;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1] 2   Go Down

Author Topic: Flora's Secret  (Read 7022 times)

asrina_1986

  • Special Member
  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 8105
  • It's not me!
    • book rants
Flora's Secret
« on: February 07, 2011, 02:41:41 PM »

Ngomongin tentang taneman yuks.
kan belakangan lagi "in" tuh gaya hidup hijau, yah pasti nyrempet-nyrempet ke taneman kan [hip] ayo kumpulin ide kalian tentang taneman yang lagi menarik perhatian kalian

Update list:
Kamboja
Kamboja Jepang
Kecombrang
Kemangi
« Last Edit: March 04, 2011, 11:29:37 PM by asrina_1986 »
Logged

asrina_1986

  • Special Member
  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 8105
  • It's not me!
    • book rants
Re: Flora's Secret
« Reply #1 on: February 07, 2011, 10:06:15 PM »

Kecombrang

 


Kecombrang, kantan, atau honje (Etlingera elatior) adalah sejenis tumbuhan rempah dan merupakan tumbuhan tahunan berbentuk terna yang bunga, buah, serta bijinya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran. Nama lainnya adalah kincung (Medan), kincuang dan sambuang (Minangkabau) serta siantan (Malaya). Orang Thai menyebutnya kaalaa.

Ciri-ciri batang, daun, dan bunga
Honje berwarna kemerahan seperti jenis tanaman hias pisang-pisangan. Jika batang sudah tua, bentuk tanamannya mirip jahe, dengan tinggi mencapai 5 m. Batang-batang semu bulat gilig, membesar di pangkalnya; tumbuh tegak dan banyak, berdekat-dekatan, membentuk rumpun jarang, keluar dari rimpang yang menjalar di bawah tanah. Rimpangnya tebal, berwarna krem, kemerah-jambuan ketika masih muda. Daun 15-30 helai tersusun dalam dua baris, berseling, di batang semu; helaian daun jorong lonjong, 20-90 cm × 10-20 cm, dengan pangkal membulat atau bentuk jantung, tepi bergelombang, dan ujung meruncing pendek, gundul namun dengan bintik-bintik halus dan rapat, hijau mengkilap, sering dengan sisi bawah yang keunguan ketika muda.

Bunga dalam karangan berbentuk gasing, bertangkai panjang 0,5-2,5 m × 1,5-2,5 cm, dengan daun pelindung bentuk jorong, 7-18 cm × 1-7 cm, merah jambu hingga merah terang, berdaging, melengkung membalik jika mekar. Kelopak bentuk tabung, panjang 3-3,5 cm, bertaju 3, terbelah. Mahkota bentuk tabung, merah jambu, hingga 4 cm. Labellum serupa sudip, sekitar 4 cm panjangnya, merah terang dengan tepian putih atau kuning.

Buah berjejalan dalam bongkol hampir bulat berdiameter 10-20 cm; masing-masing butir 2-2,5 cm besarnya, berambut halus pendek di luarnya, hijau dan menjadi merah ketika masak. Berbiji banyak, coklat kehitaman, diselubungi salut biji (arilus) putih bening atau kemerahan yang berasa masam.

Manfaat
Kecombrang atau bunga honje terutama dijadikan bahan campuran atau bumbu penyedap berbagai macam masakan di Nusantara. Kuntum bunga ini sering dijadikan lalap atau direbus lalu dimakan bersama sambal di Jawa Barat. Kecombrang yang dikukus juga kerap dijadikan bagian dari pecel di daerah Banyumas. Di Pekalongan, kecombrang yang diiris halus dijadikan campuran pembuatan megana, sejenis urap berbahan dasar nangka muda. Di Malaysia dan Singapura, kecombrang menjadi unsur penting dalam masakan laksa.

Di Tanah Karo, buah honje muda disebut asam cekala. Kuncup bunga serta "polong"nya menjadi bagian pokok dari sayur asam Karo; juga menjadi peredam bau amis sewaktu memasak ikan. Masakan Batak populer, arsik ikan mas, juga menggunakan asam cekala ini. Di Palabuhanratu, buah dan bagian dalam pucuk honje sering digunakan sebagai campuran sambal untuk menikmati ikan laut bakar.

Honje juga dapat dimanfaatkan sebagai sabun dengan dua cara: menggosokkan langsung batang semu honje ke tubuh dan wajah atau dengan mememarkan pelepah daun honje hingga keluar busa yang harum yang dapat langsung digunakan sebagai sabun. Tumbuhan ini juga dapat digunakan sebagai obat untuk penyakit yang berhubungan dengan kulit, termasuk campak.

Dari rimpangnya, orang-orang Sunda memperoleh bahan pewarna kuning. Pelepah daun yang menyatu menjadi batang semu, pada masa lalu juga dimanfaatkan sebagai bahan anyam-anyaman; yaitu setelah diolah melalui pengeringan dan perendaman beberapa kali selama beberapa hari. Batang semu juga merupakan bahan dasar kertas yang cukup baik.

 
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:   Plantae
Divisi:   Magnoliophyta
Kelas:   Liliopsida
Ordo:   Zingiberales
Famili:   Zingiberaceae
Genus:   Etlingera
Spesies:E. elatior

Nama binomial
Etlingera elatior
(Jack) R.M. Smith

Sinonim
Alpinia elatior Jack (1822)
Nicolaia speciosa (Blume) Horan. (1862)
Phaeomeria speciosa (Blume) Merrill (1922)
« Last Edit: February 07, 2011, 10:07:53 PM by asrina_1986 »
Logged

sisca_angels

  • Special Member
  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 13536
  • :P
    • BlogLautan
Re: Flora's Secret
« Reply #2 on: February 07, 2011, 11:18:06 PM »

BUNGA KAMBOJA

*karna lumayan banyak tanam bunga kamboja di rumah :D



Bunga Kamboja (Plumeria acuminate) di Jawa dikenal sebagai bunga kuburan, karena biasanya di tanam di daerah pekuburan sebagai pelindung kuburan.

Tanaman ini bisa tumbuh dengan mudah, tidak memerlukan perawatan khusus dan daunnya tidak cepat meranggas.Bunga kamboja di daerah Bali dikenal dengan sebutan bunga jepun.

Bagi masyarakat Bali bunga ini memiliki nilai magis yang kuat, sehingga banyak digunakan dalam upacara keagamaan terutama untuk upacara persembahyangan dalam tradisi Hindu Bali. Selain itu tanaman bunga kamboja juga memiliki manfaat farmakologi yang sangat beragam.

Perbanyakan Tanaman

Memperbanyak tanaman bunga kamboja bisa dilakukan baik secara vegetatif maupun generatif. Secara vegetatif perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan stek ataupun cangkok batang. Sedangkan secara generatif dilakukan dengan biji buah kamboja kering yang disemaikan pada media tanam.

Perawatan

Bunga kamboja tidak memerlukan perawatan khusus dalam pertumbuhannya. Namun secara umum agar pertumbuhan tanaman bunga kamboja berlangsung baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:

    * Tanaman bunga kamboja tidak menyukai lingkungan yang kaya air. Karena lingkungan yang terlalu lembab bisa menyebabkan akar dan batang kamboja menjadi busuk.

    * Membutuhkan sinar matahari yang cukup. Tanaman kamboja yang ternaungi atau tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup tidak akan berbunga.

    * Perlindungan akar, batang dan daun dari hama dapat dilakukan dengan penyemprotan rutin dua minggu sekali dengan racun hama.

    * Sebaiknya dilakukan pemupukan secara teratur agar tanaman tumbuh dengan baik dan rajin berbunga. Pemupukan bisa dilakukan dengan pupuk organik maupun pupuk kimia.

    * Menjaga kadar air tanah agar tetap dalam kondisi seimbang perlu dilakukan agar tanaman tumbuh sehat dan dahan baru tumbuh dengan baik sehingga menghasilkan bunga yang lebih semarak.

Manfaat Farmakologi

Tanaman bunga kamboja memiliki beberapa kandungan senyawa kimia yang bermanfaat bagi kesehatan. Diketahui bahwa hampir semua bagian tanaman kamboja bermanfaat bagi penyembuhan.

Kandungan senyawa kimia dalam batang dan daun kamboja yang sudah terindentifikasi diantaranya yaitu fulvoplumierin, geraniol, sintronelol, farmnesol dan fenil alchohol.

Manfaat farmakologi tanaman bunga kamboja yang sudah diketahui diantaranya:

1.    Bunga kamboja yang diseduh bersama teh atau tanpa teh dipercaya bermanfaat memberikan efek adem, sejuk dan baik bagi pencernaan. Sehingga teh bunga kamboja ini sangat baik dikonsumsi secara rutin bagi seseorang yang ingin sehat secara alami.

2.    Bunga kamboja segar yang dimasak sebagai pelengkap sayuran memberikan cita rasa sedap, memberikan efek terapi dan bermanfaat bagi kesehatan.

3.    Getah bunga kamboja bermanfaat sebagai antibiotik.

4.    Daun bunga kamboja bisa dimanfaatkan sebagai obat bisul. Cara pemakaian; daun kamboja yang masih muda dan segar  dipanaskan diatas api sampai layu, kemudian olesi dengan sedikit minyak zaitun. Selanjutnya daun tersebut ditempelkan pada bisul selagi masih panas. Ulangi hingga bisul mengempes.

5.    Sementara itu akar dan batangnya dipercaya bisa mengatasi kaki bengkak dan tumit pecah-pecah. Caranya; akar dan daun bunga kamboja direbus hingga mendidih, kemudian tambahkan garam mineral secukupnya. Gunakan air rebusan tersebut untuk merendam kaki dua kali sehari.


tambahan dikit
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Gentianales
Famili: Apocynaceae
Genus: Plumeria

Species

7-8 spesies :

Plumeria alba
Plumeria inodora

Plumeria obtusa

Plumeria pudica

Plumeria rubra; Plumeria acuminata; Plumeria acutifolia
Plumeria stenopetala
Plumeria stenophylla
« Last Edit: February 08, 2011, 01:20:07 AM by asrina_1986 »
Logged
Please follow & like :D
Instagram Nnit4 || Fan Page Nnit4 Craft

asrina_1986

  • Special Member
  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 8105
  • It's not me!
    • book rants
Re: Flora's Secret
« Reply #3 on: February 08, 2011, 01:39:15 AM »

KAMBOJA JEPANG

*tadi artikel yang diposting sischong ada keselip gambar kamboja jepang, sebenernya mereka berasal dari genus yang berbeda walaupun hubungan kekerabatannya dekat*

Adenium atau Kamboja Jepang (nama kamboja jepang sendiri sebenarnya menyesatkan, karena dapat diidentikkan dengan kamboja, yang banyak ditemui di areal pemakaman. Sedangkan embel-embel kata jepang seakan-akan bunga ini berasal dari Jepang, padahal Adenium berasal dari Asia Barat dan Afrika) berasal dari daerah gurun pasir yang kering, dari daratan asia barat sampai afrika. Sebutannya disana adalah Mawar Padang Pasir (desert rose). Karena berasal dari daerah kering, tanaman ini lebih menyukai kondisi media yang kering dibanding terlalu basah. Disebut sebagai adenium, karena salah satu tempat asal adenium adalah daerah Aden (Ibukota Yaman).

Masyarakat Indonesia menamakan adenium sebagai kamboja jepang, mungkin dikaitkan dengan stereotype yang beredar. Contohnya buah-buahan yang besar biasa disebut sebagai Bangkok, sedangkan tanaman yang kecil-kecil biasa disebut Jepang, sehingga jika dahulu kala sudah ada Kamboja yang sosok tanamannya tinggi besar, maka begitu ada tanaman yang sosoknya kecil tapi mirip kamboja, disebutlah sebagai kamboja jepang.

Sebenarnya kamboja adalah jenis Plumeria, kerabat jauh dari Adenium. Beberapa perbedaan antara Adenium dengan Plumeria adalah sebagai berikut:
Adenium berbatang besar dengan bagian bawah menyerupai umbi, namun sosok tanamannya sendiri kecil dengan daun kecil panjang. Akar adenium juga dapat membesar menyerupai umbi.
Plumeria berbatang kecil memanjang tanpa bentuk umbi, dengan sosok tanaman yang besar dan dapat tumbuh tinggi, dengan bentuk daun panjang dan besar.

Bentuk
Akar adenium yang membesar seperti umbi adalah tempat menyimpan air sebagai cadangan disaat kekeringan. Akar yang membesar ini bila dimunculkan diatas tanah akan membentuk kesan unik seperti bonsai. Sedangkan batangnya lunak tidak berkayu (disebut juga sebagai sukulen), namun dapat membesar.

Tunas-tunas samping dapat tumbuh dari mata tunas pada batang atau bekas daun yang gugur. Mata tunas samping tersebut akan berfungsi (tumbuh) apabila pucuk atas tanaman dipotong. Hal inilah yang dilakukan orang pada saat memprunning atau memangkas, untuk mendapatkan daun baru dan agar bunga yang akan muncul nantinya lebih serempak.

Daun adenium ada berbagai ragam, bentuk lonjong, runcing, kecil dan besar, serta ada yang berbulu halus, ada pula yang tanpa bulu. Sedangkan bunga adenium berbentuk seperti terompet, berkelopak 5, dengan aneka ragam warna sesuai dengan jenis (varietasnya) masing-masing.

Ada 2 kelompok adenium, yaitu kelompok species (jenis asli), maupun Varietas (jenis hasil perkawinan dan persilangan yang dilakukan manusia untuk mencari bentuk baru). Beberapa species asli adenium contohnya Adenium arabicum, cirinya bentuk bonggol pendek dan besar, dengan banyak batang yang muncul dari atas bonggol tersebut. Bunganya berwarna paduan putih dan pink, kecil (diameter petal kurang dari 5 cm). Adenium obesum, cirinya bentuk bonggol besar dan agak memanjang keatas, satu batang tumbuh diatas bonggol, diatas batang muncul percabangan. Bunga berwarna paduan merah dan putih, berbunga besar (lebih dari 5 cm).

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:   Tumbuhan
Divisi:   Magnoliophyta
Kelas:   Magnoliopsida
Ordo:   Gentianales
Famili:   Apocynaceae
Genus:   Adenium

Spesies:

Adenium Arabicum

Adenium boehmianum

Adenium multiflorum

Adenium obesum
Adenium swazicum
Logged

asrina_1986

  • Special Member
  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 8105
  • It's not me!
    • book rants
Re: Flora's Secret
« Reply #4 on: March 04, 2011, 11:25:27 PM »

KEMANGI

Kemangi adalah terna kecil yang daunnya biasa dimakan sebagai lalap. Aroma daunnya khas, kuat namun lembut dengan sentuhan aroma limau. Daun kemangi merupakan salah satu bumbu bagi pepes. Sebagai lalapan, daun kemangi biasanya dimakan bersama-sama daun kubis, irisan ketimun, dan sambal untuk menemani ayam atau ikan goreng. Kemangi disebut juga dengan istilah Lemon Basil, di Thailand ia dikenal sebagai manglak/menglak, di India disebut holy basil atau tulsi. Dan di daerah-daerah tersebut juga sering dijumpai dalam menu masakan setempat.

Kemangi adalah hibrida antarspesies antara dua spesies selasih (English: basil), Ocimum basilicum dan O. americanum. Ia dikenal juga sebagai O. basilicum var. anisatum Benth. Aroma khasnya berasal dari kandungan sitral yang tinggi pada daun dan bunganya.

Manfaat
Beberapa studi membuktikan daun kemangi dapat meningkatkan produksi hormon adrenalin dan noradrenalin, serta menurunkan kadar serotonin yang memicu stres. Manfaat lain daun kemangi adalah menurunkan kadar gula darah. ”Biji kemangi (selasih) banyak digunakan sebagai campuran minuman penyegar. Kalau direndam lalu diminum tanpa pemanis, maka bisa menurunkan kadar gula darah. Namun, kandungan minyak atsiri pada daunnya harus diwaspadai karena dapat mengganggu hormon,” saran Dr. (Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA, PhD. Cara penggunaan: Untuk meredakan stres, nikmati 1-2 cangkir teh daun kemangi. Caranya: 10-15 helai daun kemangi direndam dalam air mendidih selama kurang lenih 5 menit, saring, lalu sajikan.

Mengoleskan rebusan kemangi bersama bawang merah dan minyak kelapa pada bagian perut, dada, dan punggung ternyata dapat meredakan perut kembung dan masuk angin. Jika Anda memiliki masalah bau badan dan bau mulut, mengkonsumsi kemangi segar atau meminum air rebusan kemangi, daun beluntas, dan kunyit dapat mengatasinya.

Menurut John Henry M. dalam bukunya yang berjudul “A Dictionary of Practical Material Medical“, daun kemangi berkhasiat menyembuhkan gangguan pencernaan, nyeri payudara, dan batu ginjal. Selain itu, kemangi juga dapat mengatasi influenza, gangguan menstruasi, sakit telinga dan sakit kepala/migrain, infeksi usus, dan gangguan saraf. Tidak hanya itu, aroma kemangi dapat menolak gigitan nyamuk.

Bagi pria, senyawa 1-8 sineol dalam kemangi dapat mengatasi masalah ejakulasi prematur, dan zat argininnya dapat mempertinggi daya tahan sperma serta mencegah kemandulan. Sedangkan bagi wanita, senyawa anetol, boron, eugenol, dan stigmaasterolnya mampu merangsang hormon estrogen, membunuh jamur penyebab keputihan, serta merangsang pematangan sel telur.

Minyak racikan kemangi berfungsi melawan bakteri Staphylococcus aureus, Salmonella enteritidis, dan Escherichia coli, menangkal infeksi akibat virus Basillus subtilis, *Salmonella paratyph,dan Proteus vulgaris. makanya kemangi itu penting banget dimakan sama lalapan* Tidak hanya itu saja, zat flavonoid dalam kemangi mampu melindungi struktur sel tubuh dan berperan sebagai antibiotik alami. Kemangi juga kaya akan betakaroten dan magnesium, mineral penting yang berfungsi menjaga dan memelihara kesehatan jantung.

Di bidang kecantikan, kemangi dapat disuling dan diambil minyak atsirinya sebagai campuran pembuatan obat ataupun untuk bahan perawatan tubuh seperti sabun mandi, biang parfum, pelembab tubuh, dan minyak aroma terapi. Namun penggunaan kemangi sebagai minyak pijat sebaiknya tidak diaplikasikan terhadap wanita hamil. Jika dicampur dengan lulur, kemangi dapat merangsang peredaran darah di tubuh sehingga kulit lebih halus dan berkilau, serta mengatasi masalah jerawat dan kerontokan rambut.


Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:Plantae
Divisi:Magnoliophyta
Kelas:Magnoliopsida
Ordo:Lamiales
Famili:Lamiaceae
Genus:Ocimum
Spesies:O. ×citriodorum

laper, silakan tutup mata [hmpfh]

Logged

goomse

  • Chingu
  • **
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 1603
  • ::tiga ekor beruang::
Re: Flora's Secret
« Reply #5 on: April 13, 2011, 01:44:58 PM »

rekues krisan dong  [bigwink]

tolong jangan oneliner yaaaaa..... [hammer]
commercial break
<a href="http://www.youtube.com/v/HPzayzy-Lvw" target="_blank" class="new_win">http://www.youtube.com/v/HPzayzy-Lvw</a>
« Last Edit: April 13, 2011, 02:49:55 PM by asrina_1986 »
Logged

asrina_1986

  • Special Member
  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 8105
  • It's not me!
    • book rants
Re: Flora's Secret
« Reply #6 on: April 13, 2011, 02:57:33 PM »

wikipedia indonesia ga gitu lengkap ini dari berbagai macam sumber menunggu terjemahan wikipedia english

Bunga seruni, krisan, atau krisantemum adalah sejenis tumbuhan berbunga yang sering ditanam sebagai tanaman hias pekarangan atau bunga petik. Tumbuhan berbunga ini mulai muncul pada zaman Kapur.

Bunga seruni adalah bagian dari tumbuhan suku kenikir-kenikiran atau Asteraceae yang mencakup bermacam-macam jenis Chrysanthemum.

Bunga nasional Jepang ini dalam bahasa Jepang disebut sebagai キク (kiku).

Bunga Krisan
Chrysanthemum x grandiflorum
Nama umum
Indonesia:   Bunga krisan, seruni
Pilipina:   Manzanilla
Cina:   ye ju hua
   
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
         Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
             Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                 Sub Kelas: Asteridae
                     Ordo: Asterales
                         Famili: Asteraceae
                             Genus: Chrysanthemum
                                 Spesies: Chrysanthemum x grandiflorum

Kerabat Dekat
Piretrum, Bunga Krisan

Nama bunga Chrysanthemum berasal dari bahasa Yunani ‘Chrys’ yang artinya emas, dan ‘anthemion’ yang berarti bunga1.

Di Cina, tempat asal bunga ini, Chrysanthemum dikenal dengan nama Ju Hua, dan telah ditanam lebih dari 2500 tahun. Bunga ini juga merupakan simbol tentara Cina, dan juga dianggap tanaman yang agung bersama dengan anggrek, bambu dan plum, dan yang diperkenankan menanam bunga Chrysanthemum hanyalah kaum bangsawan2.

Kebaikan Bunga Chrysan yang Menginspirasi Di Jepang, bunga Chrysanthemum menyimbolkan kesetiaan, optimisme, kebahagiaan dan panjang umur1, 1 kelopak bunga Chrysanthemum yang ditaruh di dasar gelas anggur dipercaya berkhasiat memberikan hidup yang panjang dan sehat3. Bunga ini dirayakan dalam sebuah festival yang bernama Choyo no sekku (festival kebahagiaan) dan dirayakan di seluruh Jepang pada bulan ke sembilan. Meski bukan berasal dari Jepang, bunga ini dianggap sangat penting di negara matahari terbit. Chrysanthemum diadopsi menjadi bunga lambang keluarga kekaisaran oleh Kaisar Gotoba, bahkan tahta kekaisaran Jepang disebut dengan nama Chrysanthemum Throne4. Bunga ini pertama kali dibawa ke Jepang oleh para biksu Buddha sekitar abad ke-4 Masehi.

Karena dipercaya memiliki khasiat menenangkan, Chrysanthemum juga digunakan dalam pengobatan tradisional Cina sebagai teh dan kelopaknya dibuat menjadi bantal di Jepang. Chrysanthemum juga digunakan oleh Konfusius, salah satu tokoh bangsa Cina, sebagai objek meditasi.
Kebaikan alam bunga Chrysanthemum menginspirasi NutriSari untuk menghadirkan NutriSari Golden Flower dengan kombinasi menenangkan sari bunga Chrysan dan buah alami.
NutriSari, sari alam bernutrisi.

Logged

fadvisor

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 110
Re: Flora's Secret
« Reply #7 on: September 19, 2011, 04:41:11 PM »

buat TS nya, hayuk di update dong  :)
Logged

asrina_1986

  • Special Member
  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 8105
  • It's not me!
    • book rants
Re: Flora's Secret
« Reply #8 on: September 19, 2011, 04:46:46 PM »

@fadvisor
Ide donk mau bahas apa?
Kan gaje donk kalo aku ngomong sendiri ;D
Logged

asrina_1986

  • Special Member
  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 8105
  • It's not me!
    • book rants
Stevia - daun manis pengganti gula
« Reply #9 on: September 20, 2011, 01:03:41 PM »

lagi suka ma taneman satu ini


Quote from: wikipedia via google translate
Stevia


Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
           :Angiosperma
           :Eudicots
           :Asterids
Ordo     :Asterales
Famili    :Asteraceae
Suku     :Eupatorieae
Genus   :Stevia

Sekitar 240 spesies, termasuk:
    Stevia anisostemma
    Stevia bertholdii
    Stevia crenata
    Stevia dianthoidea
    Stevia enigmatica
    Stevia eupatoria
    Stevia lemmonii
    Stevia micrantha
    Stevia ovata
    Stevia plummerae
    Stevia rebaudiana
    Stevia salicifolia
    Stevia serrata
    Stevia tunguraguensis
    Stevia viscida

Stevia adalah genus dari sekitar 240 spesies dari tumbuhan dan semak dalam keluarga bunga matahari ( Asteraceae ), asli subtropis dan tropis daerah dari barat Amerika Utara ke Amerika Selatan . Stevia rebaudiana Spesies, umumnya dikenal sebagai sweetleaf, daun manis, sugarleaf, atau hanya stevia, yang banyak ditanam untuk daun manis. Sebagai pemanis dan pengganti gula , rasa Stevia yang memiliki onset lebih lambat dan lebih lama daripada gula , meskipun beberapa dari ekstrak yang mungkin memiliki pahit atau licorice seperti aftertaste pada konsentrasi tinggi.

Dengan yang glikosida steviol ekstrak memiliki hingga 300 kali kemanisan gula, stevia telah mengumpulkan perhatian dengan kenaikan permintaan untuk rendah karbohidrat , rendah gula alternatif makanan. Karena Stevia memiliki efek minimal terhadap glukosa darah , hal ini menarik sebagai pemanis alami untuk orang diet karbohidrat-dikendalikan .

Ketersediaan Stevia bervariasi dari negara ke negara. Di beberapa negara, telah tersedia sebagai pemanis selama beberapa dekade atau abad, misalnya, Stevia banyak digunakan sebagai pemanis di Jepang di mana telah tersedia selama beberapa dekade. Di beberapa negara, Stevia dibatasi atau dilarang. Di negara lain, kesehatan keprihatinan dan kontroversi politik telah membatasi ketersediaan, misalnya, Amerika Serikat dilarang Stevia pada awal 1990-an kecuali label sebagai suplemen diet, namun pada tahun 2008 disetujui rebaudioside Sebuah ekstrak sebagai bahan tambahan makanan . Selama bertahun-tahun, jumlah negara di mana Stevia tersedia sebagai pemanis telah meningkat.

Ekstraksi
Sebuah Rebaudioside memiliki sedikit kepahitan semua senyawa manis dalam tanaman stevia. Untuk menghasilkan rebaudioside Sebuah komersial, tanaman stevia yang dikeringkan dan dikenakan proses ekstraksi air. Ekstrak ini mengandung minyak mentah sekitar 50% rebaudioside A; berbagai molekul glikosida dipisahkan melalui teknik kristalisasi, biasanya menggunakan etanol atau metanol sebagai pelarut. Hal ini memungkinkan produsen untuk mengisolasi murni rebaudioside A.

Dewan Riset Nasional Kanada telah mematenkan proses untuk mengekstraksi senyawa manis dari Stevia oleh ekstraksi kolom pada suhu 0-25 ° C, diikuti dengan pemurnian dengan nanofiltrasi. Langkah pretreatment mikrofiltrasi digunakan untuk memperjelas ekstrak. Pemurnian adalah dengan ultrafiltrasi diikuti oleh nanofiltrasi.

Keamanan
Sebuah studi melaporkan bahwa steviol 1985, sebuah produk pemecahan dari stevioside dan rebaudioside (dua dari manis glikosida steviol di daun stevia), adalah mutagen dalam kehadiran hati ekstrak tikus pretreated dengan campuran PCB  - namun temuan ini dikritik dengan alasan prosedural bahwa data salah ditangani sedemikian rupa sehingga bahkan air suling akan muncul mutageni. Selama tahun-tahun berikutnya, bioassay , kultur sel, dan hewan penelitian telah menunjukkan hasil yang beragam dalam hal toksikologi dan efek samping konstituen Stevia. Sementara laporan muncul bahwa steviol ditemukan dan stevioside menjadi mutagen lemah, sebagian besar studi menunjukkan tidak adanya efek yang berbahaya. Dalam review 2008, 14 dari 16 studi yang dikutip menunjukkan tidak ada aktivitas genotoksik untuk stevioside, 11 dari 15 studi menunjukkan tidak ada aktivitas genotoksik untuk steviol, dan tidak ada penelitian menunjukkan genotoxicity untuk rebaudioside Sebuah Tidak ada bukti untuk konstituen Stevia menyebabkan cacat lahir/kanker.

Penelitian lain menunjukkan Stevia untuk meningkatkan sensitivitas insulin pada tikus, dan bahkan mungkin untuk meningkatkan produksi insulin tambahan, membantu untuk membalikkan diabetes dan sindrom metabolik . studi manusia awal menunjukkan Stevia dapat membantu mengurangi hipertensi , meskipun studi lain telah menunjukkan itu tidak berpengaruh pada hipertensi. Memang, jutaan Jepang telah menggunakan Stevia selama lebih dari tiga puluh tahun tanpa efek berbahaya dilaporkan atau diketahui.  Demikian pula, daun stevia telah digunakan selama berabad-abad di Amerika Selatan, mencakup beberapa generasi di ethnomedical tradisi sebagai pengobatan untuk mellitus tipe 2 Diabetes .

Pada tahun 2006, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melakukan evaluasi menyeluruh studi eksperimental terbaru stevioside dan steviols dilakukan pada hewan dan manusia, dan menyimpulkan "stevioside dan rebaudioside A tidak genotoksik in vitro atau in vivo dan bahwa genotoxicity dari steviol dan beberapa turunan oksidatif yang secara in vitro tidak dinyatakan dalam vivo . " Laporan ini juga tidak menemukan bukti karsinogenik aktivitas. Selanjutnya, laporan itu mencatat "stevioside telah menunjukkan beberapa bukti farmakologis efek pada pasien dengan hipertensi atau Diabetes mellitus tipe 2 ", tetapi menyimpulkan studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis yang tepat. WHO Bersama Komite Ahli Makanan Aditif telah disetujui, berdasarkan studi jangka panjang, suatu asupan harian yang dapat diterima dari glikosida steviol hingga 4 miligram per kilogram berat badan.

Mulai tahun 2009 di Amerika Serikat, AS FDA menganggap "Rebiana (rebaudioside A) menjadi Umumnya Diakui Sebagai Safe ( GRAS ) ".  Sehubungan dengan mengukur toksisitas, yang dapat digambarkan sebagai median dosis mematikan atau LD 50 , laporan disampaikan kepada dokumen FDA "mengamati LD 50 nilai-nilai 5,2 g / kg bb untuk hamster laki-laki dan 6,1 g / kg bb untuk hamster betina. " Laporan ini mencakup daftar rinci studi internasional, referensi , dan analisis kimia.

Nama di negara lain
Baik pemanis dan Stevia rebaudiana tanaman Stevia (juga dikenal sebagai Eupatorium rebaudianum ) yang dikenal hanya sebagai "Stevia" di negara berbahasa Inggris , seperti halnya di Brazil, Perancis, Jerman, Yunani, Italia, Portugal, Israel, Polandia, Norwegia dan Swedia) - meskipun beberapa negara juga menggunakan istilah-istilah lain seperti yang ditunjukkan di bawah ini. Lafal serupa terjadi di Jepang (sutebia atauステビアdalam katakana ), dan di Thailand (satiwia). Di beberapa negara (India, misalnya) nama diterjemahkan secara harfiah sebagai "daun manis." Berikut adalah beberapa nama untuk tanaman stevia di berbagai daerah di dunia:
    Cina :甜菊(Tian ju - krisan manis),甜菊叶(Tian ju kamu - Stevia daun)
    Negara-negara berbahasa belanda : honingkruid (madu ramuan)
    Negara-negara berbahasa Inggris : permen daun, daun gula, sweetleaf ( USA ), daun madu manis ( Australia ), ramuan manis Paraguay
    Negara-negara berbahasa Jerman , juga Swiss : Süßkraut (ramuan manis), Süßblatt (daun manis), Honigkraut (madu ramuan)
    Hungaria : jázminpakóca
    India : Madhu parani ( Marathi ), Madhu-pattha ( Punjabi ), Madhu patra ( Sansekerta ), seeni Tulsi ( Tamil ), Madhu Patri ( Telugu ) - semua yang menerjemahkan untuk "daun manis."
    Israel : סטיביה (sṭīviyyāh dalam bahasa Ibrani )
    Jepang :アマハステビア(amaha sutebia)
    Norwegia : Sukkerblad (gula daun)
    Paraguay : ka'a he'ê (ramuan manis dalam Guaran )
    Negara-negara berbahasa Portugis : estévia ( Brasil ), capim Doce (rumput manis), erva Doce (ramuan manis, juga merupakan istilah Portugis untuk adas ),, folhas da Stevia
    Afrika Selatan ( Afrika ): heuningblaar (daun madu)
    Negara-negara berbahasa Spanyol : estevia, hierba dulce, yerba dulce (ramuan manis)
    Swedia : sötflockel
    Thailand : satiwia, หญ้า หวาน (ya wan, atau rumput manis di Bangkok )

sumber asli

Quote
MENGENAL STEVIA (SWEAT HONEY LEAF) SEBAGAI SUMBER PEMANIS

Masyarakat di Indonesia umumnya hanya mengenal tebu dan aren sebagai tanaman penghasil gula, padahal ada tanaman lain yang dimanfaatkan sebagai pemanis yakni stevia. Tanaman ini memang lebih populer di wilayah asalnya, Amerika Selatan, dan juga di Asia Timur seperti Jepang, China dan Korea Selatan. Di Paraguay, suku Indian Guarani telah menggunakan stevia sebagai pemanis sejak ratusan tahun lalu. Ada sekitar 200 jenis stevia di Amerika Selatan, tetapi hanya Stevia rebaudiana yang digunakan sebagai pemanis. Tahun 70-an, stevia telah banyak digunakan secara luas sebagai pengganti gula. Di Jepang, 5,6% gula yang dipasarkan adalah stevia atau yang dikenal dengan nama sutebia. Stevia digunakan sebagai pengganti pemanis buatan seperti aspartam dan sakarin. Di Indonesia sendiri, penelitian untuk kemungkinan pengembangan stevia di Indonesia dilakukan sejak tahun 1984 oleh BPP (sekarang Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia) dan menghasilkan antara lain bibit unggul klon BPP 72.

Stevia memiliki beberapa keunggulan antara lain tingkat kemanisannya yang mencapai 200-300 kali kemanisan tebu serta rendah kalori sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dan obesitas. Selain itu, stevia juga bersifat non-karsinogenik. Zat pemanis dalam stevia yaitu steviosida dan rebaudiosida tidak dapat difermentasikan oleh bakteri di dalam mulut menjadi asam. Asam ini yang apabila menempel pada email gigi dapat menyebabkan gigi berlubang. Oleh karena itu, stevia tidak menyebabkan gangguan pada gigi.

Stevia adalah tanaman perdu yang tumbuh pada tempat dengan ketinggian 500-1000 m di atas permukaan laut, di dataran rendah stevia akan cepat berbunga dan mudah mati apabila sering dipanen. Suhu yang cocok berkisar antara 14-270C dan cukup mendapat sinar matahari sepanjang hari. Terdapat beberapa cara untuk memperbanyak stevia, yaitu dengan mengecambahkan biji stevia, stek batang, pemisahan rumpun ataupun dengan kultur jaringan.

Bagian tanaman stevia yang digunakan sebagai pemanis adalah daunnya. Daun stevia dapat langsung digunakan sebagai pemanis. Cara untuk memanfaatkannya yaitu dengan dikeringkan. Proses pengeringan tidak memerlukan panas yang tinggi. Untuk skala rmah tangga, cukup dengan mengeringkannya di bawah sinar matahari selama kurang lebih 12 jam, mengeringkannya lebih dari itu akan menurunkan kadar steviosidanya. Atau dengan mengeringkan daun stevia di dalam microwave selama 2 menit, kemudian diserbukkan. Serbuk ini dapat langsung dikonsumsi sebagai pemanis makanan. Pemanis stevia juga dapat dikonsumsi dalam bentuk cair, yakni dengan merendamnya selama 24 jam kemudian disimpan di dalam kulkas. Perbandingan air dengan stevianya 1 : 4. Yang harus tetap diperhatikan adalah faktor keamanannya. Jangan menggunakan stevia secara langsung apabila daun terpapar pestisida atau bahan kimia lain yang berbahaya bagi kesehatan.

sumber



yang haus, tutup mata
« Last Edit: September 20, 2011, 01:08:58 PM by asrina_1986 »
Logged
Pages: [1] 2   Go Up