mandarin
Kelasi
Offline
Posts: 22
逆水行舟,不进则退
|
 |
« on: May 17, 2008, 07:18:55 pm » |
|
TOLONG AKU,AKU TIDAK MAU KAKI INI LAGI (救救我,我不要这条腿了)
“Paman,tolonglah aku,aku tidak mau kaki ini lagi.””Paman,aku haus sekali aku mau minum.Paman tolonglah aku.””Paman,tolonglah aku,paman bukakan pintunya untukku aku bisa keluar sendiri.” Seorang anak smp yg tertimbun di dalam reruntuhan sekolahnya di kota BeiChuan berteriak pada seorang dokter yg bertugas disana.Dokter melakukan amputasi terhadap sepasang anak laki-laki dan perempuan,tapi satu diantara mereka menutup mata pada proses amputasi,satu anak setelah proses amputasi berhasil ditolong keluar dari timbunan reruntuhan tapi akhirnya berhenti bernapas,yg satunya lagi seorang murid perempuan yg tertimbun sangat dalam,tidak bisa ditarik keluar dan akhirnya perlahan-lahan menghembuskan napas terakhirnya.
Demi menyelamatkan nyawa ,sinsaw menjadi peralatan medis Petugas pemadam kebakaran menemukan beberapa anak sekolah yg masih hidup tertimbun oleh reruntuhan sekolah mereka,sudah beberapa jam tidak bisa ditolong,akhirnya memutuskan melakukan amputasi.”Pada awalnya saya tidak setuju,sampai detik terakhirpun harus tetap mempertahankan kaki anak2 tersebut,tapi waktu tidak bisa menunggu,anak-anak tidak bisa menahan dan menunggu lagi.Memotong sebelah kaki,menyelamatkan satu nyawa,adalah pilihan terakhir kami.” Sebelum mengambil keputusan terakhir ini,Dokter Lie meminta petugas pemadam kebakaran berusaha lebih keras tapi tapi tetap tidak berhasil.
Kampak dan pisau dapur menjadi peralatan medis Pada proses amputasi atau pemotongan dokter tidak memakai obat bius untuk menjaga anak2 tersebut tetap terjaga,jangan sampai tertidur.Dikarenakan kekurangan peralatan medis,akhirnya menggunakan kampak dan pisau dapur.Pada proses pemotongan sangat sulit dilakukan,cuma bisa secara perlahan-lahan memotong kaki mereka.Proses amputasi seperti itu,membuat seorang dokter bedah yg sudah biasa melakukan amputasi merasa sangat terpukul dan tertekan. Dokter Lie mengatakan mereka terlebih dahulu memotong kaki 3 orang anak sekolah,tapi pada akhirnya mereka semua meninggal.Diantara mereka ada seorang anak laki-laki yg kakinya tertimpa yg tersisa hanya selapis kulit saja.Pada proses pemotongan,karena luka yg sangat berat akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.Yang membuat dokter Lie sangat tertekan adalah menolong sepasang anak sekolah yg tertimbun bersama-sama,mereka tertimbun bersama,yg satunya disebelah kiri saya,dan satunya lagi di sebelah kanan saya.”
Proses pemotongan/amputasi dia memejamkan kedua matanya Dokter Lie terlebih dahulu menolong anak laki-laki itu karena keadaannya sangat kritis,kepalanya terhimpit batu,darah mengalir sangat deras. “Dia tahu kalau saya akan melakukan amputasi pada salah satu kakinya,dgn sangat tergesa-gesa dia bicara pada saya: “paman,tolong keluarkan aku,aku akan sangat berterima kasih padamu,aku tidak mau lagi kaki ini.”Mendengar perkataan anak laki-laki ini,hati saya seperti diiris sebilah pisau.Tapi proses pemotongan baru berlangsung separuh,dia tidak tahan lagi dan....”
Pada proses pemotongan/amputasu selesai dia menghembuskan napas terakhirnya Dokter Lie mengatakan,pada waktu dia sedang melakukan operasi pemotongan,disebelahnya seorang anak perempuan yg sedang menangis berbicara padanya:”paman,aku mau minum.paman,tolonglah aku.”Akhirnya rekan dari dokter Lie melanjutkan proses pemotongan pada anak perempuan itu.Pada waktu itu kakinya tidak terluka parah cuma terhimpit batu besar.Proses pemotongan sangat menyakitkan,tapi dia tetap bertahan,akhirnya proses pemotongan berhasil dan berhasil ditarik keluar.Tapi,setelah keluar beberapa lama,dia perlahan-lahan menghembuskan napas terakhirnya.
Seorang wanita memotong putus kaki sebelah kanannya dan selamat Di kabupaten BeiChuan di salah satu reruntuhan gedung Agricultural Bank,seorang wanita separuh baya bernama Gong Tian Xiu yg berumur 40 tahun,setelah tertimbun selama 73.5 jam,ditemukan oleh petugas penyelamat,tapi dikarenakan kaki kanannya tertimpa batu yang sangat besar,peralatan besar juga tidak bisa memasuki daerah tersebut,petugas penyelamat tidak bisa memindahkan batu besar tersebut. Dikarenakan ingin secepatnya mengeluarkannya dari sana,jalan satu-satunya hanyalah dipotong. Tapi pada saat itu petugas penyelamat tidak tega melakukannya,akhirnya melalui lubang kecil itu memberikan sinsaw tersebut pada wanita,dan dia menggunakn tangan kanannya memotong putus kaki sebelah kanannya.Petugas penyelamat dengan segera menolongnya keluar,dan segera mengirimnya ke mobil ambulans.
Anak laki-laki yg tertimbun di reruntuhan sekolahnya itu sedang membaca buku “Kamu adalah yg paling berani,anak laki-laki yang paling kuat,segera akan keluar.....” Dibalik tembok besar itu,Tu Yun menyemangati dan menunggu anak2 tersebut diselamatkan. Sebagai kepala pemadam kebakaran,Tu Yun selalu siap dalam menghadapi gambaran bencana yang paling tragis sekalipun.Tapi,sedikit senyuman dari anak-anak itu membuatnya meneteskan air mata. Pada waktu diberitahu jangan banyak berbicara,harus menghemat tenaga,beberapa anak-anak itu membaca buku pelajaran yg berada disamping mereka yg tertimbun bersama mereka. “Anak-anak ini tidak bisa dibandingkan dengan anak-anak perkotaan,kami harus banyak membaca buku baru bisa menulis sebuah karangn yang bagus .”Beginilah yang diajarkan seorang wali kelas dasar 1 Chen Quan Hong yg sekarang berusia 29 tahun pada anak didiknya. Anak-anak sepakat,menyisihkan sebagian dari ya sui qian(angpao) mereka sebesar 10 yuan,dikumpulkan bersama,dan bersama-sama ke pusat penjualan buku bekas untuk membeli buku-buku yg dikarang oleh pengarang terkenal. Tahun ini,jauh-jauh hari uang sudah terkumpul,Chen Quan Hong masih tidak belum menemukan toko buku yg murah. “Saya sangat bersalah terhadap kalian,tidak bisa membelikan kalian buku.”Inilah hal yg membuatnya kecewa seumur hidup. Kesedihan dan letih,semua itu terlihat di mata Cheng Quan Hong.Dalam beberapa jam,dia tidak berpaling sedikitpun dari tempat kejadian,menyambut setiap anak yg berhasil diselamatkan. “Pak guru Chen,dulu aku banyak berbuat kesalahan,maafkan aku yah?”kata-kata ini yg keluar pertama kali dari mulut Zhang Man Jian salah satu murid perempuannya. Dikarenakan merasa luka di kaki dan tangan yg cukup parah,Luo Yao berkata pada polisi yg memeluknya,”paman,aku mau belajar bermain piano,menari balet.......” Seorang Jia Meng,anak laki-laki yg tidak akan pernah beranjak dewasa,sambil tertawa berkata pada petugas penyelamat yg akan menariknya:”paman,tarik saja,aku akan bisa menahan sakitnya.”Setelah berhasil diselamatkan dia berteriak:”dibawah masih ada orang............” Semua orang dewasa mengira,dapat melihat kembali cahaya matahari akan bisa membuat anak-anak itu berteriak dan menangis,tetapi ke 16 anak yg berhasil ditolong tersebut hanya diam-diam menangis.Pada saat tertimbun di reruntuhan itu,anak-anak tersebut walau tidak bisa melihat wajah temannya tetap saling mengingatkan:”jangan sampai tertidur..........”
Dikutip dari:Jing Hua Shi Bao(京华时报)/Beijing Times Diterjemahkan oleh: Toni/(许富昌)
|