;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: 1 2 3 4 5 [6] 7 8   Go Down

Author Topic: (25 AGT) TENDANGAN DARI LANGIT [Yosie Kristanto, Irfan Bachdim, Kim Kurniawan]  (Read 7588 times)

Inc_0

  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 5001
  • meski sukses Iblis tidak disebut pemenang

smua cowok y, artis trcantik yg brperan disini sapa y?
coba tanyakan pd cermin ~kaya ratu jahat di dongeng Putri Salju~ [hmpfh]

@bio
wkt liat cut scene Ayudi bareng pemeran Wahyunya, kira tu scene di SP (yg Arai nyamperin trus nyanyi) scr mirip suasana scenenya... ;)
si Wahyu ngetok2 jendela tokoh Ayudinya, nanya sesuatu (tu bedanya) trus tokoh Ayudinya nutup jndela gt aja (ni jg mirip kaan)

di Gaul (edisi skarang kali yaah) covernya Yosie-Ayudi-Bachdim ;)
Logged
Benci bos/Pak RW! ~nyabar2in~ pindah t4 krja/rmh kan ga gampaang...Benci seseorg yg cma 'berkontak' lewat media?scroll down/up page, pindah/close tab, tutup/turn off gadget/media lain; itu lebi mudah drpd 'menunjukan' bahwa kwarasan anda bermasalah

Inc_0

  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 5001
  • meski sukses Iblis tidak disebut pemenang

;D baca page 1 sinopsis post-an TSnya duunk bkn post sblmnya ~tunjuk2 atas~, sesat tuuh [hmpfh]

kmaren nontooon, [thumbsup] sesuai ekspektasi (plot, acting pmain2nya, dsb)...scenes bolanya bawa kseruan wkt kita lagi ngikutin prtandingan bola btulan...landscape bromo tu looh, yg dijadiin t4 latihan..pokoknya pool dee sorotan kindahan alamnya...
pnasaran itu pemeran pelatihnya mang aktor, ato btulan coach...
Logged
Benci bos/Pak RW! ~nyabar2in~ pindah t4 krja/rmh kan ga gampaang...Benci seseorg yg cma 'berkontak' lewat media?scroll down/up page, pindah/close tab, tutup/turn off gadget/media lain; itu lebi mudah drpd 'menunjukan' bahwa kwarasan anda bermasalah

Putri Layarkaca™

  • Forum Machi
  • ***
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 3074
  • Brilliant HD™

smua cowok y, artis trcantik yg brperan disini sapa y?
coba tanyakan pd cermin ~kaya ratu jahat di dongeng Putri Salju~ [hmpfh]

@bio
wkt liat cut scene Ayudi bareng pemeran Wahyunya, kira tu scene di SP (yg Arai nyamperin trus nyanyi) scr mirip suasana scenenya... ;)
si Wahyu ngetok2 jendela tokoh Ayudinya, nanya sesuatu (tu bedanya) trus tokoh Ayudinya nutup jndela gt aja (ni jg mirip kaan)

di Gaul (edisi skarang kali yaah) covernya Yosie-Ayudi-Bachdim ;)
hahahahae, RATU gt loh
Logged

BIDADARI 2

  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 17982
  • cheonnaaa
T
« Reply #53 on: August 30, 2011, 11:41:54 AM »

Udah dapet berapa jeti penonton niy?
Logged


setelah bertahun tahun gak bisa move on dari dong yi. kini jang ok jung mampu menyihirku sedemikian rupa. hahaha

Tariz Solis

  • Special Member
  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 8260
  • Movie Blogger

nyumbang review lagi ah  [hip]

---------------------------------------------

Film Indonesia yang dirilis menjelang libur Lebaran rata-rata memiliki kualitas yang apik dan dapat dipertanggungjawabkan. Tahun ini pun tidak berbeda jauh. Tendangan Dari Langit, film kedua dari Hanung Bramantyo di tahun 2011 ini, langsung mencuri hati saya. Sebagai sebuah film olahraga, Tendangan Dari Langit masih menerapkan plot yang klise. Seorang remaja miskin dari desa yang ingin menjadi pemain sepak bola, sang ayah yang tidak memberi restu, kisah cinta dengan gadis tercantik di sekolah yang tidak berjalan mulus, hingga sahabat yang setia mendukung dan difungsikan sebagai pelawak. Struktur semacam ini sering kita temui dalam film olahraga manapun, termasuk King dan Garuda di Dadaku dari Indonesia. Apa lagi yang bisa ditawarkan? Rasanya kebanyakan penonton pun tertarik untuk menyaksikan film ini karena faktor Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan. Skenario racikan Fajar Nugroho memang bertutur sangat sederhana dan klise, namun secara mengejutkan tetap efektif. Hanung Bramantyo mengemasnya dengan menarik, sekaligus sebagai sebuah pembuktian kepada khalayak luas bahwa dia adalah sutradara yang serba bisa. Film olahraga pun bukan menjadi masalah besar baginya.

Jangan tertipu dengan tampilan posternya yang seolah mengisyaratkan bahwa Bachdim-lah yang menjadi pemain utama disini. Bachdim tampil tak lebih dari 30 menit dan itupun hanya baru muncul di paruh akhir. Pemain baru, Yosie Kristanto, yang berperan sebagai Wahyu adalah sentral dari film ini. Dia adalah sebuah karakter stereotip dari film olahraga. Berasal dari sebuah desa yang terletak di lereng Gunung Bromo, Langitan, dan memiliki bakat yang besar terhadap sepak bola. Mungkin saja bakat besar dari Wahyu hanya akan tertutupi oleh debu pasir Bromo jikalau Pak Lek Hasan (Agus Kuncoro), seorang manajer sepak bola amatiran, tidak memintanya untuk bermain bagi klub kecamatan Karang Sari. Sang ayah, Pak Darto (Sudjiwo Tejo), diposisikan sebagai sebuah karakter antagonis bagi impian Wahyu karena beliau tidak mengizinkan putra kesayangannya itu bermain bola. Tapi tentu saja larangan itu bukan tanpa suatu alasan. Masa lalu yang kelam membuatnya terpaksa untuk menghalangi Wahyu meraih mimpinya. Sekeras apapun Pak Darto melarang, Wahyu tak gentar. Pertemuan secara tak sengaja dengan Timo Scheunemann di Malang kala hendak mendukung gadis yang disukainya di lomba debat menjadi titik terang.

Segalanya tidak lantas menjadi mudah sekalipun Pak Darto kemudian berbalik mendukung Wahyu sepenuhnya. Kisah cinta monyet Wahyu dengan Indah (Maudy Ayunda) turut merumit. Saat semua permasalahan ini menemukan jalan pemecahannya sendiri-sendiri, Hanung mengakhiri Tendangan Dari Langit dengan sebuah adegan pertandingan sepak bola yang gegap gempita. Bukan sebuah pertandingan palsu yang hanya menyorot para pemain utama dan sebagian penonton saja, Faozan Rizal memindahkan apa yang biasa kita saksikan secara live di stadion dan televisi ke dalam bentuk tayangan untuk layar lebar. Sekalipun hanya sebuah fiksi, efek dramatis nan menegangkan yang biasa kita alami saat menyaksikan pertandingan sepak bola bisa ditemukan disini. Secara tidak sadar Anda akan turut berteriak 'Gol!!!' dan bertepuk tangan dengan meriah saat pahlawan kita berhasil mencetak angka. Dengan durasi yang hampir mencapai dua jam, film berjalan dengan menghibur. Tak sekalipun ditemukan momen yang membosankan. Drama, komedi dan adegan pertandingannya yang seru ditakar dengan pas sehingga menghasilkan sebuah film yang gurih.

Naskah apik dari Fajar Nugroho yang banyak disisipi dengan dialog cerdas nan menggelitik yang khas Jawa Timuran serta kritik sosial yang acapkali menyinggung bobroknya manajemen sepak bola di negeri kita tercinta ini ditingkahi dengan akting apik dari para pemainnya. Agus Kuncoro, Sudjiwo Tejo, Toro Margens dan Yati Surachman menunjukkan kapasitasnya sebagai aktor papan atas dengan permainan yang layak mendapat acungan dua jempol. Yosie Kristanto pun tak membuat malu Hanung Bramantyo. Kehadiran Joshua Suherman dan Jordi Onsu yang ditempatkan di gardu penghibur masih dalam batasan yang wajar, justru tanpa kehadiran mereka film mungkin akan terasa sepi. Selain menawarkan adegan pertandingan yang terbilang epik untuk ukuran film Indonesia, Faozan Rizal tentu tak lupa mengeksplor keindahan alam Bromo. Tampilan visual Tendangan Dari Langit lebih cantik dan memesona ketimbang King. Rasa kekecewaan saya terhadap film-film terakhir buatan Hanung Bramantyo pun terbayarkan. Nyatanya sebuah film dengan ide sederhana malah justru lebih bermakna ketimbang film besar yang ambisius. Pesan untuk tidak pernah menyerah terhadap mimpi kita walaupun berbagai cobaan mendera tersalurkan dengan baik melalui sebuah film keluarga yang dibungkus sederhana namun cantik. Tendangan Dari Langit adalah sebuah pengalaman sinematik yang menyenangkan.

http://cinetariz.blogspot.com/2011/08/review-tendangan-dari-langit.html
Logged
<br /><br /><br /><br />

Inc_0

  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 5001
  • meski sukses Iblis tidak disebut pemenang

:D cihhuy Tariz uda ngereview, sneng klo ada review macem gini jd brasa 'pnting' filmnyaa (alasan yg aneeh yaaa) [hmpfh]

[hip] snada neeh opini kita ttg scene prtandingan bolanya, ama sorotan alam bromo..

klo td di tret film sebelah kmu ngritik ttg aksen, (bagusnya) di sini ga nemu yaah...wookeeh smuaa, paling ngga kaya tokoh Ayudi (demenan Wahyu) tu mang ga diliatin byk omong...kayanya klo detail gini Hanung trmasuk (sineas Indo yg) oke, tu kaya tokoh Jordi Onsu jg fasih boso jowonya (pdhl bkn wong jowo klo ga salah)

haah emang ini film sjak awal uda langsung msk list 'must watch', jd poster kayak apa keek [hmpfh]...
« Last Edit: September 02, 2011, 07:26:25 PM by Inc_0 »
Logged
Benci bos/Pak RW! ~nyabar2in~ pindah t4 krja/rmh kan ga gampaang...Benci seseorg yg cma 'berkontak' lewat media?scroll down/up page, pindah/close tab, tutup/turn off gadget/media lain; itu lebi mudah drpd 'menunjukan' bahwa kwarasan anda bermasalah

Tariz Solis

  • Special Member
  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 8260
  • Movie Blogger

Ah tidak juga, si Hanung pernah bikin kesalahan fatal tuh soal aksen di Tanda Tanya dan Sang Pencerah. Malah kesalahan dia di Sang Pencerah, bagiku, tak termaafkan  [hmpfh]
Mungkin dia belajar dari kesalahan dan banyak memakai aktor lokal + asli Jawa di film terbarunya ini.
Aku ga tahu Jordi Onsu ini darimana, tapi jika dia bukan orang Jawa, maka dia patut diacungi dua jempol. Mirip sama Lola Amaria dan Titi Sjuman yang Jawa Timurannya dapet banget  :D
Logged
<br /><br /><br /><br />

Inc_0

  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 5001
  • meski sukses Iblis tidak disebut pemenang

:D klo gt sbg pnonton ('Sang Pencerah') keuntungan utk gw yg ga ngerti logat wong jogjaaa, paparin doong di tret (SP)nya 'ksalahan tak termaafkan [hmpfh] ' itu (klo smpet [bigwink] )...
soal berlogat 'n Ti2 Sjuman, coba nonton (uda kali yaah [hip] ) Serdadu Kumbang deeh...beeeuh logat Sumbawanya [thumbsup] mantaaap, ;D tp gtau jg sii klo bagi mrk yg ngerti bahasa sana...mski ga smua karya2nya suka, Hanung ini sutradara produktif (di masa ni) yg patut direspek :)...
Logged
Benci bos/Pak RW! ~nyabar2in~ pindah t4 krja/rmh kan ga gampaang...Benci seseorg yg cma 'berkontak' lewat media?scroll down/up page, pindah/close tab, tutup/turn off gadget/media lain; itu lebi mudah drpd 'menunjukan' bahwa kwarasan anda bermasalah

Tariz Solis

  • Special Member
  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 8260
  • Movie Blogger

Belum nonton Serdadu Kumbang sih, tapi kalau dipuji warga setempat berarti akting Titi Sjuman memuaskan. Bener2 artis berkualitas, aku suka banget sama dia  [lovestruck]

Ga usah ngerti bahasa Jawa untuk mengerti dimana kesalahan Sang Pencerah, seperti halnya Di Bawah Lindungan Ka'bah. Pada intinya, film yg berlatar belakang sejarah (apalagi jika itu kisah nyata) punya beban lebih untuk mevisualisasikan setting waktu & tempat dg lebih detail. Apakah kamu menemukan karakter yg ngomong Jawa-nya sok dimedok medokan dg memakai dialog bahasa Indonesia dan ada karakter yg berbicara bahasa Indonesia dg logat Jakarta sekali? Jika ya, maka film itu sudah dianggap gagal.

Sori malah OOT  ;D
Logged
<br /><br /><br /><br />

Inc_0

  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 5001
  • meski sukses Iblis tidak disebut pemenang

enggaaa Tariz, maksudnya ttg logat Sumbawa tu kurang yakin jg pas/ngga klo bagi mrk yg ngerti bahasa sana [biggrin]

ternyata Mathias (klo ga sala namanya di sini) mang paramedis yaa (pantes faseeeh ama perannya) :D, baru ngeh di pertandingan (Indo Vs Bahrain) tadi ;D
Logged
Benci bos/Pak RW! ~nyabar2in~ pindah t4 krja/rmh kan ga gampaang...Benci seseorg yg cma 'berkontak' lewat media?scroll down/up page, pindah/close tab, tutup/turn off gadget/media lain; itu lebi mudah drpd 'menunjukan' bahwa kwarasan anda bermasalah
Pages: 1 2 3 4 5 [6] 7 8   Go Up