Lautan Indonesia - Forum Indonesia Terbesar dan Terlengkap
Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Login with username, password and session length
March 14, 2010, 11:06:11 am
Pages:  1 ... 22 23 24 25 [26] 27 28 29 30 ... 929   Go Down
  Print  
Author Topic: [LOUNGE & SERVICE] Fiksi Fantasi Dalam Negeri III  (Read 158220 times)
rd_Villam
Kelasi
*
Offline Offline

Posts: 923


I'm just a dreamer.


WWW
« Reply #250 on: December 18, 2007, 08:02:41 am »

aku 250! aku 250! aku 250!
 Grin Grin Grin

absen dulu aja ya...
masih bingung mau nulis apa lagi...
hihihi...
Logged

hege
Chingu
**
Offline Offline

Posts: 1352


stranger in the moonlight


WWW
« Reply #251 on: December 18, 2007, 10:33:12 am »

Villam, its not a big deal, wakakakak...  Grin Grin (I guess)
(Wait till the 1000th post, who will get it Cheesy)
Logged

rd_Villam
Kelasi
*
Offline Offline

Posts: 923


I'm just a dreamer.


WWW
« Reply #252 on: December 18, 2007, 11:58:14 am »

oh...
yang ke-1000 yang terakhir ya?
abis itu threadnya dilock?
aku tungguin deh...
Logged

BloodSin
Chingu
**
Offline Offline

Posts: 1440



« Reply #253 on: December 18, 2007, 12:53:01 pm »

Here goes...
ini aku re-post (dengan sedikit editing).

Sebelumnya:
- Ilmuku dikit. yang mau saya tambahkan di sini lebih kepada hasil pengamatan saja, tidak pakai referensi ini itu, dan saya menulis ini karena mempunyai sudut pandang yang sedikit berbeda dari reviewer di AK.
- Latar belakang saya adalah seorang penulis bacaan anak, dan seorang pembaca yang lebih banyak membaca fantasi daripada yang lain-lain. Jadi sedikit banyak ini pasti mewarnai cara pikir saya.


==========================

Kritik dari FAP yang panjang lebar itu, setelah ditilik-tilik sebenarnya cuma terdiri dari dua poin utama:
1. "Hozzo bukan fiksi ilmiah!"
2. "Plotnya amburadul."

Selain itu ada beberapa poin kecil yang sudah ditanggapi oleh mas hege sendiri, seperti soal cover yang aneh, dll. Mungkin itu nggak perlu kutanggapi disini. Nah, sekarang akan membahas kedua poin di atas satu persatu.

1. "Hozzo bukan fiksi ilmiah!"
Pertama-tama, saya heran mengapa beliau mengasumsikan ini fiksi ilmiah, dan mengkritiknya sebagai fiksi-ilmiah. Setahu saya Liliput sendiri mengatakan ini fantasi, demikian Hege sendiri. Dan seandainya, ada yang menganggap fiksi ilmiah, seharusnya sah-sah saja, karena fiksi ilmiah yang dijelaskan olehnya ("ilmu pengetahuan sebagai dasar cerita") adalah definisi yang tidak salah, tapi sempit. Anehnya dia bilang space opera bukan sf, tapi lalu bilang Star Wars adalah space opera. Jadi harusnya kesimpulannya adalah: Star Wars bukan sf. Tapi habis itu ngasih contoh-contoh sf dari Star Wars, bingung saya.

Adikku (cowok) sering bilang. "'A long time ago in a galaxy far, far away...'[kalimat pembuka film]--Star Wars is fantasy!", hehehe. Selain itu mayoritas buku di toko yang terkategori sebagai sf, disebut adikku ini sebagai fantasy. Mengapa, karena dia memegang definisi sf yang sama dengan si mas. Nggak salah memang. Tapi kalau ngomong soal ini kan sebenarnya mengkritik pengkategorian di toko, bukan mengkritik isi buku. Di toko Indonesia juga nggak ada kategori fantasy/sf. Jadi, kegemesan beliau lebih karena ada yang menganggap Hozzo adalah sf, bukan karena buku Hozzo sendiri.

Saya beranggapan pengkotak-kotakan sub-genre tidak usah terlalu saklek atau terlalu dipusingkan. Malah saya cenderung lebih suka fantasy, sf, horror diistilahkan sebagai speculative fiction saja, karena ketiganya sangat terkait erat.  (Memangnya fantasy tidak bisa "mempunyai ilmu pengetahuan sebagai dasar cerita"?)

Kedua, dan ini lebih penting daripada yang di atas, adalah mengenai kritik terhadap kultur anak-anak alien yang anehnya sama dengan anak manusia seperti suka main 'games', tentang pembuatan dunia yang tanpa nalar, tentang eksotisme tanpa aturan, dan sejenisnya.

Kalau dilihat dari aturan "dunia"-nya, secara umum fantasy (+sf) terbagi dua kutub, tradisional dan non-tradisional. Dunia fantasi tradisional adalah dunia di mana "anything can happen". Kadang tidak ada logika dunia sama sekali, kadang punya logika yang 'twisted'. Contoh jenis ini adalah semua jenis dongeng, cerita rakyat, dan buku-buku fantasi/sf zaman dulu. Selain itu, banyak buku fantasi anak klasik jatuh pada kategori ini, termasuk semua buku Narnia, "Peter Pan", "Wizard of Oz", "The Little Prince". Istilahnya, di dunia ini, kalau ada tokoh ibu peri bisa "simsalabim" menyihir apa pun tanpa aturan atau konsekuensi, nggak usah dipertanyakan lagi. Demikian juga jika batu yang dilempar terlalu tinggi bisa menjatuhkan bintang yang rupanya seorang cewek ('Stardust'). Dewasa ini, fantasi dengan dunia dengan logika yang nyeleneh udah jarang. Biasanya dibuat untuk anak-anak, atau kalau bukan untuk anak-anak, dibuat untuk menonjolkan sesuatu entah itu kritik sosial, satire, atau plot dan imajinasi.

Di kutub yang lain, fantasi yang non-tradisional, mempunyai dunia dengan aturan yang dirancang jelas, detil, dan masuk akal, termasuk: sihir/teknologinya, budayanya, sejarahnya, sistem sosialnya, pemerintahannya, dll. LOTR sering dianggap tonggak pertama kemunculan fantasi jenis ini.

Nah, saya justru menganggap Hozzo lebih mendekati jenis yang pertama, sedangkan si mas menilai Hozzo dari pendekatan jenis yang kedua. Ya, jelas nggak adil. Nggak cocok jadinya. Apakah fantasi tradisional itu kuno, ketinggalan zaman, seperti kata beliau "ternyata masih ketinggalan, sejaman dengan era Flash Gordon belaka"? Ini yang justru saya nggak setuju, karena soal bagus yang mana banyak terkait dengan selera. Saya pribadi beranggapan, fiksi fantasi itu mau condong ke jenis yang mana, tetap berpotensi untuk menarik jika digarap dengan baik, entah itu akibat kombinasi plot yang seru, tokoh yang asik, imajinasi yang hebat, isinya daleeem, penuh metafor dan analogi, bahasa indah dan nyastra, konsep unik, atau unsur-unsur lain.

(Hai, hai, mudahan ngerti. Aku kesusahan menjelaskan apa yang ada di kepalaku).


Sekian, ada pendapat lain? biar membuka pandanganku juga.


hmmm.. kalo menurut ane, hozzo justru masuk fantasy non-tadisional.. kok bisa ente masukin fantasy tradisional si?

bukannya segala hal dalem hozzo dijelaskan mendetail, ttg misteri2nya, sejarah2 yg ada, sistem masyarakat, dll-nya? jadi ga gitu aja ada dan jadi kan.. malah hozzo ada juga pake penjelasan2 ilmiah gitu..



Logged
eniyorda
Kelasi
*
Offline Offline

Posts: 41


"Look behind the façade."


« Reply #254 on: December 18, 2007, 01:46:11 pm »

villam,
bagusan mana hayo: posting yang ke-250 atau reply yang ke-250? (just joking)

bloodsin, iya hozzo memang detil, cuma entah kenapa aku merasa semua detil2 itu lebih banyak akibat sesuka hati si pengarang, bukan detil dari 'kesatuan' rancangan aturan di dunianya. Buat contoh konkrit agar lebih jelas, entar ya, mau coba dicari dulu di bukunya.
Logged

"Whatever way our stories end,
I know you have rewritten mine
by being my friend."
- Elphaba, "WICKED" -
hege
Chingu
**
Offline Offline

Posts: 1352


stranger in the moonlight


WWW
« Reply #255 on: December 18, 2007, 03:02:08 pm »

kok ga ada yg nanya pengarangnya, hozzo masuk fantasy yg mana ya? :Smiley
Logged

clickdian
Kelasi
*
Offline Offline

Posts: 945


Soaring into a light.


« Reply #256 on: December 18, 2007, 03:39:58 pm »

Emang harus nanya?  Huh?
hehehhe  Grin
Logged

-Logic will make you go from A to B. Imagination will take you everywhere-
eniyorda
Kelasi
*
Offline Offline

Posts: 41


"Look behind the façade."


« Reply #257 on: December 18, 2007, 08:46:48 pm »

hege,
begitu karyamu diterbitkan, karya itu sudah menjadi milik pembaca mau ditafsirkan bagaimana, he5x.

oke deh, kutanya. Karyamu dimaksudkan utk masuk jenis yang mana? (terlepas apakah orang2 lain menilainya berhasil atau belum).
Logged

"Whatever way our stories end,
I know you have rewritten mine
by being my friend."
- Elphaba, "WICKED" -
rd_Villam
Kelasi
*
Offline Offline

Posts: 923


I'm just a dreamer.


WWW
« Reply #258 on: December 18, 2007, 10:40:29 pm »

hege,
begitu karyamu diterbitkan, karya itu sudah menjadi milik pembaca mau ditafsirkan bagaimana, he5x.

oke deh, kutanya. Karyamu dimaksudkan utk masuk jenis yang mana? (terlepas apakah orang2 lain menilainya berhasil atau belum).

ah, ya...
dulu pernah ada yang berkata padaku: saat menulis kita menjadi raja, tapi begitu udah terbit, pembaca adalah rajanya.
terserah mereka yang sekarang akan menilai.

aku dulu membalas: menerbitkan buku--atau publikasi kecil2an sekalipun--itu seperti mengucapkan sesuatu yang tidak mungkin ditarik kembali, seperti halnya mencoba menarik batu yang sudah telanjur dilempar. kita berkesempatan merevisi, tapi jejak pertama kita tetap akan terekam, indah ataupun tidak indah.

dan kemudian, setelah aku menjawab itu, aku tersadar betapa tidak nyambungnya jawabanku itu (multiple choice - pilihan C: pernyataan 1 benar, pernyataan 2 benar, tapi tidak berkaitan sebab akibat).

sebagaimana aku tersadar sekarang, betapa tidak nyambungnya pernyataanku dengan pernyataan eniyorda, ataupun pernyataan2 lain sebelumnya.  Grin Grin Grin

maklum, semakin malam, otak semakin korslet... Cheesy
Logged

eniyorda
Kelasi
*
Offline Offline

Posts: 41


"Look behind the façade."


« Reply #259 on: December 18, 2007, 11:19:18 pm »

villam, kurasa nyambung kok. satu judul, tapi ada lebih dari 1 versi, karena versi lama ngga mungkin dihapus begitu saja. Jadi penasaran sama buku2 yang pernah terbit berbeda sebelumnya (misal eragon, yang katanya byk perubahan dari edisi self-publishednya).
Itu jenis pilihan ganda zaman kaapaaan gitu. saya lebih suka jenis yang A) 1, 2, 3 benar, B) 1 dan 3 benar. dst (nah ngga nyambung)
Logged

"Whatever way our stories end,
I know you have rewritten mine
by being my friend."
- Elphaba, "WICKED" -
Lautan Indonesia - Forum Indonesia Terbesar dan Terlengkap
   

 Logged
Pages:  1 ... 22 23 24 25 [26] 27 28 29 30 ... 929   Go Up
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.10 | SMF © 2006-2009, Simple Machines LLC Valid XHTML 1.0! Valid CSS!
Page created in 4.611 seconds with 23 queries. (Pretty URLs adds 0.239s, 3q)