;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: European Championships (Kejuaraan Eropa) 2008  (Read 1533 times)

irawan0702

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 123
  • www.friendster.com/ffc2002
European Championships (Kejuaraan Eropa) 2008
« on: April 14, 2008, 02:25:16 PM »

Results Preliminary European Team Championships ‘08 : Uji Kekompakan 16 Negara Eropa

European Mixed Team Champiosnhips
Herning - Denmark, 12-15 April 2008

Tak mau ketinggalan dengan perhelatan kejuaraan terakbar di Asia yang mulai akan digelar tanggal 15 April, Eropapun mengadakan kejuaraan serupa setingkat turnamen Grand Prix Gold mulai tanggal 12 hingga 20 April mendatang yang berlokasi di Herning, Denmark. Meskipun perhelatan ini tidak seketat kompetisi di Kejuaraan Asia, namun kejuaraan ini cukup mampu menyedot perhatiaan atlet-atlet dunia di benua Eropa untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya sebelum tanggal 1 Mei agar bisa meloloskan diri ke ajang olimpiade.

Meskipun bernilai hampir sama dengan Kejuaraan Asia, Kejuaraan Eropa bernilai lebih karena sebelum bertempur secara individu dari tanggal 16 hingga 20 April, terlebih dahulu akan digelar Mixed Team Europen Championships selama 4 hari yang mempertandingkan kekompakan para pemain secara tim. Sehingga selain mendapatkan poin individu, para pemain yang juga membela negara masing-masing di Kejuaraan ini secara otomatis juga akan mendapatkan poin sebagai pemain tim.

Pada turnamen Mixed Team European Championships, sistem yang digunakan hampir mirip dengan Piala Sudirman dimana masing-masing negara akan saling beradu di 5 nomor (tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran) dalam kompetisi ‘Round Robin’. 16 negara yang ikut ambil bagian dalam turnamen ini dibagi menjadi 4 grup (A-D) untuk kemudian saling berkompetisi menempati peringkat 4 besar, 8 besar, 12 dan 16 besar.

Grup A

Setelah menuntaskan hari yang kedua tadi malam, masing-masing grup sudah menyelesaikan babak penyisihan untuk mentukan negara mana saja yang berhak menempati posisi 1-4. Di grup A, tim favorit Denmark akhirnya menjadi juara grup setelah mendapatkan 3 poin dari tiga kemangan menghadapi negara-negara lainnya. Dipelopori oleh Kenneth Jonassen dan Tine Rasmussen, Denmark hanya kehilangan 1 set dari 3 game menghadapi Estonia, Skotlandia, dan Rusia. Uniknya, satu-satunya kekalahan yang dialami Denmark justru terjadi saat mereka menghadapi pesaing paling lemah, Estonia.

Hal ini ternyata disebabkan karena Denmark tidak turun dalam kekuatan terbaiknya. Hanya ada dua wakil senior yang diturunkan Denmark saat menjamu Estonia, Kenneth Jonassen dan pasangan ganda Jens/Marthin. Di 3 nomor lainnya, Denmark hanya menurunkan para pemain lapis dua yang ternyata cukup mampu bersaing dengan para pemain senior Estonia. Satu angka yang berhasil dicuri oleh Estonia adalah lewat tunggal putrinya, Kati Tolmoff. Menghadapi tunggal ke-3 Denmark, Nanna Brosolat Jensen, Kati yang saat ini bertengger di peringkat 43 dunia akhirnya menang setelah melewati pertarungan mendebarkan 3 set, 15-21, 21-13, 22-20. Sedangkan di 4 pertandingan lainnya, para duta Denmark menang relatif mudah dengan dua set langsung.

Di pertandingan selanjutnya mengahadapi Skotlandia, Denmark tampil dengan kekuatan terbaiknya di sektor ganda. Lars/Jonas, Thomas/Kamila dan Kamila/Lena Frier sukses mengantongi 3 angka kemenangan setelah menang telak 2 set atas lawan-lawannya. Skor 5-0 untuk Denmark akhirnya dibukukan setelah Joachim Persson dan Nanna Brosolat juga memetik kesuksesan di sektor tunggal. Tunggal Skotlandia, Susan Hughes yang lebih kaya pengalaman dan secara peringkat lebih baik dibandingkan dengan Nanna ternyata belum mampu menyumbang angka untuk Skotlandia dengan menyerah 22-24, 16-21.

Formasi yang paling baik diturunkan oleh tim Denmark saat menghadapi pesaing terdekatnya di satu grup, Rusia. Kenneth Jonassen, Tine Rasmussen, Thomas/Kamila, Kamila/Lena dan Carsten/Mathias kembali mempersembahkan 5 angka kemenangan sekaligus mengantarkan Denmark sebagai juara grup A. Satu-satunya partai yang cukup seru untuk disimak adalah ganda putri antara Kamilla/Lena dan Ekaterina/Anastasia. Selain karena kedua pasangan ini cukup berpengalaman di turnamen super series, mereka juga memiliki peringkat yang sangat berdekatan, yaitu 16 dan 17 dunia. Pertempuran yang merupakan ulangan babak final turnamen Finnish International Championships awal April lalu akhirnya dimenangkan kembali oleh Kamilla/Lena melalui pertandingan rubber set, 19-21, 21-13, 21-13.

Russia akhirnya menjadi runner up grup B setelah mendapatkan 2 angka kemenangan saat menantang tim Skotlandia dan Estonia. Bintang Rusia, Ella Diehl yang baru diturunkan dan diharapkan dapat menyumbang poin saat menghadapi Skotlandia ternyata di luar dugaan kandas di tangan Susan Hughes, 21-11, 16-21, 17-21. Pemain berpengalaman, Imogen Bankier yang berpasangan dengan Watson Briggs juga ikut menyumbang poin kedua untuk Skotlandia setelah menaklukkan Evgenij/Valeria, 21-18, 14-21, 21-5. Beruntung akhirnya Russia berhasil mengambil poin di sektor tunggal putra, ganda putra dan ganda putri lewat para pemannya yang lebih berpengalaman.

Dengan kekuatan tim yang tidak berubah, Rusa berhasil ‘mencukur’ Estonia dengan skor telak 5-0 di pertandingan sore harinya. Satu-satunya perlawanan yang mampu ditunjukkan oleh Estonia adalah pada nomor tunggal putra lewat pemainnya, Raul Must. Menghadapi pemain Rusia yang secara peringkat dan pengalaman lebih baik darinya, Stanislav Pukhov, Raul mampu menunjukkan motivasi kuat untuk bisa menang hingga akhir set ketiga sebelum akhirnya menyerah, 17-21, 21-14, 18-21. Estonia akhirnya menjadi juru kunci di grup A setelah mengalami kekalahan di pertarungan menghadapi Skotlandia dengan kedudukan 1-4. Kati Tolmoff kembali menjadi pahlawan Estonia dengan menjungkalkan Susan Hughes, 21-17, 21-17. 

Grup B

Grup ini diisi oleh Belanda, Ukraina, Swedia dan Irlandia. Belanda yang mempunyai kompisisi peman tunggal cukup baik akhirnya menjadi juara grup dengan mencatat 3 angka kemenangan atas para pesaingnya. Namun hal yang cukup di luar dugaan adalah munculnya Ukraina sebagai runner up grup setelah mengalahkan Swedia dengan skor ketat 3-2 dan Irlandia 4-1.

Dimotori oleh pemain tunggal, Judith Meulendijks Dicky Palyama, Belanda merah angka sempurna 5-0 atas Irlandia di hari pertamanya. Satu-satunya perlawanan yang cukup menarik disajikan oleh tunggal Irlandia, Scott Evans saat menantang Dicky Palyama. Meski akhirnya kalah, Scott yang cukup rajin berkompetisi d ajang super series mampu menahan rubber set tunggal terbaik Belanda tersebut dengan permainan taktisnya sebelum akhirnya menyerah, 21-13, 13-21, 17-21.

Belanda harus kehilangan dua poin di nomor tunggal putri dan ganda campuran saat menjamu Swedia dan Ukraina meskipun akhirnya mampu menang dengan skor 4-1. Judith Meulendijks yang diharapkan mampu meraih kemenangan sempurna ternyata harus menelan kenyataan pahit saat bertemu tunggal Swedia, Sara Persson. Dengan keuletannya, Sara mampu mengungguli Judith, 21-18, 15-21, 21-13. Belanda kembali harus kehilangan poin di sektor ganda campuran saat menghadapi pasangan Ukraina, Valeriy/Elena. Tandem Ukraina yang secara peringkat memang lebih baik dibandingkan dengan pasangan Belanda, Joritt/Ilse, akhirnya mengukir kemenangan 21-18, 21-15.

Pertarungan cukup seru dihari pertama grup B adalah antara Ukraina dan Swedia. Kekalahan dua tunggal Swedia, Sara Persson dan Magnus Sahlberg atas Larisa Griga dan Vladislav Druzchenko berhasil ditebus oleh Johanna Persson yang bermain rangkap di nomor ganda putri dan ganda campuran. Berpasangan dengan Elin Bergblom, Johanna/Elin melumpuhkan Larisa Griga/Elena Prus, 21-9, 21-15. Sedangkan d sektor campuran, Johanna yang menggandeng Henry Hurskainen kembali memetik kemenangan 21-13, 21-19 atas Dmytro/Mariya. Vladislav lah yang akhirnya menjadi pahlawan Ukraina setelah untuk kedua kalinya menyumbang poin bersama Valeriy Atrashchenkov di nomor ganda putra dengan menaklukkan ganda Swedia, Gabriel/Mathias, 21-19, 21-15.

Ukraina akhirnya memastikan diri menjadi runner up grup B setelah di pertandingan tadi malam berhasil mengandaskan Irlandia 4-1. Satu-satunya poin yang mampu dicuri oleh Irlandia adalah nomor tunggal putra yang dipersembahkan oleh Scott Evans. Permainan taktisnya akhirnya berbuah manis saat berhasil merontokkan Vladislav Druzchenko, 21-16, 21-19. Sedangkan Irlandia harus puas menjadi juru kunci setelah pada pertandingan lainnya kembali ditundukkan oleh Swedia dengan skor tipis 2-3. Dua poin Irlandia kembali disumbang oleh Scott Evans pada sektor tunggal putra dan ganda putra. Scott menundukkan Magnus Sahlberg, 21-16, 14-21, 21-18 pada nomor tunggal dan berpasangan dengan Sam Mangee, kembali menundukkan Magnus/Henri, 21-16, 21-19. Sayangnya masih belum ada pemain Irlandia yang bisa diharapkan di sektor putri. Kekalahan di tunggal putri dan ganda putri juga harus terjadi di sektor campuran meskipun kakak-beradik Sam Mangee/Chloe Mangee mampu bermain rubber set 14-21, 21-17, 12-21 saat menghadapi Johanna/Elin.

Grup C

Perancis, Republik Ceko dan Islandia nampaknya masih belum mampu menyaingi kesoidan para pemain Inggris. Tiga kali pertemuan dengan lawan-lawannya, tim Inggris mencatat 3 kemenangan dan hanya kehilangan 2 poin saat menghadapi Perancis dan Republik Ceko. Di pertarungan perdananya, Inggris membabat Islandia 5-0 meskipun tidak turun dengan kekuatan terbaiknya. Menghadapi Republik Ceko keesokan harinya, Inggris hanya kehilangan poin di tunggal putra karena tidak menurunkan pebulutangkis terbaiknya, Andrew Smith. Tunggal ke-2 Inggris, Rajiv Ouseph akhirnya menyerah 15-21, 20-22 atas Petr Koukal yang memang secara peringkat jauh lebih baik. Tunggal terbaik Eropa, Pi Hongyan menyumbang poin ke-3 untuk Perancis saat menghadapi tunggal ke-2 Inggris, Elizabeth Cann (21-12, 21-15),  setelah di dua pertandingan sebelumnya menghadapi Republik Ceko dan Islandia, Pi juga menyumbang dua angka kemenangan.

Namun meskipun Pi mampu tampil dominan, kesenjangan yang dimiliki Perancis di sektor lainnya menjadikan negara ini masih sulit untuk bisa bersaing dengan negara peringkat atas Eropa. Untuk munundukkan Republik Ceko saja, para pemain Perancis lainnya harus bermain cukup alot 3 set sebelum akhirnya menang 3-2. Selain Pi Hongyan yang mencatat kesuksesan di nomor tunggal, pemain ganda Svetoslav Stoyanov juga berandil sangat besar dengan menyumbang dua poin lainnya di sektor ganda putra dan ganda campuran meskipun tidak didampingi oleh tandem lamanya, Mihail Popov. Berpasangan dengan pemain tunggal, Erwin Kehlhoffner, Svetoslav mampu mengungguli Jacub/Jan Frohlich, 21-11, 21-17. Sedangkan di nomor campuran, Svetoslav yang berpasangan dengan Elodie Eymard, keduanya juga mengatasi Jan Frohlich/Kristina Ludikova, 21-18, 8-21, 21-17.

Setelah di pertandingan tadi malam Perancis menang telak 5-0 atas Islanda, Pi dan kawan-kawan akhirnya memastkan diri di tempat kedua di bawah Inggris. Sedangkan menyusul di bawah Inggris dan Perancis adalah Republik Ceko yang menang tipis 3-2 atas Islandia. Kemenangan dua tunggal Republik Ceko, Petr Koukal atas Bjarki Stefansson 21-7, 21-6 dan Kristina Ludikova atas Sara Jonsdottir, 21-18, 21-15 berhasil ditebus oleh pemain ganda Islandia, Helgi Johanesson yang bermain rangkap di nomor ganda putra dan campuran.

Helgi/Ragna menundukkan pasangan Jan Frohlich/Hana Prochazkova, 21-19, 22-20 sedangkan saat berduet dengan Magnus Helgason di nomor ganda, keduanya mematahkan perlawanan Jan Frohlich/Jakub Bitman  21-17, 21-12. Kemenangan Republik Ceko atas Islandia akhirnya ditentukan oleh Kristina Ludikova yang kembali tampil di nomor ganda putri. Setelah menyumbang poin di sektor tunggal, Kristina kembali menyumbang satu angka bersama Hana Prochazkova, dengan mengungguli Tinna/Ragna melalui pertarungan rubber set, 22-20, 17-21, 21-18.

Grup D

Perseteruan di grup D terlihat lebih jelas dibandingkan dengan 3 grup lainnya. Kekuatan yang relatif seimbang antara Jerman dan Polandia membuat kedua negara tersebut saling bersaing ketat untuk meraih tahta juara. Polandia akhirnya merebut tempat teratas setelah menang tipis 3-2 atas Jerman. Kelahan Jerman atas Polanda ini di luar dugaan karena pada dua pertandingan sebelumnya menghadapi Bulgaria dan Finlandia, Jerman senantiasa memetik poin sempurna 5-0.

Jerman yang dimotori oleh Juliane Schenk saat menghadapi Bulgaria, menang telak 5-0 dengan memanfaatkan ketidakhadiran Petya di nomor tunggal. Namun meskipun Petya yang berkonsentrasi di sektor ganda digantikan oleh tunggal ke-2 Bulgaria, Linda Zechiri, strategi ini ternyata cukup berhasil mengimbangi para pemain Jerman. Meskipun kalah, Linda mampu bermain rubber set 21-17, 16-21, 8-21 sedangkan Petya yang menggandeng Maya Dobreva menyerah atas duo Jerman, Kathrin/Birgut, 19-21, 20-22. Hasil yang sama juga diciptakan oleh para pemain Jerman saat menghadapi Finlandia. Meski sempat mendapat perlawanan di sektor tunggal putri dan ganda campuran, Jerman akhirnya kembali membukukan kemenangan 5-0.

Meski tampil hampir dengan kekuatan terbaiknya, Xu Huaiwen dan kawan-kawan, masih belum mampu menandingi kekompakan para pemain Polandia khususnya di sektor ganda. Kemenangan telak Xu Huaiwen 21-3, 21-3 atas Agnieszka Wojtkowska berhasil dibalas oleh tunggal terbaik Polandia, Przemyslaw Wacha atas Marc Zwiebler, 21-14, 23-21. Pemain ganda senior, Nadiezda Kostiuczyk sukses mencatat dua kemenangan yang akhirnya mengantarkan Polandia ke singgasana juara. Bersama Michal Logosz, keduanya menekuk ganda terbaik Jerman, Kristof Hopp/Birgit Overzier, 21-10, 21-17 sedangan saat berduet dengan Kamila Augustyn di nomor ganda, mereka menjungkalkan Juliane Schenk/Kathrin Piotrowski, 27-25, 11-21, 21-14. Sedangkan di nomor ganda putra, ketidakhadiran Robert Mateusiak dimanfaatkan dengan baik oleh duo Jerman, Roman Spitko/Michael Fuchs, yang akhirnya menang 21-17, 0-21, 21-0 atas Michael/Wacha.

Kemenangan Polandia atas Jerman merupakan hal di luar dugaan karena pada dua pertandingan sebelumnya, Polandia selalu harus bermain ketat 3-2 untuk bisa mencatat kemenangan atas lawan-lawannya. Saat menghadapi Finlandia, Wacha yang diharapkan dapat menyumbang poin ternyata takluk di tangan pemain peringkat 67 dunia, Ville Lang, 21-19, 20-22, 13-21. Berkali-kali Wacha kehilangan fokus bermain meskipun sudah berhasil unggul di poin-poin akhir set kedua. Tunggal Finlandia, Anu Nieminen menambah keunggulan 2-0 untuk Finlandia setelah menjinakkan Anna Narel, 21-19, 21-9. Bahkan di partai ganda putra, Adam Cwalina/Wojciech nyaris memupuskan harapan Polandia untuk merengkuh poin kemenangan saat menghadapi Ilka/Thoumas setelah mengalami kekalahan 16-21 di set pertama dan berkali-kali gagal menyelesaikan ‘deuce’ di set ke-2. Keberuntunganlah yang akhirnya membuat mereka menang 25-23 di set kedua dan menutup set ke-3 dengan lebih percaya diri, 21-16.

Saat menjamu Bulgaria, ketidakberuntungan juga masih mengukuti negara pecahan Uni Sovyet tersebut. Salah satu pemain ganda putri, Kamila Augustyn sempat mengalami cedera ringan dan terpaksa menghentikan permainan. Beruntung sebelumnya Polandia sudah berhasil unggul lebih dulu 3-1 dari sektor campuran, tunggal putra dan ganda putra.

Di partai penentuan posisi juru kunci antara Bulgaria dan Finlandia akhirnya dimenangkan oleh Bulgaria. Petya yang diturunkan untuk pertamakalinya di sektor tunggal sukses membungkam Anu Nieminen meskipun harus berjuang ketat 3 set, 21-14, 19-21, 23-21. Tunggal Finlandia, Ville Lang kembali menjadi pahlawan dan mengumpulkan satu angka untuk negaranya saat menghempas Blogovest Kisyov, 21-9, 21-12. Sayangnya performa cemerlang Ilka/Thomas tidak berlanjut di hari ke-2 seperti saat keduanya nyaris menumbangkan ganda Polandia. Keduanya menyerah mudah atas tandem Polandia, Konstantin/Julian, 10-21, 9-21. Petya yang kembali tampil bersama Maya Dobreva berhasil menambah keunggulan 3-1 untuk Finladia setelah mengungguli Saara/Elina, 21-13, 21-14. Skor akhir 4-1 yang menempatkan Bulgaria di posisi ketiga tercipta setelah pada partai terakhir, Stilan Makarski/Diana Dimova juga sukses mematahkan perlawanan dua tunggal Finlandia yang diduetkan, Ville Lang/Anu Nieminen, 21-18, 21-16.

Dengan hasil ini, pada pertandingan nanti malam Denmark, Inggris, Belanda dan Polandia akan kembali bertarung di 4 besar, sedangkan Rusia, Perancis, Jerman dan Ukraina akan memperebutkan peringkat 5-8. Bulgaria, Skotlandia, Republik Ceko dan Swedia juga masih harus berkompetisi di 12 besar dan sisanya, Islandia, Irlandia, Estonia dan Finlandia berjibaku untuk 4 peringkat terbawah.
Logged
Update Info terbaru seputar Bulutangkis??
www.bulutangkis.com, www.badminton-indonesia.com
Join the mailing list : badminton-indonesia@yahoogroups.com

irawan0702

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 123
  • www.friendster.com/ffc2002

Tim Denmark yang berhasil menjuarai Kejuaraan Beregu Putra dan Putri Eropa bulan Februari lalu kembali mengulang kesuksesan di Kejuaraan Beregu Campuran kali ini. Di babak final, anak-anak asuhan Steen Pedersen menaklukkan jagoan Eropa lainnya, Inggris, dengan skor telak 3-0. Sebelumnya, Denmark juga menggusur tim Belanda di semifinal dengan skor yang sama sedangkan tim Inggris mendepak Polandia juga dengan skor telak 3-0.

Partai final Kejuaraan Eropa yang berlangsung tadi malam (15/4) berjalan tidak begitu menarik karena Inggris tidak menurunkan tandem terbaiknya, Nathan Robertson/Gail Emms. Peringkat 8 dunia, Anthony Clark/Donna Kellogg akhirnya turun di partai pertama untuk berjibaku dengan ganda terbaik Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl. Sempat tertinggal 16-21 di set pertama, runner up turnamen Swiss SS tersebut akhirnya berhasil memaksakan rubber set dengan bermain ketat di set kedua 24-22. Sayangnya, tekanan yang sempat diberikan Anthony/Donna di set ke-2 tidak lagi berkembang di set penentuan. Meski mampu mengimbangi atraksi Thomas/Kamilla, tandem ke-2 Inggris tersebut akhirnya menyerah 18-21.

Joachim Persson yang turun di partai ke-2, menambah keunggulan tim Denmark menjadi 2-0 setelah sukses mengandaskan tunggal terbaik Inggris, Andrew Smith. Meskipun peringkat keduanya keduanya tidak begitu jauh, Joachim mampu tampil mendominasi sejak set pertama dan mencatat kemenangan 21-13. Andrew yang lebih matang pengalaman berhasil bangkit di set kedua dan mencoba mengimbangi permainan menyerang tunggal ke-3 Denmark tersebut. Namun sayangnya, saaat berada di poin-poin kritis Joachim memiliki mental tanding yang lebih baik sehingga berhasil menutup set ini lebih dulu 26-24.

Unggul 2-0, Denmark makin tak terkejar di partai ke-3. Sang Ratu Eropa, Tine Rasmussen berhasil tampil memukau dan menunjukkan kelasnya saat menjamu tunggal terbaik Inggris, Tracey Hallam. Hanya dalam tempo 26 menit, peringkat 7 dunia itu akhirnya melibas Tracey, 21-13, 21-8.

Sebelumnya di semifinal, Denmark juga mengalahkan Belanda dengan skor telak 3-0. Absennya 3 tunggal utama Belanda, Yao Jie, Judith Meulendijk dan Dicky Palyama menyebabkan Belanda tidak mampu tampil dengan kekuatan maksimal. Rachel Van Cutsen dan Eric Pang yang akhirnya menjadi tulang punggung negeri kincir tersebut masih belum mampu menandingi kualiatas Tine dan Kenneth di sektor tunggal. Pasangan muda, Carsten Mogensen/Helle Nielsen juga sukses mengawali kemenangan tim Denmark atas Belanda di nomor campuran.   

Sementara itu Inggris melaju ke partai puncak setelah sehari sebelumnya membungkam tim Polandia 3-0. Absennya pemain tunggal, Przemyslaw Wacha memudahkan laju Inggris untuk memetik 3 angka kemenangan di sektor tunggal dan ganda campuran. Anthony/Donna dengan mudah menjungkalkan Adam Cwalina/Malgorzata Kurdelska, 21-11, 21-14. Andrew Smith  kembali menambah keunggulan tim Inggris setelah menang 3 set atas  Hubert Paczek, 17-21, 21-10, 21-14. Peraih mahkota turnamen Finnish International Challenge pekan lalu, Elizabeth Cann, akhirnya memastikan langkah Inggris ke babak final dengan menaklukkan Anna Narel, 21-18, 21-8.

Di babak play off perebutan tempat ke-3, Wacha akhirnya berhasil menjadi pahlawan setelah menyumbang dua angka kemenangan untuk Polandia saat menghadapi Belanda. Meski harus bermain 3 set, Wacha berhasil menundukkan tunggal terbaik Belanda, Dicky Palyama, 21-19, 17-21, 21-15. Peringkat 12 dunia, Micha Logosz/Nadiezda Kostiuczyk masih terlalu tangguh untuk pasangan Belanda, Joritt/Ilse dan menlengkapi kemenangan Polandia, 21-9, 21-16. Satu-satunya poin yang berhasil dicuri oleh tim Belanda adalah lewat pemain putri Judith Meulendijk yang melumpuhkan Anna Narel, 21-11, 21-7. Meski pemain ganda, Robert Mateusiak harus absen di turnamen ini, posisi tersebut mampu digantikan dengan baik oleh Wacha untuk berduet dengan Michal Logosz dan mempersembahkan poin ke-3 bagi Polandia. Kedudukan 3-1 akhirnya memantapkan Polandia pada peringkat 3 di bawah Denmark dan Inggris.

Sementara itu pada perebutan peringkat 8 besar, Jerman berhasil mengungguli para pesaingnya, Rusia, Perancis, dan Ukraina. Juliane Schenk dan rekan-rekannya berhasil menaklukkan Rusia setelah melalui pertarungan alot 5 partai dengan skor akhir 3-2. Pada partai pembuka, tandem ke-2 Jerman, Ingo/Kathrin, di luar dugaan takluk atas duet Rusia yang baru dipasangkan untuk pertama kalinya, Evgenij/Anastasia. Anstasia yang merupakan salah satu pemain ganda terbaik Rusia berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna di saat poin-poin kritis set ke-2. Tertinggal 14-21 di set pertama, duo Rusia berhasil memaksakan rubber set setelah memenangi ‘deuce’ set ke-2, 23-21. Permainan kurang sempurna Ingo/Kathrin ternyata berlanjut ke set penentuan. Meski mencoba untuk mengimbangi, ganda Jerman akhirnya menyerah 18-21.

Tertinggal 0-1, Jerman berhasil menyamakan kedudukan setelah tunggal ke-2, Bjoern Joppien menundukkan andalan Perancis, Stanislav Pukhov, 21-10, 25-23. Absennya Carina Mette yang seharusnya berpasangan dengan Birgit Overzier berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh ganda ke-2 Rusia, Nina Vislova/Valerie Sorokina. Birgit yang berduet dengan Karin Schaanaase untuk pertama kalinya tidak mampu tampil padu dan menemukan irama permainan merka. Dalam 24 menit, Nina/Valeri menang telak 21-8, 21-7. Unggul 2-1, Rusia sebenarnya mempunyai peluang cukup besar untuk mengalahkan Jerman di partai tunggal putri. Ella Diehl yang sempat bersinar beberapa waktu yang lalu, mampu mengimbangi perfroma Juliane Schenk setelah tertinggal 16-21 di set pertama. Ella berhasil membalas kekalahannya di set ke-2, 21-13 namun tidak mempunyai stamina yang cukup untuk menyaingi Juliane di set ke-3 dan menyerah mudah 8-21. Jerman akhirnya memastikan diri sebagai juara dan merebut peringkat ke-5 setelah pada partai penentuan,  Roman Spitko/Michale Fuchs menumbangkan duet Stanislav/Evgenij, 21-13, 25-23.

Sebelum melaju ke babak final, Jerman yang dimotori oleh Xu Huaiwen dan Marc Zwiebler berhasil menekuk Ukraina 3-0 di babak semifinal sedangkan tim Rusia sukses memanfaatkan ketidakhadiran Pi Hongyan dan membukukan kemenangan 3-1 atas Perancis. Pada perebutan tempat ke-7, Pi Hongyan dan rekan-rekannya menyisihkan tim Ukraina dengan skor telak 3-0. Berikut rekapitulasi akhir dari 16 negara yang ikut ambil bagian pada Kejuaraan Eropa Beregu Campuran tahun ini :

1.   Denmark   (mengalahkan Belanda 3-0, Inggris 3-0)

2.   Inggris (mengalahkan Polandia 3-0)

3.   Polandia (mengalahkan Belanda 3-1)

4.   Belanda

5.   Jerman (mengalahkan Ukraina 3-0, Rusia 3-2)

6.   Rusia (mengalahkan Perancis 3-1)

7.   Perancis (mengalahkan Ukraina 3-0)

8.   Ukraina

9.   Skotlandia (mengalahkan Swedia 3-0, Bulgaria 3-2)

10.   Bulgaria (mengalahkan Republik Ceko 3-1)

11.   Swedia (mengalahkan Republik Ceko 3-0)

12.   Republik Ceko

13.   Islandia (mengalahkan Estonia 3-2, Finlandia 3-2)

14.   Finlandia (mengalahkan Irlandia 3-0)

15.   Irlandia (mengalahkan Estonia 3-2)

16.   Estonia
Logged
Update Info terbaru seputar Bulutangkis??
www.bulutangkis.com, www.badminton-indonesia.com
Join the mailing list : badminton-indonesia@yahoogroups.com

irawan0702

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 123
  • www.friendster.com/ffc2002

Dari ketatnya persaingan di Kejuaraan Asia yang berlangsung di Johor, kita alihkan pandangan sejenak pada turnamen yang sama di daratan Eropa yang berlangsung di Herning, Denmark. Meski tidak sedrastis yang terjadi pada Kejuaraan Asia, beberapa kejuatan ternyata juga mewarnai turnamen ini yang telah menyelesaikan babak perempatfinal, dianatarnya tumbangnya andalan Rusia, Ekaterina/Anastasia.

Ganda Putri

Nomor ini menjadi salah satu nomor yang paling dinantikan oleh para pengamat badminton, khususnya pertandingan antara unggulan ke-3, Ekaterina/Anastasia dan pasangan Swedia, Elin/Johanna yang diunggulkan di tempat ke-6. Nasib Jo/Grace yang mengalami kekalahan atas pasangan Taipei, Chien Yun Chin/Cheng Wen Hsing tadi malam akan ditentukan oleh tandem Rusia ini yang memiliki peeringkat di atas mereka, 16. Dan ternyata, berkat doa dari segenap pecinta badminton di Indonesia, kejutan itupun terjadi. Eka/Ana takluk di tangan duo Swedia tersebut setelah berjibaku 3 set, 21-18, 17-21, 18-21. Dengan hasil ini, Eka/Ana mencatat hasil yang sama dengan Jo/Grace di Kejuaraan yang berlevel sama yaitu Grand Prix Gold.

Namun secara hitung-hitungan poin, Jo/Grace sedikit diuntungkan karena masih memiliki poin terkecil 2720 dari kekalahan di babak ke-2 turnamen GP Gold Thailand Open thn lalu. Dengan demikian mereka dapat tambahan poin 3850-2720 = 1130. Sehingga total poin  Jogre akan menjadi 39230 pekan depan. Sebaliknya, Eka/Ana mempunyai poin terkecil 3400, dari runner up turnamen Finnish International Challenge awal bulan April yang lalu. Mereka akan mendapat tambahan poin yang lebih kecil yaitu 3850-3400 = 450 sehingga total poin keduanya menjadi 38862.

Artinya, dari hasil Kejuaraan Asia dan Eropa, JoGre akan naik ke peringkat 16. Tapi hasil ini tidak berhenti sampai di sini karena pada pekan sebelumnya Ana/Eka mengikuti Kejuaran Beregu Eropa bersama tim Rusia dan mencatat kemenangan ketika melawan pasangan Perancis. Harapan kita, poin yg mereka peroleh dari kejuaraan beregu tidak lebih besar dari poin terkecil mereka selanjutnya, 3600 sehingga tidak akan mempengaruhi jumlah poin mereka secara keseluran.

Di babak semifinal nanti malam, Elin/Johanna akan menantang unggulan teratas asal Inggris, Gail Emms/Donna Kellogg. Gail/Donna sukses menghentikan pasangan Skotlandia, Imogen/Rita, 21-9, 21-13. Pada partai semifinal lainnya, unggulan ke-2 asal Denmark, Kamilla/ Lena dengan tandem Rusia lainnya, Valeria/Nina. Kamilla/Lena melibas ganda terbaik Polandia, Kamila/Nadiezda, 23-21, 21-13 sedangkanValeria/Nina menjungkalkan unggulan ke-4, Natalie/Joanne (Inggris), 21-15, 21-12.

Tunggal Putra

Selain ganda putri, nomor tunggal putra juga ikut menjadi sorotan di kejuaraan ini. Unggulan tertatas, Kenneth Jonassen yang berperingkat 5 dunia dianggap bisa memberikan batu sandungan terhadap pemain China, Chen Jin, yang berada satu peringkat di atasnya. Jika total poin hasil Kejuaraan Eropa baik beregu maupun individu Kenneth Jonassen lebih baik dibandingkan dengan raihan Chen Jin di Kejuaraan Asia dan membuat peringkatnya turun, maka tunggal ke-3 China tersebut akan dipastikan tidak lolos ke Olimpiade 2008.

Dominasi para pemain tuan rumah tampaknya masih sulit dibendung oleh negara lainnya. Sampai babak 8 besar tadi malam Denmark sudah meloloskan 3 wakilnya ke semifinal. Kenneth Jonassen masih belum menemukan lawan ‘sepadan’ dan menang mudah atas tunggal Irlandia, Scott Evans, 21-9, 21-14. Lawan yang akan dihadapi Kenneth di 4 besar adalah juniornya, Jan O. Jorgensen. Tumbangnya unggulan ke-4, Marc Zwiebler di babak sebelumnya memudahkan langkah Jorgensen ke semifinal. Di babak perpempatfinal tadi malam, tunggal Denmark itu berhasil menundukkan pemain Jerman, Dieter Domke, 21-17, 21-18. Dengan hasil ini, Denmark sudah memastikan satu tempat di partai puncak.

Semifinal lainnya akan mempertemukan unggulan ke-3 asal Denmark, Joachim Persson dan unggulan ke-2, Przemyslaw Wacha. Joachim menyingkirkan Eric Pang (Belanda), 11-21, 21-18, 21-11 sedangkan Wacha masih terlalu tangguh untuk tunggal Spanyol, Pablo Abian. Wacha hanya butuh 23 menit untuk menang 21-11, 21-17.

Ganda Campuran

Gail/Donna yang mencatat sukses di perpempatfinal, juga berhasil meloloskan diri ke semifinal saat bermain rangkap dengan pasangan masing-masing di nomor campuran. Menempati unggulan teratas, duet Nathan/Gail masih belum terladeni oleh pasangan Skotlandia, Watson Briggs/Jillie Cooper. Kemenangan telak 21-5, 21-9 akan membawa keduanya pada unggulan 4, Robert/Nadiezda yang menundukkan andalan Jerman, Ingo/Katrin, 21-19, 21-15.

Sedangkan Donna Kellogg yang berduet dengan Anthony Clark, diharapkan akan menemui lawan sebenarnya saat mereka menjamu unggulan ke-4, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl di pertandingan nanti malam. Namun impian itu harus sirna saat Thomas harus mengalami cedera di set ke-3 ketika menghadapi junior mereka, Carsten Mogensen/Helle Nielsen. Menang 21-19 di set pertama, Thomas/Kamilla harus menyerah 13-21 di set berikutnya sebelum mengundurkan diri di set ke-3 karena Thomas tidak mampu bermain maksimal.

Tunggal Putri

Para pemain unggulan masih belum tergoyahkan di nomor ini dan sukses menempati posisi masing-masing di semifinal. Sang ratu Eropa yang diunggulkan di tempat ke-2, Tine Rasmussen, berhasil melumpuhkan tunggal senior Belanda, Yao Jie, 21-18, 21-16. Pemain Denmark ini akan menantang unggulan 6 asal Jerman, Juliane Schenk yang menang WO atas pemain Inggris, Tracey Hallam. Semifinal lainnya akan mempertemukan dua atlet impor China yaitu peringkat teratas Eropa, Pi Hongyan (Perancis) dan unggulan ke-3, Xu Huaiwen. Pi menjegal langkah tunggal Belanda lainnya, Judith Meulendijks, 21-9, 21-17 sedangkan Xu menekuk bintang bersinar Bulgaria yang mulai meredup, Petya Nedelcheva, 22-20, 21-19.
 
Ganda Putra

Nomor ini diwarnai dengan kehadiran bintang baru asal Perancis, Erwin Kehlhoffner/Svetoslav Stoyanov. Setelah di babak sebelumnya membuat kejutan dengan menaklukkan unggulan ke-3 asal Polandia, Michal Logosz/Robert Mateusiak kali ini keduanya mampu menjinakkan pasangan Jerman, Michal Fuchs/Roman Spitko, 21-15, 16-21, 21-15. Di babak semifinal, keduanya akan memperebutkan tiket semifinal dengan menantang unggulan tertatas, Lars Paaske/Jonas Rasmussen. Lars/Jonas melaju ke semifinal setelah mengandaskan duo Inggris, Christoper Adcock/Dean George, 21-11, 21-12.

Perseteruan sesama pasangan Denmark di babak final pada di nomor ini masih berpeluang besar untuk terjadi setelah unggulan ke-2 asal Denmark, Jens Eriksen/Marthin Lundgaard sukses membungkam pasangan Belgia, Wouter/Frederic, 21-11, 21-10. Mereka akan menjamu unggulan ke-4, Kristoff Hopp/Ingo Kindervater (Jerman)  yang memupuskan harapan ganda Inggris, Robert Adcock/Robin Middleton, 21-17, 21-11.
Logged
Update Info terbaru seputar Bulutangkis??
www.bulutangkis.com, www.badminton-indonesia.com
Join the mailing list : badminton-indonesia@yahoogroups.com

irawan0702

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 123
  • www.friendster.com/ffc2002
Re: European Championships (Kejuaraan Eropa) 2008
« Reply #3 on: April 19, 2008, 09:16:28 AM »

aduh...sepinya thread ini...
mungkin kalah seru dibandingkan dengan Kejuaraan Asia.. :(
Logged
Update Info terbaru seputar Bulutangkis??
www.bulutangkis.com, www.badminton-indonesia.com
Join the mailing list : badminton-indonesia@yahoogroups.com

__Winn__

  • Tomodachi
  • ****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 4446
  • I'm Liverpudlian!!!
Re: European Championships (Kejuaraan Eropa) 2008
« Reply #4 on: April 19, 2008, 06:49:45 PM »

Yup,, lu bener...
Logged

irawan0702

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 123
  • www.friendster.com/ffc2002

Kejutan masih mewarnai babak semifinal Kejuaraan Eropa yang berlangsung tadi malam. Beberapa nama unggulan seperti Pi Hongyan dan ganda Inggris, Nathan/Gail harus mengalami kekalahan menyakitkan setelah berseteru 3 set. Denmark akhirnya memastikan gelar di nomor tunggal dan ganda putra setelah berhasil menempatkan empat wakilnya ke babak final.

Langkah unggulan teratas asal Denmark, Kenneth Jonassen masih belum terbendung di turnamen ini. Menghadapi junioarnya, Jan Jorgensen tadi malam, Kenneth menang mudah 21-12, 21-9. Impiannya untuk meraih gelar pertama di tahun ini kian mendekati kenyataan setelah di pertandingan semifinal lainnya terjadi kejutan dengan tumbangnya unggulan ke-2, Przemyslaw Wacha. Tunggal Polandia yang sempat bersinar tahun lalu itu di luar dugaan takluk di tangan pebulutangkis Denmark, Joachim Persson, 21-17, 9-21, 10-21.

Di tunggal putri kejutn justru terjadi pada pertarungan antara sesama pemain ‘impor’ China. Unggulan teratas, Pi Hongyan, harus menyerah di tangan unggulan ke-4, Xu Huaiwen, setelah bermain rubber set, 11-21, 21-4, 18-21. Hampir selama satu jam, Pi berjibaku dengan tunggal terbaik Jerman tersebut untuk merebut gelar perdananya di tahun ini. Dengan tumbangnya Pi Hongyan, laju sang ratu Eropa, Tine Rasmussen untuk merebut gelar ketiganya di tahun ini sepertinya akan berjalan makin mulus. Di babak semifinal tadi malam, Tine berhasil menghentikan andalan Jerman lainnya, Juliane Schenk, 21-6, 16-21, 21-13.   

Pasangan Inggris yang berusaha mendominasi final ganda campuran ternyata harus menelan kekecewaan. Juara dunia tahun 2006 yang lalu, Nathan Robertson/Gail Emms tak mampu menyajikan performa terbaik mereka di kejuaraan kali ini. Unggulan tertatas itu harus rela kehilangan tempat di partai puncak setelah di pertandingan 4 besar tunduk kepada peraih gelar GP Russian Open tahun lalu, Robert Matuesiak/Nadiezda Kostiuczyk., 21-14, 10-21, 6-21. Namun untuk menjuarai turnamen kali ini, unggulan ke-3 tersebut harus mampu menjegal tandem Inggris lainnya, Anthony Clark/Donna Kellogg pada babak final. Anthony/Donna akhirnya meraih tiket final setelah melumpuhkan ganda Denmark, Carsten Mogensen/Helle Nielsen, 21-18, 21-19.

Meskipun kandas di nomor campuran, Gail Emms masih memiliki kesempatan untuk merebut gelar bersama Donna Kellogg di nomor ganda putri. Gail/Emms yang di favoritkan di tempat teratas menghentikan laju pasangan Swedia, Ellin Bergblom/Johanna Persson, 21-18, 21-7. Di babak sebelumnya, pasangan Swedia tersebut mampu menyingkirkan ganda Rusia, Ekaterinan/Ananstasia yang diunggulkan di tempat ke-3. Dengan kekalahan Eka/Ana di perempatfinal dan Elin/Johaanna di semifinal, Jo/Grace akhirnya mampu mendongkrak peringkatnya ke 16 besar pekan depan dan meloloskan diri ke Olimpiade 2008.

Tandem Rusia lainnya Valeria Sorokina/Nina Vislova yang diharapkan mampu membuat kejuatan di turnamen kali ini gagal melibas unggulan ke-2, Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier Kristiansen. Valeria/Nina seharusnya berpeluang lolos ke olimpiade Beijing menggeser Eka/Ana untuk mewakili Rusia jika pada pertandingan tadi malam keduanya mampu menyingkirkan Kamilla/Lena dan melaju ke babak final. Namun sayangnya meskipun sukses menampilkan performa terbaik mereka dan bermain alot, Valeria/Nina menyerah 19-21, 20-22.

Denmark kembali berhasil membuktikan bahwa kekuatan ganda putra mereka masih yang terbaik di Eropa meskipun pasangan veteran Jens/Marthin sudah tidak mempu lagi bersinar di persaingan elit dunia. Menghadapi ganda Jerman, Kristoff Hopp/Ingo Kindervater, unggulan ke-2 tersebut sempat kehilangan ritme permainan di set pertama. Banyaknya kesalahan sendiri membuat duo Denmark sulit untuk mengembangkan permainan. Setelah bermain berimbang, Kristoff/Ingo akhirnya berhasil unggul lebih dulu, 23-21.

Namun di dua set berikutnya Jens/Marthin kembali menemukan irama permainan mereka. Setelah mendapat wejangan dari sang pelatih, dominasi keduanya tak terbendung dan akhirnya meraih kemenangan 21-16, 21-8. Di babak final hari ini, mereka akan mengahadapi rekan satu tim yang diunggulkan di tempat teratas, Lars Paaske/Jonas Rasmussen. Runner up turnamen Malaysia SS 2008 itu akhirnya berhasil meraih tiket final setelah menyingkirkan ganda fenomenal asal Perancis, Erwin Kehlhoffner/Svetoslav Stoyanov, 22-20, 21-13.     
Logged
Update Info terbaru seputar Bulutangkis??
www.bulutangkis.com, www.badminton-indonesia.com
Join the mailing list : badminton-indonesia@yahoogroups.com

irawan0702

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 123
  • www.friendster.com/ffc2002

Setelah perhelatan Kejuaraan Asia selesai digelar, perhatian para pecinta bulutangkis dunia ahirnya beralih ke Kejuaraan Eropa di Herning, Denmark. Tak kalah seru, kejutan babak final diwarnai dengan tumbangnya sang Ratu Eropa, Tine Rasmussen. Namun secara keseluruhan tim tuan rumah masih tetap berjaya dengan memborong 3 gelar, sedangkan Jerman dan Inggris berbagi dua gelar lainnya.

Partai puncak yang berlangsung tadi malam dibuka oleh pertandingan ganda putri antara favorit juara asal Inggris, Donna Kellogg/Gail Emms dan pasangan Denmark, Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier Kristiansen.Sejak awal set pertama, Donna/Gail sebenarnya sudah memperagakan startegi yang tepat dengan memadukan permainan reli dan  menyerang. Unggul jauh 7-1, Donna/Gail tidak mampu mempertahankan momentum mereka dan terkejar di angka 9. Keadaan sempat berbalik menjadi keunggulan Kamilla/Lena namun kembali disamakan oleh Donna/Gail di angka 12.

Smash-smash cantik pasangan Inggris selalu gagal diembalikan oleh duo Denmark namun sayangnya masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Begitupun dari segi olahan bola di depan net, Donna/Gail lebih unggul dan mampu membuat mereka kembali menyamakan keduduan di angka 17 setelah tertinggal 12-16. Denmark berhasil unggul mendapatkan 2 angka terlebih dahulu sebelum akhirnya ‘match point’ 20-18 dan menutup set ini, 21-18.

Di set kedua, Donna/Gail sempat berhasil memperkecil kesalahan sendiri dan menemukan irama permainan terbaik mereka untuk fokus mengimbangi Kamilla/Lena. Tertinggal 1-3, Donna/Gail kembali menyamakan kedudukan di poin 4. Pertandingan set ini juga lebih hidup dari set sebelumnya dimana baku hantam antara kedua pasangan terlihat jelas dengan saling adu smash dan sesekali bermain netting. Kejar mengejar angka dan saling memimpin dengan selisih 1 poin terjadi hingga kedudukan 17 sama. Namun di titik ini Denmark kembali gagal mempertahankan ritme permainan mereka dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Denmark mendapatkan ‘bonus’ 3 poin berturut-turut sebelum akhirnya menutup set ini 21-18 dan memastikan gelar perdana  Denmark di turnamen ini.

Denmark kembali menambah koleksi gelar kedua mereka setelah di partai kedua terjadi final antara sesama pasangan Denmark. Unggulan teratas, Kenneth Jonassen masih terlalu tangguh untuk juniornya, Joachim Persson yang mampu membuat kejutan dengan menumbangkan Wacha di babak sebelumnya. Sempat mengimbangi ketangguhan Kenneth di awal set pertama, Kenneth tak terkejar dan terus memimpin hingga menutup set ini 21-13. Kedua pemain lebih banyak beradu reli dan hanya sesekali saja melakukan serangan smash yang di dominasi oleh Kenneth.

Set kedua berjalan hampir sama dengan set pertama. Dari kedudukan sama di angka 2, Kenneth kembali menguasai jalannya pertandingan dan tampil menekan lewat permainan smashnya. Unggul 11-4, dominasi Kenneth terus konsisten hingga kedudukan 17-15, 20-16 dan akhirnya menutup set ini 21-16 sekaligus mengalungkan gelar perdananya di tahun ini. Namun sayangnya meskipun mendapat tambahan poin 1960 dan menjadikan total poin sebesar 60462, Kenneth gagal mendongkrak peringkatnya ke-4 dunia. Dengan menjadi runner up Kejuaraan Asia, Chen Jin berhasil meraih tambahan poin 1150 sehingga total poinnya 61430 tetap akan lebih besar dari tunggal Denmark tersebut.

Tine Rasmussen yang turun di partai ke-3 diharapkan mampu menyumbang gelar ke-3 untuk tim Denmark. Namun ternyata yang terjadi justru Tine membuat kejutan terbesar di babak final. Sang ratu Eropa itu takluk di tangan tunggal terbaik Jerman, Xu Huaiwen, setelah bermain rubber set. Xu yang juga membuat kejutan di babak sebelumnya dengan menghempas unggulan teratas, Pi Hongyan, mampu bermain cemerlang di set kedua dan ketiga.

Set pertama, dominasi Tine tak terbantahkan sejak kedudukan 1-1. Perpaduan antara permainan net menyilang dan smash keras yang sulit dikembalikan mampu menekan permainan Xu yang tidak bisa mengembangkan permainannya. Unggul jauh 11-4, 14-5, dan 19-8, Tine akhirnya menutup set ini dengan kemenangan sempurna 21-12.

Permainan cemerlang Tine ternyata harus meredup di set kedua. Banyaknya kesalahan sendiri membuat peringkat 7 dunia ini tidak mampu menyaingi angka Xu sejak kedudukan 1-1. Unggul jauh 11-6 saat jeda interval set kedua, Xu makin meluncur dan berhasil memaku Tine di angka 12 saat skor 16-12. Mesipun Xu jarang melakukan serangan, gagalnya Tine menyebrangkan bola atau pengembalian yang terlalu melebar membut pemain putri Jerman tak terkejar dan akhirnya menutup set ini 21-12.
 
Di set penentuan, Tine kembali mencoba bangkit dan menekan terlebih dahulu. Anak asuhan Peter Steen ini akhirnya berhasil mengurangi kesalahan sendiri seperti yang terjadi pada set kedua. Unggul 7-3, Tine sayangnya kembali gagal mempertahankan kejayaannya dan tersamakan di angka 9. Xu berhasil membalikkan keadaan dan ganti memimpin 11-10 untuk kemudian merebut 3 poin berturut-turut, 14-10.

Hilangnya kepercayaan diri Tine karena pertahanan Xu yang memukau membuat pemain Denmark tersebut akhirnya melakukan kesalahan sendiri, skor 16-11 dan 19-13 untuk kejayaan Xu. Tine mampu meraih 4 angka berturut-turut dan berjuang di poin kritis namun motivasi ini agaknya terlambat karena Xu lebih dulu mendapatkan ‘match point’ 20-17 sebelum akhirnya mengantarkan pemain impor China ini pada gelar perdananya di tahun ini, 21-17.

Kegagalan sang ratu Eropa yang sempat membuat prestasi spektakuler dengan menumbangkan 2 pemain senior China, Zhang Ning dan Xie Xingfang di ajang Japan SS tahun lalu dan 2 pemain lainnya, Zhu Lin dan Lu Lan di perhelatan Malaysia SS dan All England tahun ini memberikan kekecewaan yang cukup besar terhadap publik tuan rumah. Tine harus terhempas di kandang sendiri. Namun pertandingan atraktif di partai ke-4 antara unggulan ke-2 asal Inggris, Anthony Clark/Donna Kellogg dan ganda Polandia penjinak Nathan/Gail, Robert/Nadiezda ternyata cukup berhasil mencuri minat penonton untuk kembali menyaksikan serunya pertikaian di babak final.

Di set pertama, kedua pasangan masih memperagakan permainan reli klasik dan penempatan bola yang sulit dijangkau. Smash-smash keras yang layaknya menjadi andalan pemain putra untuk meraih poin sangat jarang terlihat di pertandingan ini. Adu drive dan drop shot ke tempat yang kosong menjadi andalan Robert/Nadiezda untuk memimpin 11-5 saat jeda interval.

Anthony/Donna sempat memperkecil ketertinggalan mereka menjadi 12-15 namun tandem peraih gelar GP Russian Open tahun lalu ini berhasil memaku keduanya di angka 12 untuk meraih 4 poin berturut-turut sebelum akhirnya ‘match point’ 20-14. Dua angka dari kesalahan sendiri Robert/Nadiezda menguntungkan ganda Inggris namun pengembalian Anthony/Donna yang melebar menuntaskan set ini untuk pasangan Polandia 21-16.

Set kedua, permainan terlihat lebih berimbang saat kedua pasangan saling bergantian memimpin perolehan poin. Tertinggal 1-3, duet Robert/Nadiezda kembali menyamakan kedudukan di angka 4 dan berbalik unggul 6-5. Anthony/Donna kembali mengontrol permainan dan memimpin 9-6 namun lagi-lagi disamakan oleh Polandia di angka 10 dan unggul 11-10 saat jeda interval paruh pertama. Robert/Nadiezda nyaris mengungguli duo Inggris dan membuat kejutan saat memimpin 16-11 dan 19-16. Namun karena mental tanding yang masih goyah keduanya gagal mempertahankan konsistensi permainan dan melakukan kesalahan yang tidak perlu.

Kematangan Anthony/Donna membuat keduanya mampu menyamakan kedudukan di angka 19 dan berbalik unggul 20-19. Robert/Nadiezda sempat menyamakan kedudukan di angka 20 namun Anthony/Donna berhasil meraih dua poin terlebih dulu dan memaksakan rubber set 22-20. Kegagalan pasangan Polandia di set kedua ternyata cukup berimbas pada set selanjutnya. Permainan Robert/Nadiezda memburuk dan pertahanan keduanya menjadi rentan.

Sempat memimpin 3-1, Inggris kembali menyamakan kedudukan di angka 5. Titik ini nampaknya merupakan kulminasi dari pasangan Polandia. Pasangan runner up turnamen Swiss SS 2008 ini makin tak terkejar dan meluncur 9-5, 11-7, 14-8 dan 17-10 sebelum akhirnya menutup set ini 21-15. Gelar perdana ini ini merupakan pereda kekecewaan Donna yang gagal di nomor sebelumnya bersama Gail.
 
Denmark kembali menambah koleksi gelarnya di tahun ini setelah pada partai terakhir mempertemukan antara sesama wakil Denmark. Unggulan teratas, Lars Paaske/Jonas Rasmussen berhasil mengandaskan kompatriotnya, Jens Eriksen/Marthin Lundgaard. Perseteruan antara kedua pasangan ini juga tak kalah seru meskipun keduanya berasal dari kubu yang sama. Kejar mengejar angka dan saling berebut poin sudah terjadi sejak awal set pertama.

Keunggulan maksimal 3 angka Jens/Marthin atas Lars/Jonas hanya tercipta sebelum jeda interval 10-7 dan saat interval 11-8. Selebihnya, kedua pasangan saling bergantian memimpin dengan jarak tidak lebih dari 1 poin untuk kemudian di samakan kembali. Setelah berbagi angka seimbang 18-18, Lars/Jonas berhasil unggul dua angka terlebih dahulu sebelum akhirnya menutup set ini 21-19.

Pertandingan di set kedua tak kalah seru dengan set pertama. Kejar mengejar angka terus berlanjut dari kedudukan 0-0 hingga mencapai kedudukan setara di angka 14. Faktor usia nampaknya cukup berpengaruh saat Jens/Marthin tertinggal cukup jauh 17-14 dan 18-16. Merebut 3 angka berturut-turut, runner up turnamen Malaysia SS awal tahun ini, Lars/Jonas akhirnya berhasil meraih gelar perdana mereka di tahun ini dengan kedudukan akhir, 21-16. 
Logged
Update Info terbaru seputar Bulutangkis??
www.bulutangkis.com, www.badminton-indonesia.com
Join the mailing list : badminton-indonesia@yahoogroups.com

adis_luVChunlai

  • Chingu
  • **
  • Keong: 1
  • Offline Offline
  • Posts: 1293
  • I Love Bao Chunlai & Lilyana Natsir
Re: European Championships (Kejuaraan Eropa) 2008
« Reply #7 on: April 21, 2008, 04:26:50 PM »

Pmaen eropa gag ada yg menarik,si...
Skalinya ada jg lumayan tuwir..Hehehe
Logged
[thumbsup] [thumbsup] [thumbsup] DUKUNG PEMAIN-PEMAIN INDONESIA!! [thumbsup] [thumbsup] [thumbsup]
 [flower] LILYANA NATSIR,GREYSIA POLII,ALVENT YULIANTO, (BAO CHUNLAI,,uups!!)
LUV U ALL!! [flower]

irawan0702

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 123
  • www.friendster.com/ffc2002
Re: European Championships (Kejuaraan Eropa) 2008
« Reply #8 on: April 21, 2008, 10:06:55 PM »

Pmaen eropa gag ada yg menarik,si...
Skalinya ada jg lumayan tuwir..Hehehe



Tine ga tua kok, masih 24-25..
Zhang Ning aja yg udh 32 masih oke, CaTon juga..
Kamilla/Lena juga masih muda..klo Donna/Gail emg udah cukup berumur..
Logged
Update Info terbaru seputar Bulutangkis??
www.bulutangkis.com, www.badminton-indonesia.com
Join the mailing list : badminton-indonesia@yahoogroups.com

adis_luVChunlai

  • Chingu
  • **
  • Keong: 1
  • Offline Offline
  • Posts: 1293
  • I Love Bao Chunlai & Lilyana Natsir
Re: European Championships (Kejuaraan Eropa) 2008
« Reply #9 on: April 25, 2008, 10:00:51 AM »

Pmaen eropa gag ada yg menarik,si...
Skalinya ada jg lumayan tuwir..Hehehe



Tine ga tua kok, masih 24-25..
Zhang Ning aja yg udh 32 masih oke, CaTon juga..
Kamilla/Lena juga masih muda..klo Donna/Gail emg udah cukup berumur..




si PETER GADE??

JONASS RAMUSSEN???


udah tuwir tuuu,,,


lagipula gw gag terlalu suka muka bule cewek (iri maksudnya :P :P :P :P) hahaha...


kecuali kalo yang main tampangnya kayak ELIJAH WOOD trus maennya kayak LINDAN.... baru deh gw banting setir...hehehe ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D
Logged
[thumbsup] [thumbsup] [thumbsup] DUKUNG PEMAIN-PEMAIN INDONESIA!! [thumbsup] [thumbsup] [thumbsup]
 [flower] LILYANA NATSIR,GREYSIA POLII,ALVENT YULIANTO, (BAO CHUNLAI,,uups!!)
LUV U ALL!! [flower]
Pages: [1]   Go Up