Tragedi kerusuhan 13 Mei 1998 di Jakarta yang menyisakan kesedihan dan lara di hati orang yang mengalaminya mengilhami sejumlah insan film yang mengangkatnya ke layar lebar dalam film "May".

Sutradara "May", Viva Westi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, mengungkapkan film tersebut merupakan kisah cinta dengan latar belakang kesaksian atas peristiwa kelam Mei 1998.

"Meski latar belakang film ini peristiwa Mei 1998 tapi film ini adalah fiksi, sangat tidak berbau politik, berusaha tidak menyinggung siapapun, dan sangat universal bercerita tentang cinta dan kemanusiaan," kata perempuan kelahiran Manokwari, 21 September 1972 itu.

Viva mengungkapkan tidak mudah membuat film dengan latar belakang peristiwa sejarah 1998 karena banyak isu yang rasis sehingga dapat menimbulkan reaksi berbeda.

"Ada ribuan cerita tentang kejadian pada Bulan Mei yang bisa dengan mudah kita baca di internet, tapi saya perlu garis bawahi dalam film ini tidak sepenuhnya diangkat dari kisah nyata, melainkan dari sebuah riset yang bisa dipertanggungjawabkan," kata Viva yang aktif sebagai penulis naskah film televisi dan sinetron sejak era tahun 2000.

Film "May" skenarionya ditulis Dirmawan Hatta, dibintangi aktris Jenny Chang (May), Yama Carlos (Antares), Tuti Kirana (Cik Bing), Lukman Sardi (Gandang), Ria Irawan (Haryuni), Niniek L Karim (Ibu Haryuni), dan Tio Pakusadewo (Harriandja).

Jenny Chang adalah model asal Medan yang mengawali debutnya di layar lebar lewat Film "May", sedangkan Yama Carlos adalah model yang telah beberapa kali main film, seperti "Angker Batu" (2007), "Love and War" "2007", dan "In The Name of Love" (2008).

"May" diproduksi Flix Pictures yang sebelumnya menggarap film "Dealova" (2005). Syuting film ini berlangsung di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Kuala Lumpur, Malaka, dan Genting Highland.

Heru mengatakan membuat film cinta berlatar belakang sejarah bagi dia cukup beresiko besar. Penonton film di Indonesia sebagian besar belum menyukai film bertema berat semacam ini, meski sesungguhnya kisah yang diangkat adalah tentang cinta dan kemanusiaan.

"Harus ada yang memulai untuk membuat film-film yang semakin bermutu, kalau tidak sekarang kapan lagi" katanya.

Film "May" mulai tayang di bioskop pada 5 Juni. Viva mengatakan filmnya ini telah lulus sensor, tanpa ada pemotongan gambar.(*)

jepe:
kaya na niy film bakalan seru niy..cerita na OK, plus digarap viva westi wow..wow... :D :D :D :D :D
pasti masuk nominasi FFI juga ney..gw jamin dey [thumbsup]



Balutan Cinta & Sejarah Di Tragedi Mei 98


Ditengah film-film Indonesia bergendre sex komedi, produksi Flix Pictures berani meluncurkan film dengan genre berbeda yang mengambil ceritak kisah cinta yang getir dengan latar belakang kerusuhan 13 Mei 1998 dan film itu sendiri berjudul ‘May’.

Film ini sendiri yang digarap sutradara Viva Westi menampilkan warna baru sekaligus dalam rangka memperingati sepuluh tahun kejadian pedih yang faktanya belum terungkap sampai sekarang. Dan mengingatkan kita pada kerusuhan yang menumbagkan pemerintah kala itu.

Di film ini menceritakan tentang May (Jenny Chang) wanita cantik keturunan Tionghoa, yang membantu usaha restoran bakmie milik ibunya, Cik Bing (Tutie Kirana). Tanpa sadar dari seringnya pertemuan dengan Antares (Yama Carlos), yang merupakan seorang pribumi yang berprofesi sutradara dokumenter membuat keduanya jatuh cinta. Terjadilah kisah cinta lintas etnis.



Suatu hari May dipanggil casting produksi film. Saat mengisi formulir, terjadi kepanikan. Casting terpaksa digagalkan setelah orang-orang di kantor tersebut menyaksikan siaran langsung di televisi. Keadaan daerah sekitar kantor film tersebut rusuh. Penjarahan merajalela dan May melarikan diri.

Di tengah pelarian, May mencoba mencari bantuan pada Ares, namun karena saking sibuknya Ares menelantarkan May yang ketakutan dan akhirnya diperkosa oleh kelompok tertentu dan akibat trauma itu, May dan ibunya melarikan diri ke Malaysia.

Meski tidak gamblang, suasana kerusuhan digambarkan dengan baik. Ketakutan yang ditampilkan oleh Viva dalam film itu bukan semata-mata kehancuran yang disebabkan pergerakan massa, tapi lebih mengarah pada efek psikologis yang dirasakan oleh May dan ibunya kala itu yang mana ras etnis dianggap sebagai ras yang bertanggungjawab yang dianggap sangat kaya.

Oleh KG film ini sangat oke, kalau bisa dikasih bintang KG memberikan 3 bintang. Di film ini memberi pesan moral bahwa bukan hanya orang-oranga yang meninggal akibat kerusuhan itu yang terluka dan menjadi korban tapi bangsa Indonesia juga termasuk korbannya. pengambilan gambarnya sudan terbilang oke, namun sayang alur ceritanya tidak bertutur, yang mana film ini melompat-lompat antara masa kini dan sepuluh tahun lalu.

Film ini juha menghadirkan bintang-bintang besar seperti Tio Pakusadewo, Ria Irawan, Jajang C Noer dan Lukman Sardi serta penmapilan aktris Malaysia Zahida Rafiq. Bila anda sudah tidak sabar untuk menonton film ini dapat segera menyaksikannya di bioskop-bioskop Indonesia pda tanggal 5 Juni 2008.

Navigation

[0] Message Index

[#] Next page

[*] Previous page

Go to full version